Sabtu, 27 Februari 2021

Ternyata Tidak Semua Tren Fashion Baik Untuk Kesehatan Lho!


Tampil menarik telah menjadi keinginan mayoritas semua orang. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mengikuti berbagai tren fashion populer. Akan tetapi, ternyata tidak semua tren tersebut baik untuk kesehatan kita.

Walau terdengar sepele, pakaian memiliki pengaruh untuk tubuh. Mengenakan pakaian yang salah bisa berdampak pada terhambatnya sirkulasi darah, kram otot, hingga perubahan postur dan tulang. 

Kamu tentu tidak mau masalah itu terjadi, kan? Maka dari itu, yuk simak tren fashion yang berbahaya untuk kesehatan berikut ini. Sebaiknya kalian hindari, ya!

Tren Fashion yang Berbahaya

Skinny Jeans

finroll skinnyjeans

Sejak tahun 2010, skinny jeans atau jegging begitu diminati banyak orang. Tak hanya oleh perempuan, tetapi juga oleh laki-laki. Celana ketat ini dinilai dapat membuat kaki terlihat lebih ramping dan jenjang. Akan tetapi, terdapat konsekuensi yang harus ditanggung jika kamu mengikuti tren fashion yang satu ini. 

Pada laki-laki, skinny jeans akan menyebabkan beberapa gangguan. Pertama, suhu di sekitar testis menjadi terlalu panas, sehingga jumlah sperma menurun sementara. Kemudian, kamu juga berisiko terkena torsio testis. Ini merupakan kondisi saat testis terpelintir karena aliran darah yang tidak lancar. 

Sementara pada perempuan, pemakaian skinny jeans meningkatkan risiko infeksi jamur pada vagina. Begitu pula dengan heartburn, perut kembung, dan berbagai masalah pencernaan lainnya. 

High Heels

finroll highheels

Tren yang satu ini lebih banyak diikuti oleh perempuan. Bahkan, terkadang kaum hawa diwajibkan untuk mengenakan high heels saat bekerja. Sepatu ini memang membuat kaki tampak jenjang dan tubuh lebih tinggi. Namun, jika terlalu sering memakainya, ada risiko kesehatan yang akan kamu dapatkan. 

Menurut laporan The Spine Institute, pemakaian high heels dapat mengubah postur tubuh secara signifikan. Di antaranya:

  1. Tulang belakang dan dada terdorong ke depan;
  2. Area punggung bagian bawah juga terdorong ke depan sehingga bentuk panggul menjadi tak normal;
  3. Lutut mengalami tekanan yang terlalu besar sehingga memengaruhi ligamen;
  4. Berat badan terlalu bertumpu pada tumit belakang dan menjadi tidak seimbang. 

Perubahan pada postur tubuh seperti yang dijelaskan di atas akan berujung pada cedera mata kaki, gangguan jaringan tulang belakang, hingga gangguan otot. 

Tas Pundak Berukuran Besar

finroll taspundak

Tren fashion berikutnya yang wajib diwaspadai merupakan tas pundak yang berukuran besar. Sekilas barang tersebut tampak biasa saja dan tidak ada yang salah dengannya. Namun, ternyata jenis tas ini terbukti mampu meningkatkan sejumlah risiko kesehatan. 

Jababeka industrial Estate

Tas pundak dengan ukuran besar memang bisa menampung segala hal. Mulai dari dompet, HP, buku, hingga laptop sekaligus. Namun, inilah yang membuatnya tidak baik untuk kesehatan. 

Menurut laporan The Conversation, ketika beban di dalamnya terlalu berat, tas pundak dapat meningkatkan risiko skoliosis, artritis atau radang sendi, hingga degenerasi sendi. Jadi, jika kamu ingin membawa banyak barang, sebaiknya gunakanlah tas ransel yang bisa mendistribusikan beban secara seimbang. 

Korset

finroll korset

Dijuluki sebagai pakaian paling kontroversial sepanjang sejarah, korset awalnya digunakan oleh perempuan Italia sejak 1500-an. Saat itu, perempuan mengenakannya untuk membuat pinggang lebih langsing, sehingga tubuh tampak seperti jam pasir. 

Tentunya hal ini datang dengan risiko yang besar. Jurnal dari American Public Health Association tahun 2002 mengemukakan bahwa korset mengubah bentuk tulang rusuk jadi lebih mampat. Begitu pula dengan organ-organ di dalamnya. Hal ini terlihat dari bentuk fosil perempuan yang tinggal di masa tersebut. 

Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan terjadinya skoliosis, tuberkulosis, kanker, hingga berbagai perubahan tulang yang tak normal. Korset yang ada di masa sekarang memang tidak seekstrem dulu. Akan tetapi, jika dipakai dalam waktu yang lama, kamu bisa mengalami berbagai gangguan pencernaan. 

Lensa Kontak Tanpa Resep

finroll lensakontak

Lensa kontak sebenarnya dibuat untuk kepentingan medis. Tujuannya adalah untuk membantu penderita gangguan penglihatan agar bisa melihat dengan jelas tanpa harus memakai kacamata. 

Namun, sekarang banyak yang menjadikannya sebagai pelengkap fashion. Terlebih lagi, kini lensa kontak hadir dalam berbagai warna dan model yang menarik. Sebenarnya tidak salah untuk menggunakannya, tetapi ada baiknya jika lensa kontak dipakai dengan resep dokter. 

Kenapa demikian? Dilansir Healthline, penggunaan lensa kontak secara sembarangan, apalagi jika terlalu sering dan lama bisa meningkatkan risiko infeksi. Lensa yang tidak tepat dapat sobek dan membuat mata terluka. Bahkan terkadang lensa menyangkut di dalam, sehingga pasien harus dioperasi. 

(Sumber : idntimes.com)

BACAAN TERKAIT