“Terbang” dengan Tom Cruise berkat layar panoramik 270 derajat

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) – Layar ScreenX yang merupakan layar panoramik 270 derajat memberikan pengalaman yang lebih seru untuk menikmati film, terutama keluaran teranyar Tom Cruise, yakni “Top Gun: Maverick”.

Layar yang ada di bioskop CGV Grand Indonesia itu membuat penonton bisa melihat adegan lebih luas, karena gambar tak cuma ditampilkan di layar depan, tetapi juga di layar yang ada di kiri dan kanan. ScreenX adalah auditorium multi-proyeksi yang memberikan tayangan sinematik di luar batas layar.

Di dalam bioskop dengan layar ScreenX, penonton bisa melihat ada 56 menit adegan yang khusus dibuat untuk ditampilkan di layar panoramik 270 derajat. Dikutip dari Boxofficepro pada Sabtu, ini adalah konten Screenx terpanjang yang pernah diproduksi untuk film ScreenX.

Sejak awal, penonton seakan diajak untuk ikut menjadi bagian dalam cerita, apalagi latar belakang film mengenai pilot pesawat tempur ini memang sangat memungkinkan untuk ditampilkan dalam tiga layar.

Baca juga: Tom Cruise janjikan evolusi di sekuel “Top Gun”

Situasi di landasan pacu hingga sudut pandang di dalam pesawat tempur yang berputar-putar di langit luas menjadi lebih seru dalam auditorium multi-proyeksi ini, membuat penonton seakan terbang bersama Tom Cruise karena terbawa suasana.

Ada banyak suguhan adegan yang memperlihatkan tokoh Tom Cruise beserta para pilot muda memamerkan kelihaian mereka dalam mengendalikan pesawat di angkasa. Adegan-adegan itu jadi tontonan yang lebih “hidup” menarik ketika disaksikan di tiga layar.

Pengalaman ini sejalan dengan apa yang selama ini ditekuni oleh sang pemeran utama, Tom Cruise. Ketika mengunjungi festival film Cannes tahun ini, Cruise menyatakan, “”Saya membuat film untuk layar lebar… Saya menyukai pengalaman ini dan saya ingin pembuat film lain memiliki pengalaman itu.”

“Top Gun: Maverick” adalah sekuel dari “Top Gun” yang tayang pada 1986.

Dalam film barunya, pilot Maverick yang diperankan oleh Cruise kembali ke sekolah TOPGUN di mana dia melatih para penerbang muda. Salah satunya adalah Rooster, putra dari Goose, yang meninggal di film original tahun 1986 di mana momen tersebut masih menghantui Maverick, meski dia sedang bersiap menghadapi misi yang mematikan.

Meski filmnya dibuka dengan adegan nostalgia dan menampilkan aktor di film asli seperti Val Kilmer, film ini sebagian besar menampilkan sekelompok aktor muda. Film ini juga memasukkan teknologi mutakhir seperti fighter drone, sesuatu yang betul-betul dipantau dan dievaluasi oleh Cruise selama bertahun-tahun.

“Top Gun: Maverick” disutradarai oleh Joseph Kosinski, yang juga dibintangi Miles Teller, Jennifer Connelly, Jon Hamm, Glen Powell, Lewis Pullman, Danny Ramirez, Monica Barbaro, Ed Harris dan Val Kilmer, kembali sebagai Iceman.

“Top Gun” asli, disutradarai oleh mendiang Tony Scott dan dirilis pada 1986, yang membantu nama Cruise terkenal di seluruh dunia.

Sekuel “Top Gun” telah menghadapi jalan panjang ke layar lebar dan tertunda beberapa kali karena tekanan COVID-19 pada bisnis teater.

Baca juga: “Top Gun: Maverick”, misi terakhir yang memacu adrenalin

Baca juga: Cerita Tom Cruise kembali terbangkan pesawat di “Top Gun: Maverick”

Baca juga: Tom Cruise: Saya membuat film untuk layar lebar

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->