Selasa, 2 Maret 2021

Desain Baru dari SPRITE yang Lebih Mudah Untuk Didaur Ulang


Melakukan perubahan memang nggak selalu mudah. Apalagi kalau perubahan tersebut dilakukan terhadap bagian identitas diri. Akan tetapi, jika sebuah perubahan yang harus dilakukan bertujuan untuk kebaikan, nggak ada alasan menolak sebelum mencoba.

Adalah SPRITE yang baru saja melakukan perubahan besar terhadap salah satu bagian identitas yang sejak tahun 1971 telah jadi ciri khas. Yup, minuman ringan rasa lemon-lime ini memutuskan mengubah botol hijau nan ikonik menjadi botol PET jernih.

Kira-kira apa alasan SPRITE mengubahnya?

Botol plastik PET jernih jauh lebih mudah didaur ulang dibanding botol plastik PET berwarna

finroll botolsprite

Keputusan SPRITE mengubah penggunaan botol hijau ikonik menjadi botol PET jernih dilandasi alasan pengolahan sampah yang lekat dengan persoalan lingkungan. Untuk diketahui, botol PET jernih yang biasa digunakan untuk mengemas minuman ringan, jauh lebih mudah didaur ulang dan punya nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan botol PET berwarna.

Perubahan botol ini diresmikan SPRITE dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional 2021 yang mengusung tema “Sampah Bahan Baku Ekonomi Saat Pandemi”.

Director of Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo mengatakan perubahan ini juga menandai komitmen Coca-Cola Indonesia dalam mewujudkan visi “World Without Waste”.

“(Perubahan) ini adalah bagian komitmen kami yang berupaya menggunakan bahan kemasan yang lebih mudah didaur ulang. Botol jernih ini akan mempermudah proses daur ulang, selain juga fleksibel untuk didaur ulang menjadi aneka barang dibanding botol berwarna,” kata Triyono Prijosoesilo dalam konferensi pers virtual Sprite #LihatDenganJernih.

Perubahan warna botol SPRITE dapat membantu industri daur ulang

Senada dengan Triyono Prijosoesilo, Managing Director Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano mengatakan botol PET jernih punya berbagai keunggulan after-use yang akan membantu industri dibanding botol PET berwarna.

finroll spriteteam

Di antaranya lebih mudah dikonversikan berulang kali seperti menjadi botol PET, ringan, dan punya kualitas yang juga lebih tinggi serta nggak mudah pecah.

“Botol PET jernih akan membantu industri daur ulang. Selain karena lebih mudah didaur ulang, harga botol PET jernih juga lebih mahal,” terang Sano.

Meski begitu, Sano menegaskan kunci dari suksesnya pengelolaan sampah daur ulang terletak pada kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah. Ia menekankan pada kebiasaan memilah sampah yang belum dijalankan secara maksimal.

Jababeka industrial Estate

Dijelaskan bahwa Indonesia sudah punya sistem distribusi sampah daur ulang yang terintegrasi. Secara infrastruktur Indonesia bisa dibilang siap untuk mendaur ulang sampah.

Hanya saja, hingga saat ini bahan daur ulang yang diproses di Indonesia didapat melalui impor. Belum terbiasa memilah sampah dan tidak  membuang sampah pada tempatnya adalah salah satu penyebabnya.

“Ini karena masyarakat Indonesia masih nyampur buang sampahnya. Selama infrastruktur bisa menerima bahan daur ulang, sistem daur ulang (di Indonesia) jalan. Tugas kita saat ini adalah sistemasi bukan integrasi,” jelas Sano.

Karena edukasi menjadi bagian nggak terpisahkan dari kesuksesan pengelolaan sampah daur ulang, SPRITE dalam kesempatan ini juga meluncurkan project #LihatDenganJernih, yaitu sebuah gerakan kolektif yang mengajak masyarakat untuk dapat mengelola dan mengumpulkan sampah kemasan botol plastik PET, untuk kemudian didaur ulang jadi benda bermanfaat.

Dalam gerakan ini SPRITE menggandeng Waste4Change sebagai mitra pengumpulan sampah, dan PlusTik sebagai mitra daur ulang yang akan memproduksi benda bermanfaat berupa kacamata. Kacamata tersebut nantinya akan didonasikan kepada mereka yang membutuhkan melalui Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia.

Selain mengedukasi pengelolaan sampah, gerakan ini bertujuan membantu mereka yang memiliki kekurangan penglihatan agar dapat melihat dengan lebih jernih

Senior Brand Manager PT Coca-Cola Indonesia, Fitriana Adhisti mengatakan, perubahan botol SPRITE yang diiringi peluncuran gerakan #LihatDenganJernih diharapkan dapat mendorong konsumen SPRITE menjadi penggerak perubahan laju daur ulang kemasan plastik di Indonesia.

finroll fitrianan

“Project #LihatDenganJernih dirancang untuk membantu meningkatkan laju daur ulang kemasan plastik di Indonesia. Semoga kemasan baru botol SPRITE jernih ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia, dan tentunya memberikan dampak positif terhadap proses daur ulang serta implementasi ekonomi sirkular di Indonesia,” kata Fitriana.

Project #LihatDenganJernih akan berlangsung selama dua bulan mulai Maret hingga April 2021. Nah, 500 konsumen pertama yang ikut berpartisipasi dalam gerakan ini berkesempatan juga mendapatkan kacamata hasil daur ulang tersebut, loh.

Cara partisipasinya cukup gampang. Kamu hanya perlu mengumpulkan sampah botol plastik PET jernih sebanyak delapan buah. Empat diantaranya harus dari SPRITE, ya. Nah, nanti sampah tersebut tinggal kamu kirimkan ke bank sampah mitra Waste4Change terdekat. Untuk pantau informasi untuk partisipasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi Instagram Sprite.

Perubahan botol ini berlaku untuk semua varian ukuran SPRITE botol. Soal harga maupun rasanya yang nyegerin, Fitriana bilang nggak ada yang berubah.

(Sumber : hipwee.com)

BACAAN TERKAIT