Minggu, 28 Februari 2021

Kesempatan Menjadi Relawan Penggerak Dibuka Kemendikbud


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan kepada para relawan untuk bergabung menjadi Relawan Penggerak. Relawan Penggerak merupakan individu-individu yang terampil dan kompeten yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Mengenai Relawan Penggerak

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengatakan bahwa Relawan Penggerak nantinya akan tergabung menjadi Komunitas Penggerak yang akan mendukung implementasi program Organisasi Penggerak.

finroll nadiemmakarim

“Banyak sekali kepada teman, saya gak punya organisasi tapi ingin membantu. Inilah kita makanya kita membuka Komunitas Penggerak. Jadi pegiat pendidikan dan bukan bagian dari organisasi, mereka bisa jadi sukarelawan,” ujar Nadiem dalam siaran Youtube Kemendikbud.

Nadiem menyebutkan, Kemendikbud akan membantu Relawan Penggerak untuk menemukan Organisasi Penggerak yang cocok sesuai minat masing-masing.

Kemendikbud dan Organisasi Penggerak akan menghubungi Relawan Penggerak dan bergabung bersama untuk menjalankan program peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di berbagai daerah Indonesia.

“Kami berterima kasih atas teman-teman yang sudah berpartisipasi karena mendapatkan sukarelawan begitu banyak. Nanti kami akan bantu fasilitasi cari organisasi yang cocok untuk Anda (sukarelawan) agar dampaknya lebih besar,” kata Nadiem.

Nadiem menyebutkan, saat ini Kemendikbud ingin mendukung relawan-relawan dari komunitas yang memiliki passion di bidang pendidikan. Menurutnya, salah satu permasalahan peningkatan kualitas pendidikan yang dihadapi Indonesia adalah tak adanya pelibatan komunitas.

“Kita akan melakukan penciptaan sekolah penggerak dengan berbagai macam metode, dengan menghormati keberagaman metode yang ada di dalam komunitas kita, yang ada di dalam masyarakat kita. Inilah saatnya organisasi- organisasi Penggerak untuk bangun dan membantu bukan hanya pemerintah tapi membantu Indonesia,” ujarnya.

Pada 10 Maret, Nadiem mengatakan 12.519 relawan yang sudah mendaftar menjadi Komunitas Penggerak. Ia mengatakan, jumlah relawan yang mendaftar tergolong luar biasa.

“Dan lebih dari 12.000 relawan dalam waktu yang sangat pendek, begitu banyak relawan yang ingin berpartisipasi. Ini mungkin menunjukkan indikasi awal bahwa program Merdeka Belajar paling tidak menimbulkan suatu semangat yang baru. Suatu kesadaran ini bukan tugas pemerintah saja, tapi tugas kita semua,” tambah Nadiem.

Jababeka industrial Estate

Bagi relawan yang ingin bergabung jadi Relawan Penggerak bisa mendaftar melalui halaman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/. Relawan yang ingin bergabung bisa mengisi identitas diri, kompetensi yang dimiliki, dan peran yang ingin diambil sebagai relawan.

Komunitas di Indonesia biasanya terdiri dari orang tua, tokoh masyarakat dan adat, organisasi, cendekiawan, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mewujudkan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa Indonesia, semua pemangku kepentingan bersama-sama Kemendikbud perlu berkomitmen untuk bergotong royong menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran.

Apa Itu Organisasi Penggerak?

Organisasi Penggerak adalah program pemberdayaan masyarakat secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Organisasi yang sudah terdaftar dalam Komunitas Penggerak memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam Program Organisasi Penggerak.

Program ini akan mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang berkelanjutan dengan melibatkan peran serta organisasi. Fokus utamanya adalah peningkatkan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Organisasi yang berpartisipasi dapat menerima dukungan pemerintah untuk mentransformasi sekolah menjadi Sekolah Penggerak. Pada tahun 2020-2022 Program Organisasi Penggerak memiliki sasaran peningkatkan meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP.

(Sumber : KOMPAS.com)

BACAAN TERKAIT