BKKBN: Persiapan berkeluarga perlu dimulai sejak remaja

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) – Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Irma Ardiana mengatakan bahwa persiapan untuk berkeluarga perlu dimulai sejak seseorang memasuki usia remaja.

“Boleh dikatakan, persiapan perlu dimulai sejak remaja. Artinya, dalam hal untuk kesehatan biologisnya,” kata Irma dalam webinar “Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi” pada Selasa.

Baca juga: BKKBN buka peluang kerja sama dunia untuk mengatasi stunting

Saat kesehatan reproduksi telah siap maka kelak mereka akan bisa menghasilkan anak-anak yang tumbuh kembangnya sesuai dengan tolok ukur, milestone, yang ada.

Irma menjelaskan, BKKBN memiliki program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi para generasi muda yang disebut sebagai salam Genre atau Generasi Berencana. Program tersebut, kata Irma, berupaya menyemangati mereka untuk tidak melakukan seks bebas, tidak menikah dini, dan tidak menggunakan narkoba.

“Ini adalah semacam gerakan ajakan dan kita juga membangun semacam pola komunikasi antara remaja dan orang tuanya,” imbuh Irma.

Selanjutnya, Irma mengatakan, persiapan berkeluarga semakin penting saat seseorang sudah menjadi calon pengantin. Pada tahapan ini, pasangan calon pengantin perlu mendapatkan pembekalan yang lebih intens, termasuk bagaimana mereka merencanakan kehidupan berkeluarganya.

Baca juga: BKKBN ajak pemuda pahami kesehatan reproduksi

Selain itu, lanjut Irma, ada delapan konsep fungsi keluarga yang perlu dipahami yakni fungsi reproduksi, kasih sayang, proteksi, keagamaan, sosial budaya, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

“Kita sangat meyakini bahwa keluarga ini adalah tempat pertama dan utama dalam hal termasuk pendidikan untuk anak dan pengasuhan. Pola asuh yang tepat dari orang tua akan dapat membentuk anak yang hebat dan berkualitas di masa depan,” ujar Irma.

“Sehingga, kita harapkan mereka yang ingin berkeluarga ini memahami dulu kira-kira apa sih nanti peran yang mereka jalankan baik sebagai ayah, suami, istri, maupun ibu,” lanjutnya.

Irma menambahkan, delapan fungsi keluarga tersebut ditanamkan oleh BKKBN dalam berbagai program yang menyasar balita, remaja, bahkan lansia sekalipun.

“Di balita sendiri, kita punya program di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), kemudian ada juga program edukasi, program di mana kita punya kelembagaan di desa untuk memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada keluarga agar mereka bisa memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak,” imbuhnya.

Baca juga: Kader: Pengetahuan ayah di Suku Asmat penyebab ibu takut ikuti KB

Baca juga: BKKBN sambut Hari Keluarga Nasional 2022 dengan perbanyak Kampung KB

Baca juga: BKKBN: Perlu peran aktif masyarakat untuk atasi kekerdilan

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->