Rabu, 17 Juli 2019

Konservasi Karya Seni Rupa Di Ruang Publik Apresiasi 3 Karya Seni Relief Eks Bandara Kemayoran 


Finroll.com — Konservasi Karya Seni Rupa di Ruang Publik adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) dalam rangka mengimplementasikan UU No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

Karya seni ruang publik merupakan sebuah karya yang secara khusus diciptakan pada ranah publik. Karya ini tampil pada ruang-ruang publik untuk memberikan pesan, menambah nilai estetika, edukasi maupun merespon atau bahkan memberikan kritik terhadap berbagai persoalan yang menjadi keresahan publik.

Salah satu karya seni rupa yang diciptakan pada ruang publik adalah karya fenomenal yang berada di kawasan eks Bandar Udara Kemayoran, Jakarta. Kawasan tersebut saat ini berada pada wilayah pengelolaan PPK Kemayoran. Ada tiga buah relief yang terdapat pada dinding ruang tunggu VIP Bandara. Karya ini dibuat oleh Harijadi Sumodidjojo, Sindoesoedarsono Soedjojono, dan Soerono yang kemudian dalam pengerjaannya didukung oleh Seniman Indonesia Muda (SIM).

Relief ini dibuat dengan mengusung tema tentang kekayaan Indonesia atas gagasan Presiden Soekarno pada tahun 1957 untuk menyambut tamu negara kala itu.

Kemudian masing-masing seniman meresponnya dengan cerita yang berbeda. Harijadi Sumodidjojo menggambarkan kekayaan Indonesia dalam rancangan karyanya yang bertema “Flora dan Fauna”. S. Soedjojono menggambarkannya dalam tema “Manusia Indonesia”.

Sedangkan Soerono menceritakan sebuah legenda yang terkenal di tanah Pasundan yaitu “Sangkuriang”. Letak karya Surono berada pada dinding lantai satu ruang tunggu VIP. Sedangkan letak karya Harijadi dan S. Soedjojono saling berhadapan pada dinding lantai dua ruang tunggu VIP eks Bandara Kemayoran.

Karya fenomenal yang berada di Eks Bandara Internasional Kemayoran tersebut hingga kini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat, bahwa Kemayoran selain dikenal sebagai tanah asli betawi juga merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi khususnya sejarah penerbangan Indonesia.

Melalui kegiatan apresiasi tiga karya relief eks Bandara Kemayoran ini Kemendikbud bersama PPK Kemayoran berupaya untuk memperkenalkan kepada publik karya seni rupa terlebih terhadap karya yang memiliki nilai sejarah penerbangan Indonesia. Kegiatan ini direncanakan akan dirangkaikan pula dengan kegiatan pendokumentasian, penulisan buku, apresiasi (Pameran), publikasi, dan lomba vlog tentang ketiga relief.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk turut mengapresiasi, memahami dan memaknai betapa pentingnya menjaga dan melestarikan karya seni dan sejarah penerbangan yang pernah eksis di Kemayoran

Pendokumentasian telah dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2019.

Jababeka industrial Estate

Sedangkan kegiatan Apresiasi 3 Karya Seni Relief Eks Bandara Kemayoran dilaksanakan pada tanggal 17-21 Juli 2019 dengan mengundang para keluarga seniman pembuat relief, masyarakat secara umum, dan pelajar SMP/SMA sebagai apresiator sekaligus sebagai peserta lomba vlog untuk tingkat pelajar.

BACAAN TERKAIT