Dirut Pertamina Nicke Widyawati Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh Dunia 2021

  • Bagikan
dirut pertamina nicke widyawati
dirut pertamina nicke widyawati

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati kembali masuk dalam The World’s Most Powerful Women 2021 atau daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes. Dilansir dari laman forbes.com, Kamis (9/12), Nicke berada di peringkat 27 dalam daftar yang dirilis pada 7 Desember 2021 tersebut.

Tahun sebelumnya Nicke menduduki peringkat ke-25 dalam daftar ini. Nicke merupakan wanita kedua yang dipercaya memimpin Pertamina.

“Pada Juni 2020, seorang anggota kabinet menyebut bahwa Nicke Widyawati masih yang terbaik untuk memimpin Perusahaan Pertamina dan mampu melaksanakan tugas apapun yang diberikan kepadanya,” kata forbes.

Sementara Fortune menuliskan, Nicke menghadapi tiga kali kejutan selama setahun pandemi Covid-19, yaitu jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar rupiah. Faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan tajam dalam pendapatan (turun 24 persen) dan laba (turun 58,4 persen) Pertamina tahun 2020.

Setelah kondisi telah membaik, Pertamina mencapai target produksi pada paruh pertama tahun 2021. Meski demikian, Covid-19 diperkirakan akan kembali membebani kinerja perusahaan. Pertamina juga mengalami kebakaran di dua kilangnya awal tahun ini.

Di tengah tantangan tersebut, Fortune menyebut Nicke berupaya mendukung transisi energi di Indonesia, dengan membangun portofolio sumber energi terbarukan. Hal itu dilakukan untuk menggerakkan negara yang lebih bersih di masa depan.

Secara garis besar, 100 wanita berpengaruh yang masuk dalam daftar Forbes berasal dari 30 negara yang bekerja di sektor keuangan, teknologi, politik, filantropi, hiburan dan lainnya.

Sementara, posisi pertama versi Forbes diduduki miliarder Mackenzie Scott yang merupakan mantan istri pendiri Amazon. Lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen.

Adapun penyusunan daftar perempuan paling berpengaruh tersebut tidak hanya dinilai dari kesuksesan berupa penghasilan maupun kekuasaan, melainkan jasa hingga peran dalam memimpin sebuah perusahaan atau organisasi.

Contohnya, ahli imunologi Ozlem Tureci mampu menempati posisi ke-48. Ozlem bukan hanya dinilai karena turut mendirikan perusahaan bioteknologi, tetapi lebih kepada perannya dalam memimpin pengembangan perusahaan vaksin mRNA Covid-19 yang bermitra dengan Pfizer.

Sama halnya dengan Presiden Tanzania yang baru, Samia Salulu Hasan. Dia berada di peringkat 94 karena usahanya dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Terakhir, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen, yang dinilai mampu mengobarkan perjuangan dalam menegakkan demokrasi di tengah tekanan dari China.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->