Sabtu, 27 Februari 2021

5 Film Horor Indonesia Terbaik, Jangan Nonton Sendirian!


Film horor Indonesia telah mengalami perkembangan kualitas beberapa tahun belakangan ini. Hal ini tak lepas dari selera penonton Indonesia yang sudah semakin pandai dalam menilai kualitas film. Kita sudah lelah dikagetkan atau disuguhi cerita horor yang terlalu direkayasa.

Tantangan film horor adalah untuk meyakinkan penonton akan cerita yang disampaikan dengan tujuan meneror penonton. Naskah yang ditulis harus berkualitas, kemudian didukung dengan pengarahan yang baik, produksi, lokasi dan properti yang otentik, hingga kualitas akting pemainnya. Berikut adalah daftar film horor Indonesia terbaik di era modern yang telah memenuhi standar film horor yang dieksekusi dengan serius.

5 Film Horor Indonesia Terbaik (2017-2020)

Pengabdi Setan (Film Horor 2017)

Pengabdi Setan merupakan salah satu judul film horor Indonesia yang tidak bisa dilupakan dalam daftar terbaik ini. Pertama, salah satu faktor yang mendukung kesuksesan film ini adalah promosinya yang berhasil membangun hype masyarakat kala itu. Joko Anwar sangat percaya diri bahwa filmnya ini patut ditonton karena benar-benar berkualitas.

Tak hanya promosi secara umum dengan trailer dan press kit, Joko Anwar sendiri mau berkolaborasi dengan beberapa YouTuber lokal dengan konten berkualitas untuk mempromosikan filmnya. Pengabdi Setan pun membuktikan bahwa film ini memang patut mendapatkan antusiasme besar karena kembali menaikan standar film horor di Indonesia.

Ratu Ilmu Hitam (2019)

Ratu Ilmu Hitam sebetulnya merupakan salah satu film yang diadaptasi dari koleksi horor lawas Indonesia dengan judul serupa pada tahun 1981. Sama dengan Pengabdi Setan yang diadaptasi dari versi pertamanya di tahun 1980.

Joko Anwar kali ini hanya mengambil bagian dalam penulisan naskah film, Ratu Ilmu Hitam versi 2019 disutradarai oleh Kimo Stamboel. Jika versi pertamanya lebih fokus pada tokoh Murni yang diperankan oleh Suzanna, versi terbaru menyuguhkan kisah dari perspektif korban Sang Ratu ilmu hitam. Film ini didominasi dengan banyak adegan gore dan kengerian yang akan bikin penonton merinding. Divisi makeup artist dalam film ini patut diapresiasi karena mampu merekayasa luka dan penampilan karakter secara detail.

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Sebelum Iblis Menjemput merupakan film horor karya Timo Tjahjanto, dibintangi oleh Chelsea Islan dan Pevita Pearce. Film ini sudah memiliki sekuel keduanya yang lebih bagus penulisan ceritanya dibandingkan yang pertama. Jadi, untuk memahami kisah dari sekuelnya, mau tak mau kita harus menonton film pertamanya. Sebelum Iblis Menjemput memiliki cerita horor bertema perjanjian dengan setan yang sudah cukup banyak diadaptasi sebelumnya. Buat penonton yang suka ditakuti-takuti oleh penampakan sosok menyeramkan, film ini memiliki desain makhluk gaib yang cukup meneror.

Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Satu lagi film horor dari sutradara Joko Anwar yang sempat mencuri perhatian penikmat film lokal yaitu Perempuan Tanah Jahanam. Kesuksesan Pengabdi Setan membuat sutradara kawakan Indonesia ini semakin dinanti-nanti film horor terbarunya. Dengan latar kehidupan yang mulai memasuki zaman modern, Perempuan Tanah Jahanam bercerita tentang Maya dan temannya Dini yang sedang mengalami kesulitan finansial. Ketika sudah putus asa, Maya pun mengajak sahabatnya pulang ke kampung halamannya dengan harapan mendapatkan warisan. Alih-alih rezeki, Maya dan Dini justru harus menghadapi nasib sial yang mengerikan.

Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018)

Kafir: Bersekutu dengan Setan merupakan film horor karya sutradara Azhar Kinoi Lubis. Sri adalah seorang istri yang dikaruniai oleh dua anak. Namun, ketika sang suami, Herman, meninggal secara tidak wajar, kehidupan Sri pun mulai terusik dengan bayangan-bayangan yang membuatnya paranoid.

Sutradara dan penulis Kafir hendak mengangkat kembali materi horor lawas dengan membawa kita kembali latar waktu tahun 80-90an. Hal tersebut membuat materi supranatural yang hendak disajikan terasa lebih menyakinkan dengan kehidupan di masa minim teknologi, dimana orang masih percaya dengan kutukan dan pergi ke dukun.

Jababeka industrial Estate

(Sumber : Cultura.id)

BACAAN TERKAIT