Mengenal Sejarah Sepatu Vans dan Cara Membedakannya dengan yang Palsu

  • Bagikan
sepatu vans dan sejarahnya
sepatu vans dan sejarahnya

– Sepatu merupakan kebutuhan setiap orang untuk beraktivitas yang berperan sebagai pelindung kaki sekaligus pelengkap penampilan untuk tampil bergaya. Salah satu merek sepatu yang populer pada era sekarang adalah Vans –

Di masa kini, sepatu Vans seakan sudah jadi bagian gaya hidup kalangan anak muda hingga dewasa. Model-model sepatu Vans pun selalu fashionable dan tidak lekang oleh waktu. Pada awalnya, Vans hanya membuat sepatu khusus untuk para skateboarder dan BMX rider saja.

Namun, karena desainnya keren dan harganya terjangkau, sepatu ini banyak digemari anak-anak muda di seluruh dunia. Ciri khas Vans sendiri adalah menggunakan bahan kanvas yang berkualitas sehingga sepatu ini juga awet digunakan.

Lantas, bagaimana sih perjalanan sepatu Vans hingga bisa menjadi pilihan masyarakat hampir di seluruh dunia seperti sekarang? Berikut kisah lengkapnya!

Sejarah Sepatu Vans

Perlu kamu tahu, Vans didirikan pada tanggal 16 Maret 1966 silam. Toko sepatu Vans pertama kalinya dibuka di Anaheim, California, Amerika Serikat. Paul Van Doren, James Van Doren, dan Gordon C Lee merupakan penggagas dari terbentuknya Vans.

Awalnya, sepatu Vans tidak diproduksi secara massal. Sepatu ini dulunya hanya dibuat sesuai pesanan alias “Custom Shoes”. Pesanan sepatu tersebut diproduksi di bengkel sepatu yang berada di belakang toko.

Ketika pertama kalinya dibuka pada tahun 1966, toko Vans dinamakan dengan The Van Doren Rubber Company. Seperti yang dikatakan sebelumnya, mereka membuat sepatu dan langsung dijual kepada para pemesannya.

Pagi itu, saat pertama kali toko dibuka, 12 orang membeli sepatu dari Van Doren, sepatu yang disebut sebagai The Vans #44, yang saat ini disebut sebagai Vans Authentic. Vans semakin populer saat membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan.

Berawal dari ini, sejarah Vans sebagai sepatu yang digunakan oleh anak muda telah dimulai. Steve Van Doren, putra dari Paul Van Doren, pada suatu wawancara di tahun 2008 lalu menyebut bahwa Vans menjadi besar karena keberuntungan yang tidak terduga.

Pada mulanya, salah seorang karyawan Van Doren melihat desain sepatu yang dibuat oleh anak SMA, ia menyarankan agar desain itu dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan tersebut.

Di akhir tahun 1970-an. Vans membuat sepatu slip-on checkerboard warna putih berbahan kanvas dan warna hitam berbahan karet. Di saat yang sama, Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu untuk kebutuhan membuat film. Universal Studios Hollywood tengah mencari sepatu untuk properti film Fast Times at Ridgemont High yang dibintangi oleh Sean Penn. Vans kemudian mengirim stock Checkerboard slip-on dengan jumlah cukup besar.

“Sepatu itu menjadi fenomena, kami membuatnya dalam berbagai warna dan kombinasi yang bisa terpikirkan,”ujar Steve Van Doren.

Pada 1975, Paul Van Doren mencetuskan pemikiran cemerlang untuk “bermain-bermain” dengan komunitas skater. Sejak saat itu, Van pun mulai melahirkan sepatu skate.

Kala itu, Tony Alva dan Stacy Peralta (skater ternama saat itu) juga digaet untuk mendesain Vans #95 atau dikenal dengan Vans Era dan diberi label “Off The Wall”. Era ini ada puncak kejayaan Vans karena sepatu Vans menjadi pilihan utama bagi para skater dan para BMX.

Salah seorang atlet skateboard legendaris, Steve Caballero juga menjadi ikon penting dari Vans karena dibuatkan sepatu khusus yang didesain untuknya dengan sebutan Half Cab. Steve Van Doren mengaku bahwa usaha untuk mengembangkan Vans lahir dari mendengarkan masukan anak-anak muda tentang apa yang keren dan apa yang bagus.

“Sebenarnya anak-anak gaul yang memberitahu kami harus bagaimana, saat mereka pergi ke sekolah dan melihat apa yang dipakai anak-anak lain,” ungkap Van Doren.

Vans bukan sekadar sepatu, ia menjadi gaya hidup. Pada satu titik, banyak kolektor memburu dan mengoleksi proyek-proyek kolaborasinya, seperti bersama Supreme, Golf Wang, Taka Hayashi, Pendleton, dan masih banyak lainnya.

Steve Van Doren menyebutkan beberapa brand, termasuk Vans dikenal karena asosiasi mereka dengan gaya hidup. Menurutnya, Vans lebih West Coast daripada East Coast, yang punya tendensi lebih kuat daripada Converse. Selain itu, Vans juga condong lebih ke olahraga solo daripada olahraga tim yang dimasuki merek atletik besar seperti Nike.

“Kami lebih rock dan punk ketimbang hip-hop, di mana brand lain masuk. Tapi yang jelas kami adalah skateboarding,” terang Van Doren.

Namun, kesuksesan ini membuat Vans tidak fokus dalam berbisnis. Pada tahun 1980-an mereka membuat desain sepatu untuk baseball, basket, gulat hingga penari breakdance sebagai usaha untuk berkompetisi dengan perusahaan sepatu lain.

Hingga pada akhirnya, dana mereka kehabisan untuk promosi yang tidak diikuti dengan lakunya produk. Pada 1983 Vans mengumumkan kebangkrutan. Saat kembali fokus pada akar mereka di jalanan dan skateboard, dalam rentang waktu tiga tahun, Vans bisa melunasi seluruh hutangnya.

Vans memulai pembangunan pabrik di luar Amerika Serikat sejak tahun 1994, memberikan ruang untuk jenis sepatu dan kolaborasi baru. Lantas pada tahun 1998, merek membuka untuk pertama kalinya, studio skate indoor seluas 46 ribu kaki di Orange County.

Capaian ini terus berkembang hingga pada tahun 2000 dan 2001, Vans disebut sebagai perusahaan kecil terbaik Amerika. Untuk mengingat kejayaan ini, pada tahun 2001, Vans memproduseri film Dogtown and Z-Boys, bersama Stacy Peralta. Film ini menjelaskan bagaimana akar Skateboard menjadi penting bagi Vans dan subkultur anak muda Amerika.

Strategi yang tepat membawa Vans kepada sebuah keberhasilan pada akhirnya, sehingga pada bulan November 2011, Vans mampu memecahkan rekor tahunan dalam penjualannya yang melewati angka 1 miliar dolar. Pencapaian ini terasa spesial karena Vans menjadi satu-satunya merek sepatu yang khusus berkaitan dengan olahraga solo seperti skateboard.

Perbedaan Sepatu Vans Asli dan Palsu

perbedaan vans asli dan kw
Perbedaan Sepatu Vans Asli dan KW

Sepatu Vans sampai saat ini memang tidak pernah kehilangan penggemar di seluruh penjuru Dunia, termasuk Indonesia. Karena banyaknya peminat, sepatu ini kerap kali ditiru. Oleh karena itu, banyak orang yang tertipu dengan sepatu vans palsu tersebut. Maka dari itu, berikut ini adalah perbedaan sepatu Vans asli dan yang palsu!

  1. Dari Segi Jahitan

Hal pertama yang menjadi perbedaan antara sepatu asli dan palsu adalah jahitannya. Sepatu Vans yang asli diketahui jahitannya akan sangat rapi. Bahkan, tidak ada cacat sekalipun pada bagian tersebut. Kalau jahitan yang ada tidak rapi, cacat, dan jarak jahitan tidak sama, maka bisa dipastikan Vans yang kamu lihat adalah palsu. Kamu bisa mengeceknya dengan congkel sedikit jahitan menggunakan kuku. Apabila jahitan masih tertata rapi dan tidak terangkat, sepatu tersebut adalah asli.

  1. Dari Segi Sole

Kalau sudah melihat bagian jahitan dan logo, sole bagian luar juga wajib kamu perhatikan. Untuk yang asli, pada bagian tengah sole terdapat pola bintang dengan 6 segi yang saling berhubungan dengan lainnya. Apabila tidak ada pola tersebut, bisa jadi itu adalah alas kaki Vans yang palsu.

Kemudian, sole sepatu asli juga akan terasa sedikit lengket. Ini dikarenakan, supaya sepatu tetap aman digunakan ketika bermain skateboard. Selain itu, sepatu juga tidak akan licin apabila dipakai untuk berjalan atau berlari. 

  1. Dari Segi Heel Pad

Langkah selanjutnya untuk mendeteksi apakah Vans yang kamu lihat asli atau palsu adalah dari heel pad-nya. Bagi yang belum tahu, heel pad merupakan logo yang berada di atas sambungan sepatu. Biasanya, heel pad ini terbuat dari karet tebal dan agak keras.

Untuk sepatu Vans asli, apabila ditekan oleh kuku tidak akan membekas. Kemudian, sablonan tulisan Vans agak tebal. Selain itu, bentuknya lebih presisi dengan setiap sisi ukurannya sama. Alasannya karena heel pad dicetak menggunakan mesin, sehingga tidak ada sisi yang lebih panjang. Sementara sepatu yang palsu, bahan heel pad lebih lembek dan tulisan Vans yang dicetak sangat tipis.

  1. Dari Segi Logo

Hal berikutnya yang bisa kamu lihat yaitu dari logonya. Di mana sepatu asli, huruf V membentuk seperti simbol akar pada matematika. Lalu huruf A, N, dan S yang ada berada di bawah akar matematika tersebut. Kemudian, di sampingnya ada huruf R yang berada di dalam lingkaran.

Semua huruf yang ada pada logo dicetak menggunakan huruf kapital. Selain itu, logo dibuat dengan cat yang kuat sampai menutupi pori insole, sehingga tidak mudah pudar. Lalu, posisi tulisan dari logo adalah menghadap ke sebelah kiri.

  1. Dari Segi Bobot

Cara selanjutnya yang kamu coba dengan mengangkat sepatu. Apabila sepatu terasa berat, bisa dipastikan itu adalah asli. Alasannya karena bahan yang baik dan berkualitas untuk Vans memiliki bobot yang berat. Jika sepatu ringan, bahannya tidak bagus, sehingga itu dapat dikatakan hanyalah sepatu tiruan. Namun, ini tak berlaku untuk Vans Old Skool keluaran Jepang, ya. Sepatu dari negara tersebut lebih ringan karena menyesuaikan dengan kondisi warga Jepang yang suka berjalan kaki.

  1. Dari Segi Kode Waffle pada Bagian Outsole

Sepatu Vans mempunyai sebuah kode waffle yang terletak di bagian outsole. Salah satunya seperti produk dari China yang mempunyai kode waffle IFC, HF, DT, SHC, ICC, dan ZDC. Kodenya sangat banyak, karena negara tirai bambu tersebut merupakan pabrik Vans terbesar di dunia dan memiliki mesin terbanyak. Untuk produk Vietnam kodenya berupa EVB dan Indonesia adalah GSI.

Namun, sayangnya kini banyak sekali pihak-pihak yang meniru kode waffle tersebut. Jadi, untuk pendeteksian dari kode waffle tidak bisa menjadi patokan.

  1. Dari Segi Tag Ukuran Sepatu

Tips terakhir untuk mendeteksi apakah sepatu tersebut asli atau palsu adalah dari tag ukuran sepatu. Tag ini berada di bagian lidah sepatu yang tebal, menempel kuat, mengkilat apabila terkena cahaya, dan terasa licin ketika kamu pegang. Selain itu, di tag juga terdapat kode produksi, misalnya “Made in Vietnam – TB4R”. Nah, untuk keasliannya, bisa kamu cocokkan dengan kode waffle yang terletak di bagian outsole. Apabila keduanya sama, maka bisa dikatakan bahwa alas kaki ini original. 

Nah, itulah sejarah sepatu Vans dan cara membedakannya dengan produk palsu. Nah, selamat mencoba!

Sumber Berita : Vans.com.sg

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->