Jumat, 26 Februari 2021

Daun Katuk Sayuran Beribu Manfaat


Katuk (Sauropus androgynus) adalah spesies tumbuhan yang banyak terdapat di Asia Tenggara termasuk ke dalam genus sauropus dalam suku phyllanthaceae.  Daun katuk merupakan sayuran minor yang dikenal memiliki khasiat memperlancar aliran air susu ibu (ASI). Oleh masyarakat Indonesia, daun katuk biasa diolah menjadi campuran bahan masakan atau dikonsumsi langsung sebagai lalap. Daun katuk juga dapat dikonsumsi sebagai teh herbal dan suplemen.

Kandungan Nutrisi Daun Katuk

Katuk merupakan tanaman dengan kandungan nutrisi yang cukup bervariasi. Di dalam 100 gram daun katuk, terkandung sekitar 35 kalori dan beragam nutrisi, seperti:

  • 5–7 gram protein
  • 1 gram lemak
  • 1,8–2 gram serat
  • 250 miligram vitamin C
  • 190 miligram folat
  • 1 miligram zinc
  • 45 miligram kalium
  • 120 miligram magnesium
  • 170 miligram kalsium
  • 2,7 miligram zat besi

Daun katuk juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, dan beragam antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, lutein, dan zeaxanthin.

finroll daunkatuk

Manfaat Daun Katuk bagi Kesehatan

Berkat kandungan nutrisi, antioksidan, dan berbagai zat di dalamnya, daun katuk memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, yaitu:

1. Daun Katuk Menurunkan kadar gula darah

Beberapa riset menunjukkan bahwa salah satu manfaat daun katuk adalah menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Dengan demikian, daun katuk baik dikonsumsi untuk melindungi tubuh dari risiko diabetes.

2. Daun Katuk Mencegah obesitas

Obesitas adalah masalah kesehatan ketika penderitanya memiliki berat badan berlebih, akibat penumpukan jaringan lemak di dalam tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak daun katuk dipercaya dapat mengurangi pembentukan jaringan lemak, sehingga baik untuk mencegah obesitas. Sayangnya, manfaat daun katuk ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

3. Daun Katuk Menyembuhkan luka

Ekstrak daun katuk mengandung antioksidan serta efek antiradang dan antibakteri. Berkat efek tersebut, ekstrak daun katuk diyakini dapat mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan luka.

4. Daun Katuk Mengatasi peradangan

Daun katuk mengandung zat antiradang yang dapat mengurangi peradangan. Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera dan akan membaik dengan sendirinya.

Meski demikian, peradangan terkadang bisa terjadi dalam waktu lama. Seiring waktu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan kanker.

CIMB NIAGA

5. Daun Katuk Meningkatkan produksi ASI

Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Sebuah penelitian menyatakan bahwa daun katuk terbukti dapat meningkatkan jumlah kedua hormon tersebut di dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.

Namun, daun katuk bukanlah satu-satunya cara untuk memperbanyak ASI. Untuk melancarkan produksi ASI, ibu menyusui perlu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan minum air putih, mencukupi waktu istirahat, serta mengurangi stres.

6. Daun Katuk Meningkatkan daya tahan tubuh

Daun katuk mengandung banyak vitamin C, vitamin A, dan antioksidan yang baik untuk memperkuat daya tahan tubuh. Tak hanya itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Daun katuk memang menyimpan beragam manfaat yang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, efektivitas dan tingkat keamanan daun katuk sebagai suplemen atau obat hingga saat ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Jika Anda memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Terlebih, bila Anda hendak menggunakan daun katuk sebagai pengobatan herbal atau dalam bentuk suplemen.

(Sumber: alodokter.com)

BACAAN TERKAIT