Jumat, 2 Juli 2021

Yuni Shara Tak Terima Dibilang Temani Anak Nonton Film Dewasa


Menurut Yuni, apa yang diberitakan itu tak sesuai dengan maksud ucapannya.

Dream – Yuni Shara tak terima dengan pemberitaan mengenai dirinya menemani kedua putranya menonton film dewasa.

Menurut Yuni, apa yang diberitakan itu tak sesuai dengan maksud ucapannya terhadap Venna Melinda. Karena memang Yuni blak-blakan menceritakan ini semua di channel YouTube Venna Melinda.

” Sebagai Seorang ibu, saya sangat kecewa dan keberatan dengan pemberitaaan media konsultasi online yang telah mengutip dari obrolan saya di YouTube channelnya @vennamelindareal tanpa ijin/konfirmasi, mengubah arah berita hingga memberi judul yang menggiring opini negatif,” ujar Yuni Shara dikutip dari akun instagramnya, Kamis 1 Juli 2021.

Yuni membantah keras menamani kedua putranya untuk menonton film dewasa.

” Tidak mungkin dan tidak pernah saya mengatakan menemanin anak saya nonton film orang dewasa. Rasanya saya masih waras alias durung gendheng rek,” ucap dia.

Memang pernyataan Yuni mengenai menemani anaknya menonton film dewasa, dimuat beebrapa media online di Indonesia.

Bahkan kini termasuk media asing yang juga memberitakan kabar tersebut, salah satunya Australia 7news dan The Sun.

Yuni Shara Blak-blakan Temani Anak Nonton Film Dewasa, Ternyata Ini Alasannya

Dream – Penyanyi Yuni Shara menjadi perbincangan publik usai video wawancaranya dengan Venna Melinda viral di media sosial. Dalam kesempatan itu, Yuni Shara blak-blakan soal caranya mendidik anak, khususnya berkaitan dengan pendidikan seks.

Dalam wawancaranya tersebut, Yuni menceritkan dirinya sering kali menemani anak-anaknya menonton film dewasa. Menurut Yuni, hampir tidak mungkin remaja tidak terpapar konten pornografi.

” Anak-anakku kebetulan anak-anak yang terbuka. Enggak mungkinlah ya anak-anak kita nggak nonton film porno, mau yang jenis anime atau jenis apapun segala macem, akan ada,” tutur Yuni Shara dikutip dari kanal YouTube Venna Melinda Channel, Minggu 27 Juni 2021.

CIMB NIAGA

Temani Menonton

Kakak dari diva pop Indonesia Krisdayanti itu mengaku lebih memilih untuk menemani anak-anaknya, Cavin Obrient Salomo Siahaan dan Cello Obient Siahaan saat menonton film dewasa.

” Jadi mendingan dari pada gini-gini mending kita jadi temen aja, ‘gimana nonton kayak gini, asik ya?’, ‘bunda jangan gini-gini’, ‘aduh biasa aja bro’, aku gitu,” ungkap Yuni Shara dalam vlog Venna Melinda dikutip Minggu, 27 Juni 2021.

Kata Pakar

Pernyataan Yuni menuai kontroversi. Terlebih, konten pornografi memang menjadi hal tabu dan sesitif di Indonesia.

Psikolog Pendidikan Anak dan Remaja Rumah Dandelion, Agstried Piether, turut berkomentar mengenai hal ini. Dia menilai apa yang dilakukan Yuni Shara merupakan sikap yang tepat.

Jika orangtua mendapati anak menonton konten dewasa, tidak sepatutnya dimarahi. Namun tidak marah bukan berarti sama dengan tidak mendampingi menonton film porno.

” Iya betul sekali, ketika kita memergoki anak nonton film porno, sepanik apapun kita sebaiknya kita tidak marah karena akhirnya anak hanya akan melakukan lagi dengan diam-diam,” kata Agstried.

” Sebaliknya, tanyakan pada anak apa yang mendorong ia menonton film porno? Penasaran? Ikut-ikutan teman? Nah, lewat hasil diskusi tersebut orangtua dapat memberikan pendidikan seks yang faktual, berdasarkan ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan film porno,” kata Agstried yang merupakan lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Pentingnya Seks Edukasi

Agstried melanjutkan, film atau konten pornografi sendiri memiliki bahaya serius terhadap anak terutama di bawah umur. Yang dikhawatirkan adalah apabila anak menerima informasi yang salah.

” Jadi mari biasakan anak mencari pengetahuan dari sumber yang benar dan terpercaya. Jangan lupa sesuaikan juga pendidikan seks pada anak sesuai dengan usianya,” kata dia.

Agstried menambahkan bahwa memberikan pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sedini mungkin dan tak lupa mengenalkan kepada anak organ seksual.

” Menyebut penis sebagai penis. Vagina sebagai vagina. Selain itu, sejak balita juga sudah harus diberikan edukasi tentang menjaga kebersihan organ, memahami mana anggota tubuh yang boleh disentuh atau tidak boleh disentuh, siapa saja yang boleh membantu mandi dan ganti baju, dan siapa saja yang boleh melihat tubuh anak,” pungkas dia.

Sumber : dream.co.id

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT