Rabu, 13 Januari 2021

Waspada! 10 Tanda Kurang Gizi Pada Anak-Anak


1. Depresi/Kecemasan Berlebihan

Depresi dan kecemasan pada anak semuanya dimulai di otak, hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Protein, misalnya, mengandung asam amino. Sebagian besar protein dari tumbuhan mengandung asam amino dalam jumlah yang tidak lengkap. Protein dari makanan hewani lebih cenderung mengandung semua asam amino dan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Mengapa asam amino begitu penting? Nah, otak menggunakan asam amino untuk membuat neurotransmiter. Pernah dengar tentang Serotonin, Endorphins, Catecholemines, dan GABA? Keseimbangan yang tepat dari neurotransmitter ini membantu membuat Anda merasa bahagia dan tenang, bukan depresi dan cemas. Pola makan dengan jumlah protein lengkap yang baik adalah jawaban untuk memperbaiki ketidakseimbangan nutrisi ini. Anda tidak mungkin menghitung protein, atau bahkan mencoba makan protein tinggi, tetapi Anda bisa mengkonsumsi daging utuh dengan potongan yang mengandung lemak dan membuat kaldu dari tulang untuk memberikan tubuh gelatin dalam dosis yang baik (sumber protein baik lainnya). Untuk kasus yang parah, Anda mungkin perlu melengkapi langsung dengan asam amino khusus untuk membantu menopang tubuh.

2. Hiperaktif

Hiperaktif terkait dengan kemampuan otak untuk memproses informasi dan tetap tenang pada saat bersamaan. Anak-anak yang hiperaktif cenderung memiliki flora dan pencernaan bakteri yang buruk. Ini bisa membuat tubuh sulit menyerap banyak nutrisi berbeda. Beberapa dokter akan merekomendasikan untuk menghilangkan makanan olahan bersama dengan pewarna makanan untuk membantu memerangi tingkah hiperaktif. Hiperaktif juga dipicu karena adanya masalah pada pencernaan. beberapa perawatan alami untuk pencernaan yang baik akan membantu mengatasi metabolisme dan penyerapan di dalam usus. Selain mengonsumsi gelatin dan kaldu dalam jumlah yang baik, protokol penyembuhan usus yang baik melibatkan sumber probiotik buatan sendiri yang baik, seperti yoghurt, kefir, ataupun olahan fermentasi alami lainnya.

3. Keterlambatan Bicara

Keterlambatan bicara dapat dikaitkan dengan defisiensi B12. Anak-anak tidak boleh diberikan suplemen B12 kecuali telah diuji defisiensi B12 terlebih dahulu, tetapi peningkatan makanan alami B12 adalah alternatif yang baik untuk suplementasi. Makanan tinggi B12 adalah jeroan, daging sapi, ayam, ikan, kerang, babi, susu, dan telur. Tidak ada tanaman / sumber biji-bijian B12.

4. Kulit & Rambut Kering

Kulit dan rambut kering dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin larut lemak seperti Vitamin A, D, E, dan K2. Anda bisa menambahkan beberapa vitamin larut lemak berkualitas tinggi ke dalam makanan anak Anda, agar rambutnya kembali berkilau dan kulitnya menjadi lembut. Anda dapat juga menambahkan minyak Hati ikan Cod Fermentasi ke dalam daftar suplemen anak sehari-hari.

Tanda kurang gizi pada anak
pinterest.com/usatoday

5. Gigi Yang Rapuh

Ini adalah topik yang menyakitkan bagi banyak orang tua, karena sejujurnya, tidak ada yang mau merasa bertanggung jawab atas kerontokan gigi anak mereka. Namun, hubungan antara gigi yang tumbuh berjejal dan kekurangan nutrisi dicatat dengan baik dalam buku Dr.Weston A. Price, Nutrition and Physical Degeneration. Perjalanannya ke seluruh dunia, mengunjungi budaya tradisional yang tidak tersentuh oleh makanan modern, membantunya menemukan hubungan antara jarak gigi yang baik dan nutrisi yang baik. Dia menemukan bahwa bahkan anak kembar yang makan makanan berbeda mengembangkan jarak gigi yang berbeda tergantung pada makanan yang mereka makan. Mereka yang makan makanan modern dan diproses atau yang ibunya makan dengan buruk selama kehamilan, memiliki anak dengan struktur dan jarak gigi yang buruk. Mereka yang makan makanan tradisional penuh lemak kaya, protein hewani lengkap, dan karbohidrat yang disiapkan dengan benar secara keseluruhan mengembangkan jarak gigi yang rata dan bahkan memiliki cukup ruang untuk gigi bungsu.

6. Gigi Berlubang

Gigi berlubang sering dianggap sebagai akibat dari terlalu banyak gula atau permen dalam makanan. Meskipun hal ini tentu saja tidak sepenuhnya benar, ini bukan tentang gula yang dimakan oleh anak-anak, justru lebih banyak lagi tentang apa yang TIDAK dimakan oleh Anak. Dr. Price menemukan bahwa mereka yang giginya berlubang kemungkinan besar kekurangan mineral yang tepat, dan juga kekurangan vitamin larut lemak yang dibutuhkan untuk menyerap dan mengasimilasi mineral. Sebaliknya, Dr. Price menemukan bahwa mereka yang tidak kekurangan tidak memiliki gigi berlubang.

7. Rentan Terkena Flu & Demam

Dengan mengubah pola makan anak, Anda memperhatikan perubahan pada kesehatan anak Anda. Anak-anak jadi memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi, dan dapat bermain-main dengan anak-anak lain yang sakit tanpa ikut jatuh sakit. Jika anak-anak Anda sering sakit, lagi-lagi, alih-alih berfokus pada satu kekurangan nutrisi tertentu, cobalah menerapkan beberapa praktik pola makan yang baik, hal tersebut dapat menjadi pencegahan terbaik untuk penyakit, Jangan terlalu higienis karena terlalu higienis juga dapat membuat tubuh alergi dan rentan terhadap kuman yang paling ringan.

Tanda kurang gizi pada anak
pinterest.com/dailymail.co.uk

8. Mood swing, Mudah Ngambek, Emosi Sporadic (Meledak kemana-mana)

Julia Ross dari The Mood Cure, menunjukkan bahwa lemak (terutama Omega 3 yang ditemukan dalam salmon liar, sarden, herring, teri, dan mackerel) sangat penting untuk stabilisasi suasana hati yang baik. Julia juga menyatakan bahwa lemak jenuh baik dari mentega dan minyak kelapa membantu menjaga dan melindungi Omega 3 di otak kita. Ia juga menambahkan bahwa hormon perlu diseimbangkan. Tahukah Anda bahwa wortel membantu menyerap estrogen ekstra di dalam tubuh? Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh dapat membuat kita mudah marah dan murung. Pastikan anak-anak Anda makan wortel setiap hari untuk membantu menyeimbangkan hormon mereka secara alami.

9. Struktur Kranial Yang Buruk Atau Sindrom “Kepala Datar”

Yang ini juga ditautkan kembali ke penelitian Dr. Weston A. Price. Ia menemukan bahwa perkembangan langit-langit (gigi berjejal) serta perkembangan tulang tengkorak meningkat pesat ketika ibu mengonsumsi makanan tinggi lemak baik (termasuk lemak jenuh yang kaya dari produk hewani), seluruh protein dari makanan laut / hewani. daging, dan biji-bijian yang disiapkan dengan benar. Sayur-sayuran dan buah-buahan juga dimasukkan dalam diet ini tergantung pada apa yang tersedia selama musim, tetapi lemak dan makanan hewani secara khusus dianggap paling baik untuk diberikan kepada ibu hamil dan menyusui. Mereka yang menghindari makanan olahan (termasuk biji-bijian dan minyak sayur, makanan kaleng, dan makanan kemasan).

CIMB NIAGA

10. Obesitas

Anda mungkin tidak akan berpikir bahwa obesitas terkait dengan malnutrisi, tetapi itulah sebabnya orang mengalami obesitas. Saat kita makan makanan yang tidak padat nutrisi, tubuh kita lapar. Mereka menjadi kelaparan akan nutrisi yang baik dan itulah mengapa Anda tidak akan merasa puas saat makan makanan yang diproses dan / atau makanan tanpa nutrisi. Tubuh kita dimaksudkan untuk merasa puas dengan keseimbangan semua makanan, termasuk makanan laut, produk hewani, susu mentah, keju, mentega, minyak kelapa, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang disajikan dengan benar. Ketika kita beralih dari diet ini dan mulai makan lebih banyak makanan olahan, atau membatasi makronutrien apa pun seperti lemak, karbohidrat, atau protein, di sanalah kita mulai kekurangan gizi.

Sumber : www.weedemandreap.com

Alih Bahasa : Gita Reikianna

BACAAN TERKAIT