Selasa, 19 Oktober 2021

Persalinan Caesar Pulih Lebih Cepat dengan Metode ERACS


Setelah menjalani operasi Caesar, ibu umumnya membutuhkan waktu pemulihan yang lama. Namun kini, inovasi dunia kesehatan memungkinkan persalinan Caesar pulih lebih cepat dengan metode ERACS.

Metode persalinan ERACS dikenal juga dengan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Zeissa Rectifa Wismayanti mengatakan metode persalinan ERACS adalah proses melahirkan yang diterapkan dalam tindakan operasi Caesar dengan tujuan mempersingkat masa perawatan pasien pascaoperasi.

Metode persalinan ERACS juga memungkinkan proses kelahiran lebih minim rasa nyeri.

“Setiap proses melahirkan atau operasi apapun pasti menimbulkan rasa nyeri pada pasien yang menjalankannya. Tapi melalui ERACS ini, proses operasi lebih minim rasa nyeri,” kata Zeissa dalam webinar Metode Pemulihan Cepat pada Persalinan, Jumat (15/10).

Zeissa mengatakan setiap ibu yang melahirkan dengan metode ERACS bisa melakukan kegiatan dan merawat bayi lebih cepat. Misalnya, berjalan ke kamar mandi, menyusui, hingga duduk nyaman tanpa kesakitan karena banyak bergerak. Masalah-masalah ini biasanya kerap muncul setelah operasi Caesar biasa.

“Seperti tidak beda dengan melahirkan pervaginam yang membuat para ibu lebih mudah dan cepat bergerak bebas,” kata Zeissa.

Asal mula ERACS dalam dunia persalinan
Zeissa menjelaskann ERACS adalah pengembangan dari konsep Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) yang biasa diterapkan dalam banyak operasi, selain persalinan.

Seorang pasien yang melakukan bedah atau operasi dengan metode ERAS dapat pulih lebih cepat. Mereka dapat memangkas waktu menjalani rawat inap pascaoperasi di rumah sakit

“Kemudian konsep ini dikembangkan pada metode persalinan Caesar yang memang sistemnya melahirkannya dengan cara bedah,” kata dia.

Zeissa menyebut metode ERACS pertama kali dilakukan pada pasien yang hendak melahirkan pada 2013 di Inggris. Di Indonesia, baru terdapat beberapa rumah sakit yang telah menerapkan ERACS bagi ibu yang hendak melahirkan dengan cara Caesar.

CIMB NIAGA

Proses melahirkan dengan metode ERACS
Terdapat serangkaian medis yang harus dijalani para ibu sebelum melakukan metode persalinan ERACS. Dokter akan memastikan apakah ibu memenuhi kriteria untuk menjalani operasi caesar dengan metode ERACS. Tindakan ini juga merupakan tindakan medis yang bersifat multidisplin.
Berikut langkah-langkah melahirkan dengan metode ERACS:

1. Evaluasi dokter
Hal pertama yang dilakukan adalah evaluasi dan pemeriksaan dari dokter yang bertanggung jawab pada pasien. Ibu juga harus minum minuman yang mengandung gula sebelum melakukan operasi. Hal ini berguna sebagai sumber tenaga saat prosedur dilakukan.

2. Anestesi
Salah satu hal penting lainnya adalah peran dokter anestesi dalam metode melahirkan ERACS. Dokter yag bertanggung jawab harus memilih jenis anestesi yang paling sesuai untuk pasien.

“Prosesnya juga menggunakan jarum yang sangat kecil sehingga minim rasa nyeri yang dirasakan pasien ketika anestesi dilakukan,” kata Zeissa.

3. Kerja sama dokter anestesi dan dokter kandungan
Di meja operasi, dokter anestesi dan dokter kandungan harus bekerja sama dengan optimal. Hal ini agar operasi bisa berjalan dengan cepat dan nyaman bagi pasien.

Komplikasi
Zeissa menjelaskan metode persalinan ERACS juga dapat menimbulkan komplikasi. Sebagian pasien dapat mengalami pusing, mula, muntah, hingga pendarahan.

Sumber : cnbcindonesia.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT