Minggu, 21 Februari 2021

Benarkah Daun Ashitaba Dapat Membuat Kita Panjang Umur ?


Ashitaba merupakan tumbuhan yang masih tergolong ke dalam keluarga Aplaceae dan memiliki nama latin Angelica keiskei. Ashitaba merupakan spesies tanaman yang masih memiliki kekerabatan dengan keluarga wortel.

Tanaman Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan tanaman yang berasal dari Pulau Hachijo, Jepang yang disebut sebagai pulau panjang umur. Disebut sebagai pulau panjang umur dikarenakan penduduk pulau tersebut terkenal dengan umurnya yang panjang. Rahasia umur panjang penduduknya karena setiap hari mereka mengkonsumsi daun ashitaba.

Daun ashitaba merupakan tanaman endemik di daerah Semenanjung Bōsō, Semenanjung Miura, Semenanjung Izu, dan Kepulauan Izu. Daun ashitaba merupakan tumbuhan yang sering kali digunakan sebagai bahan makanan dan juga dapat digunakan sebagai obat herbal tradisional.

Manfaat Daun Ashitaba Pada Kesehatan

Kandungan gizi dan senyawa yang terdapat di dalam daun ashitaba diketahui dapat memberikan beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh:

1. Daun Ashitaba Menyehatkan Kulit dan Rambut

Ashitaba dapat digunakan untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan kulit dan rambut. Hal ini dikarenakan ashitaba memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi, salah satu jenis vitamin E ini disebut tokoferol yang berguna dalam meregenerasi sel kulit yang mati dan juga sel rambut.

Tokoferol dapat melakukan regenerasi sel-sel kulit dan rambut yang mati dikarenakan tokoferol dapat merangsang tubuh untuk lebih banyak memproduksi zat kolagen yang merupakan zat yang dapat meregenerasi sel mati pada kulit dan rambut.

2. Daun Ashitaba Menjaga Kesehatan Jantung

Ashitaba dapat memberikan kesehatan kepada organ jantung dikarenakan memiliki beberapa senyawa yang dapat meringankan kerja jantung dalam mendistribusikan darah pada tubuh. Senyawa-senyawa tersebut seperti kalium, fosfor dan vitamin K.

Masing-masing senyawa tersebut memiliki peranan yang penting di dalam tubuh, salah satu contohnya seperti kalium yang dapat mengurangi kadar cairan di dalam tubuh yang dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.

Selain itu, terdapat senyawa fosfor yang berfungsi dalam menstabilkan irama detak jantung dengan cara mempengaruhi jaringan saraf dan otot yang mempengaruhi detak jantung.

3. Daun Ashitaba Sebagai Antikanker

Ashitaba diketahui memiliki kandungan yang dapat berfungsi sebagai antikanker di dalam tubuh. Beberapa senyawa tersebut terdapat di dalam batang dan daun ashitaba, seperti xanthoangelol dan hydroxyderricin. Kedua senyawa tersebut diketahui bersifat sitotoksik yang merupakan senyawa yang dapat merusak sel kanker di dalam tubuh sehingga sel kanker kemudian mati dan tidak dapat berkembang.

Jababeka industrial Estate

Selain itu, senyawa seperti flavonoid dan fenolik juga memiliki peranan dalam mempengaruhi proses poliferasi di dalam sel kanker yang menyebabkan sel kanker tidak dapat berkembang dan menyebar ke seluruh jaringan.

4. Daun Ashitaba Menyehatkan Mata

Ashitaba memiliki kandungan vitamin A yang cukup tinggi di dalamnya, yang mana vitamin A merupakan zat yang paling dibutuhkan oleh mata untuk menjalankan fungsinya, yaitu pengelihatan. Hal ini dikarenakan vitamin A diketahui dapat meningkatkan produksi zat rhodopsin yang terdapat di dalam mata yang befungsi sebagai penangkap cahaya pada mata. Tanpa zat rhodopsin, fungsi mata akan dapat terganggu.

Selain itu, vitamin A juga berperan dalam mengubah cahaya yang ditangkap menjadi impuls-impuls listrik yang kemudian disalurkan melalui jaringan saraf menuju ke otak untuk di terjemahkan.

5. Daun Ashitaba Meningkatkan Imun Tubuh

Kandungan vitamin C dan vitamin A yang terdapat di dalam ashitaba diketahui dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Hal ini dikarenakan kedua vitamin tersebut dapat meningkatkan produksi sel T yang diketahui dapat membunuh berbagai macam bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, vitamin c juga dapat meningkatkan respositivitas sistem imunitas tubuh terhadap ancaman berbahaya yang ada di dalam tubuh, sehingga tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya.

Sumber : idnMedis

BACAAN TERKAIT