Senin, 28 Juni 2021

Berkenalan dengan 5 Menu Kuliner Tradisional yang Kurang Hits Tapi Dijamin Enak!


Indonesia punya beragam kuliner tradisional unik dan menarik, yang sayang untuBerkenalan dengan 5 Menu Kuliner Tradisional yang Kurang Hits Tapi Dijamin Enak!k dilewatkan. Itulah kenapa para traveler menjadikan berburu kuliner sebagai kegiatan wajib.

Berikut ini rekomendasi kuliner tradisional unik yang namanya jarang terdengar tapi sayang untuk dilewatkan, berdasarkan siaran pers RedDoorz, Sabtu (26/6/2021).

  1. Bubur Ase, Jakarta

Bubur Ase merupakan salah satu makanan tradisional khas betawi yang sudah jarang ditemui di Jakarta. Salah satu keunikan bubur ini dibandingkan dengan bubur yang ada pada umumnya yaitu disajikan dengan semur daging dan tahu serta asinan sawi, acar dan mentimun.

Nama Ase sendiri juga diambil dari singkatan asinan dan semur. Salah satu outlet yang masih menjual makanan tradisional khas betawi ini adalah Warung Bubur Ase Bu Neh yang berada di Jalan Kebon Kacang III No.83, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

  1. Tengkleng Kuah, Solo

Salah satu makanan tradisional khas Solo ini banyak dicari tetapi tidak mudah ditemui. Isi tengkleng sendiri terdiri dari berbagai macam jeroan kambing dan sangat cocok dinikmati dengan nasi putih dan teh hangat sebagai hidangan makan malam.

Sebagai salah satu makanan tradisional khas Solo, tengkleng bisa menjadi pilihan buat para penggemar makanan yang berbahan utama kambing ketika mengunjungi kota batik tersebut.

Tertarik? Next time kamu mampir di Solo, bisa coba Warung Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer.

  1. Mie Atep, Belitung

Salah satu makanan tradisional khas Belitung yang wajib dicoba yaitu Mie Atep. Kuliner yang satu ini wajib dicoba karena menyajikan rasa nikmat dengan kombinasi sempurna dari berbagai bahan dasar bumbu serta kenyalnya mie kuning yang dipadukan dengan tauge hingga cabai rawit tumbuk khas Belitung.

Mie Atep juga sangat cocok disantap dengan Es Jeruk Kunci yang menjadi minuman andalan di Belitung untuk pelepas dahaga.

Bagi para traveler yang ingin mencoba kuliner ini, pastikan mengunjungi Mie Atep Belitung di Jl. Sriwijaya no. 27, Tanjung Pandan. Ini menjadi salah satu tempat kuliner yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Belitung.

Jababeka industrial Estate
  1. Rabeg, Banten

Rabeg merupakan merupakan makanan tradisional Banten yang diadaptasi dari kuliner Arab dengan bahan utama daging dan jeroan kambing.

Rabeg memiliki rasa pedas bercampur manis dan tampilannya serupa dengan semur yang dipadukan dengan tongseng karena terdapat berbagai rempah–rempah di dalamnya.

Jika berwisata ke daerah Banten, khususnya wilayah Serang, bisa menemukan Rabeg di rumah makan Rabeg khas Serang H. Naswi Magersari di Jl. Mayor Syafei No.30, Kotabaru.

  1. Gulo Puan, Palembang

Gulo Puan memiliki sejarah sebagai makanan para bangsawan di Kesultanan Palembang. Dulunya, makanan ini adalah upeti dari masyarakat Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI) kepada Sultan Palembang. Tapi, seiring berjalannya waktu, makanan ini berkembang dan menjadi makanan tradisional khas Palembang.

Makanan ini sebenarnya adalah kue berwarna coklat. Biasanya, Gulo Puan ini disantap untuk menemani minum kopi atau teh. Tapi, Gulo Puan jika nikmat disantap bersama roti tawar.

Kini tak mudah mendapatkan kudapan khas Palembang satu ini. Hanya di waktu dan tempat tertentu dapat menjumpainya, misalnya saat hari jumat di Masjid Agung Palembang.

Biasanya Gulo Puan dijual oleh pedagang kaki lima (PKL). Buat kamu yang mau mencicipi rasa dari Gulo Puan sekaligus mengunjungi Masjid Agung Palembang.

Sumber : Suara.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT