Rabu, 16 Juni 2021

Busana Berpotongan Longgar dan Penuh Warna Masih Tren di 2021


Walau beberapa negara sudah akan melakukan program vaksinasi Covid-19, tetapi pengaruh pandemi dirasa masih kuat pada tahun depan. Hal ini ikut memengaruhi tren busana siap pakai (ready to wear) di tanah air. Busana yang versatile (serba guna) untuk bekerja dan istirahat, busana berpotongan longgar, dan juga motif grafis penuh warna, diperkirakan masih akan menjadi tren di tahun 2021. “Berdasarkan riset yang kami lakukan, busana yang penuh warna masih akan mendominasi tahun depan, juga grafis dan tabrak warna,” kata pendiri jenama hijab wear Nandjani, Nadya Nizar, secara virtual (3/12/2020).

Hal senada diungkapkan pendiri jenema 3Mongkis, Hetty Awi. Menurutnya, warna yang cerah atau bunga-bunga akan lebih diminati tahun depan.Busana Berpotongan Longgar dan Penuh Warna Masih Tren di 2021

“Dari evaluasi di tahun 2020 yang serba terkekang karena pandemi, sepertinya tahun depan orang ingin keluar, melakukan kegiatan outdoor. Hal ini memengaruhi pilihan warna,” kata Hetty dalam acara yang sama.

Sementara itu, untuk potongan dan siluet, menurut Hetty busana longgar atau oversized akan lebih banyak ditemui. “Karena orang ingin merasa lepas, jadi siluetnya bukan yang fit body,” ujarnya. Kendati demikian, pendiri label Warning Clothing, Noviana, mengatakan sebenarnya tidak ada tren yang sangat menonjol tahun depan. Semua hal serba cair sehingga tidak ada tren yang masif. “Perilaku konsumen akan sangat dipengaruhi oleh media sosial. Karenanya tren sangat mudah bergerak. Jadi yang kami titik beratkan bukan trennya, tetapi kualitas produknya,” kata Noviana.

Sementara itu, untuk potongan dan siluet, menurut Hetty busana longgar atau oversized akan lebih banyak ditemui. “Karena orang ingin merasa lepas, jadi siluetnya bukan yang fit body,” ujarnya. Kendati demikian, pendiri label Warning Clothing, Noviana, mengatakan sebenarnya tidak ada tren yang sangat menonjol tahun depan. Semua hal serba cair sehingga tidak ada tren yang masif. “Perilaku konsumen akan sangat dipengaruhi oleh media sosial. Karenanya tren sangat mudah bergerak. Jadi yang kami titik beratkan bukan trennya, tetapi kualitas produknya,” kata Noviana.

Di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2021 Lazada yang menjadi pendukung JFW menampilkan dua show bertajuk The Show of Heart yang menampilkan label busana siap pakai. Mereka adalah Warning Clothing, Nadjani, 3Mongkis, HAM! Jeansku, dan SSST. Executive Vice President, Fashion Category, Lazada Indonesia Jacopo Mor mengatakan, dengan teknologi yang ada bisa membantu para desainer mencapai eksposure yang besar dalam memamerkan koleksinya. “Jika fashion show digelar secara online, penonton lebih luas. Teknologinya juga memungkinkan orang terhubung dengan desainer dan eksposure-nya besar,” kata Jacopo dalam acara tersebut. Tahun ini, penonton fashion show The Show of Heart di Lazada, menurutnya, mencapai 170.000 penonton. “Hasilnya, traffic dan sales tentu ikut naik. Tetapi bagi kami tidak hanya sekadar sales, tetapi juga memastikan desainer mendapatkan eksposure,” ujarnya. Nadya mengatakan, hasil dari fashion show online di Lazada sangat memuaskan. Apalagi dengan fitur See Now Buy Now yang memungkinkan penonton bisa langsung membeli busana yang dilihatnya.

Ketika show itu bisa di cek di aplikasi seler center Lazada, order terus menerus masuk. Jadi impact-nya bagus banget ke brand Nadjani.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT