Selasa, 6 Juli 2021

Iwan Fals Berharap Penimbun Oksigen dan Obat-obatan Dihukum Seberat-beratnya


Musikus Iwan Fals berharap para penimbun oksigen serta obat-obatan di masa pandemi covid-19 dihukum seberat-beratnya.

Hal tersebut disampaikan melalui akun miliknya di Twitter. Iwan Fals menilai oknum yang menimbun oksigen, obat, hingga kebutuhan dasar demi keuntungan merupakan orang serakah.

“Ya iyalah, para penimbun oksigen, obat-obatan, vitamin serta kebutuhan dasar untuk hidup, demi keuntungan dan karena keserakahan di masa pandemi ini, ya harus dihukum seberat-beratnyalah,” ungkap Iwan Fals, Senin (5/7). Pelantun Bento itu menyoroti rasa kemanusiaan oknum penimbun oksigen dan obat-obatan. Menurut Iwan Fals, apa yang dilakukan sangat tega.

Twit Iwan Fals spontan menuai komentar dari netizen.

Banyak followers yang setuju dengan Iwan Fals terkait hukuman bagi para penimbun oksigen.

Jakarta, CNN Indonesia — Musisi Iwan Fals mengomentari penimbun oksigen, obat-obatan, vitamin dan kebutuhan dasar lainnya di tengah lonjakan kasus Covid-19. Komentar itu disampaikan Iwan lewat sebuah cuitan di akun Twitter pribadinya.
Menurut Iwan, orang-orang yang menimbun oksigen dan kebutuhan lain demi keuntungan itu harus dihukum seberat mungkin.

“Ya iyalah, para penimbun oksigen, obat2an, vitamin serta kebutuhan dasar utk hidup, demi keuntungan dan karena keserakahan di masa pandemi ini, ya harus dihukum se-berat2nyalah… Tega amat,” tulis Iwan.

Cuitan Iwan Fals ini dilatarbelakangi kelangkaan oksigen di banyak daerah di Indonesia beberapa hari terakhir. Pasien Covid-19 di rumah sakit maupun isolasi mandiri kesulitan mendapatkan tabung oksigen.

Krisis oksigen ini bahkan menyebabkan 33 pasien di RSUP Dr Sardjito Sleman, Yogyakarta meninggal dunia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut kebutuhan oksigen melesat dari 400 ton menjadi 2.500 ton per hari. Saat ini, banyak pasien Covid-19 di rumah sakit bergejala berat-kritis yang membutuhkan oksigen untuk perawatan.

CIMB NIAGA

Juru Bicara (Jubir) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi meminta masyarakat dan distributor tidak menimbun oksigen medis dan obat-obatan Covid-19 pada masa darurat pandemi.

“Ini masa genting bukan saatnya mengambil kesempatan pribadi. Sekali lagi saya sampaikan hukuman pasti menanti. Saya ulangi lagi hukuman pasti menanti bagi mereka yang mengeksploitasi masa darurat demi kepentingan pribadi,” kata Jodi dalam konferensi pers melalui kanal YouTube BNPB, Minggu (4/7).

Lebih lanjut, Jodi mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mempercepat pengadaan obat, oksigen, dan alat kesehatan pada masa pandemi.

Kami menyadari ketersediaan oksigen terbatas, maka dari itu pemerintah akan mencari oksigen secara maksimal baik dari industri lokal maupun impor,” tutur Jodi.

Dia juga meminta masyarakat yang tidak mengalami situasi kritis akibat Covid-19 untuk tidak membeli apalagi menimbun oksigen medis. Ia meminta masyarakat umum sadar akan kebutuhan oksigen medis untuk pasien Covid-19 saat ini.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT