Film Marvel Eternals Belum Tayang Banjir Kritik, Kenapa?

  • Bagikan
finroll film marvel eternals belum tayang banjir kritik, kenapa
finroll film marvel eternals belum tayang banjir kritik, kenapa

Film terbaru dari Marvel Studios, Eternals, mungkin menjadi salah satu bagian paling ‘memecah belah’ di Marvel Cinematic Universe (MCU). Pasalnya film yang ambisius dan unik ini banjir pujian sekaligus kritik.

Mengutip CNBC International, untuk beberapa kritikus, arahan Zhao ditambah dengan pemeran baru yang ‘beragam’ sudah cukup untuk membuat “Eternals” menonjol di MCU. Namun, yang lain kurang yakin bahkan kecewa karena film akhirnya kembali ke formula tradisional Marvel.

Para kritikus film di Amerika Serikat (AS) mengatakan film anak perusahaan dari Walt Disney Studios itu terlalu padat. Film yang disutradarai oleh pemenang Academy Award, Chloe Zhao ini memperkenalkan 10 karakter baru, anggota ras makhluk abadi yang telah menghabiskan 7.000 tahun di Bumi untuk melindungi dari ‘binatang buas’ yang dikenal sebagai Deviants.

“Anda berjalan keluar dalam kesadaran yang menyedihkan bahwa Anda baru saja melihat salah satu film paling menarik yang pernah dibuat Marvel, dan  yang paling tidak menarik yang pernah dibuat Chloe Zhao,” tulis Justin Chang dalam ulasannya untuk The Los Angeles Times.

“Serius, (Eternals) sungguh membosankan. Baru memenangkan Oscar Sutradara Terbaik untuk ‘Nomadland,’ Chloe Zhao malah membuat salah satu film terburuk MCU,” kata Johnny Oleksinski dalam ulasannya untuk New York Post.

“Semua karakter sama-sama hambar,” katanya lagi, mengkritik tim superhero karena terlalu generik dan tidak sempurna.

Dalam cerita tersebut, setiap anggota Eternals memiliki kekuatan khusus. Mereka sama-sama memiliki kekuatan super, kekebalan, penyembuhan yang cepat, dan bisa terbang

Makhluk-makhluk ini tersebar di berbagai daerah. Sirse (Gemma Chan) misalnya bekerja sebagai kurator museum di London.

Dia memiliki hubungan romantis dengan Ikaris (Richard Madden) selama berabad-abad. Tetapi juga terlibat dengan seorang manusia bernama Dane (Kit Harington).

Ada juga Kingo (Kumail Nanjiani), seorang bintang Bollywood yang populer. Lalu Gilgamesh (Don Lee) orang kuat yang hidup terisolasi di pedalaman Australia serta Phastos (Brian Tyree Henry) yang tinggal di pinggiran kota Chicago bersama suami dan putranya.

Terdapat pula tokoh Sprite (Lia McHugh) yang muncul sebagai anak remaja androgini dengan kemampuan untuk menciptakan ilusi dan Druig (Barry Keoghan) menjauhkan diri dari kelompoknya karena tidak setuju dengan bagaimana mereka telah berinteraksi dengan umat manusia selama berabad-abad.

Anggota Eternals lainnya termasuk Makkari (Lauren Ridloff), yang tuli dan memiliki kecepatan super, lalu Thena (Angelina Jolie), seorang pejuang tangguh yang berjuang dengan kondisi mental yang berasal dari terlalu banyak kenangan. Serta Ajak (Salma Hayek), pemimpin kelompok yang menjaga rahasia tentang mengapa tim dikirim ke Bumi sejak awal.

“Kesatuan mereka yang mengalir bebas, all-for-one yang meluas, semangat, keragaman karakter,  merupakan sesuatu yang dihadirkan film dengan upaya ‘tanpa masalah’ yang membuat mereka menjadi prototipe pemenang dari pahlawan super dunia yang lebih inklusif,” tulis Owen Gleiberman dalam ulasannya tentang film untuk Variety.

“Empat dari Eternals berwarna putih, tiga orang Asia, dua kulit hitam, dan satu orang Latin. Yang satu gay, yang satu tuli, dan yang satu lagi remaja androgini yang tidak pernah dewasa.”

Saat ini, film tersebut meraih 62% “Fresh” rating di Rotten Tomatoes dari 107 ulasan. Persentase ini dapat berubah selama minggu depan karena lebih banyak ulasan ditambahkan ke situs tersebut.

Sumber : cnbcindonesia.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->