Didaratan Kami Diguncang, Dilautan Kami Diterjang, Diudara Terhempas Jatuh, Ampuni Kami Ya Allah…

  • Bagikan
Musibah Dan Cobaan

Finroll.com – Mengarungi kehidupan pasti akan mengalami pasang surut. Kadang seseorang mendapatkan nikmat dan kadang pula mendapatkan musibah dan cobaan. Semuanya datang silih berganti. Kewajiban kita adalah bersabar ketika mendapati musibah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah.

Allah penguasa alam raya. Dengan kuasa-Nya, Allah dapat berbuat apa saja tanpa ada seorang pun yang mampu menghalanginya. Kita dan semua yang kita saksikan dalam kehidupan ini pun milik-Nya. Dengan hikmah-Nya yang maha tinggi, Allah berkenan memberi apa saja kepada kita, Allah pun mampu mengambilnya dari kita. Allah berkehendak mengaruniakan kebaikan yang kita inginkan, Allah pun berhak menurunkan musibah yang tidak kita harapkan.

Musibah, bencana dan malapetaka ada dalam kuasa-Nya pula. Kehidupan manusia di dunia ini hampir tak pernah sepi dari musibah yang datang silih berganti. Dari yang kecil sampai yang besar. Yang ringan sampai yang berat. Dari yang sedikit hingga yang banyak. Ada musibah yang bersifat umum dan ada yang bersifat individu. Musibah yang tidak melibatkan manusia dan ada yang musibah yang melibatkan manusia zalim.

Ada istilah yang mengatakan ‘Ketika Cobaan Datang Mendera, Sesungguhnya Tuhan Sedang Rindu Bercengkrama Denganmu”. Apakah saat ini Tuhan sedang ‘rindu’ bercengkrama dengan Negeri kita?

Musibah Dan Cobaan

Dimana dalam beberapa bulan terakhir Negara kita sedang didatangkan musibah silih berganti. Lombok yang diguncang musibah gempa lebih kurang 564 orang mengalami luka-luka bahkan meninggal dunia. Palu-Donggala yang di sapu Tsunami mencapai setidaknya 1.300 orang korban yang meninggal. Lalu, musibah Pesawat Lion air yang jatuh dimana pesawat itu mengangkut 181 penumpang yang diduga meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Rooji’un, Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpa Negeriku dan berilah ganti dengan yang lebih baik.

Kita yakin bahwasanya Allah tidak menguji kita untuk meng-adzab kita, akan tetapi untuk merahmati kita. Seberat apapun juga suatu ujian, maka pasti dibaliknya ada kebaikan yang banyak. Bisa jadi kita tidak akan tahu hikmah dibalik ujian dan musibah tersebut kecuali setelah perginya ujian dan musibah tersebut.

Jika kita tidak bisa melihat keindahan dan hikmah pada musibah maka hendaknya kita merenungkan kisah yang terjadi antara Nabi Musa ‘alaihis salam bersama Khodir dalam surat Al-Kahfi.

“Lihatlah bagaimana Musa memandang bahwasanya perbuatan Khodir yang membocorkan perahu, membunuh anak muda, dan menegakkan dinding merupakan murni keburukan, sehingga akhirnya iapun mengingkarnya. Akan tetapi… ternyata dibalik perkara-perkara tersebut ada kebaikan dan hikmah. Ternyata dibocorkannya perahu tersebut merupakan sebab selamatnya perahu agar tidak diambil oleh raja yang dzolim, dibunuhnya anak tersebut ternyata merupakan rahmat dari Allah terhadap kedua orang tuanya, yang ternyata jika sang anak besar maka akan menjerumuskan kedua orang tuanya dalam kekufuran. Dan dengan menegakkan tembok yang menyebabkan ditangguhkannya rejeki kedua anak yatim, ternyata merupakan rahmat dari Allah.”

Sebagaimana pepatah mengatakan  “Betapa sering perkara yang kau jauhi/tidak sukai, ternyata mendatangkan perkara yang kau harapkan”

Musibah adalah sunnah-Nya. Segala yang diperbuat-Nya selalu mengandung hikmah yang agung. Dunia bukan tempat kenikmatan. Mencari kesenangan dan kenikmatan selama-lamanya dan terus-menerus tidak mungkin akan didapatkan di dunia ini. Di dunia ini bercampur antara nikmat dan bencana, antara kemudahan dan kesusahan, antara kesenangan dan kesedihan. Jika begitu hakikat dari kehidupan dunia, maka musibah yang datang kepada seorang hamba sejatinya dapat mengingatkannya ke negeri akhirat, tempat cita-cita untuk meraih segala kenikmatan dapat ditambatkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->