Rabu, 25 Agustus 2021

Kompetisi Internasional ITB Ini Sukses Diikuti 10 Negara, Ada Jepang hingga Spanyol


Institut Teknologi Bandung (ITB) baru saja menyelenggarakan kompetisi International Big Data Idea-Thon, Rabu (25/8/2021). Kompetisi ini berhasil diikuti oleh 10 negara, dari Jepang hingga Spanyol dan lebih dari 70 perguruan tinggi se-Indonesia.

Ketua penyelenggara International Big Data Idea-Thon, Acep Purqon mengatakan, kompetisi ini diikuti oleh 45 tim yang terdiri dari 10 negara. Di antaranya Jepang, Spanyol, Indonesia, Singapura, India, Malaysia, Pakistan, Turki, Timor Leste, dan Filipina.

“Peserta dari luar negeri ini diantaranya berasal dari Osaka University Jepang, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Sains Malaysia, Nanyang Technological University Singapura, Universidad de Sevilla Spanyol dll,” paparnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (25/8/2021).

Acep yang juga dosen Fisika ITB ini memaparkan, sebanyak lebih dari 70 perguruan tinggi Indonesia turut bersaing dalam kompetisi ini. Universitas yang mengirimkan delegasi terbanyak antara lain UI, UGM, IPB, UNPAD, UNDIP, UNS, UB, UNJ, UNESA, USU, UNAIR dll.

International Idea-thon sendiri merupakan rangkaian dari kegiatan International Virtual Course (IVC-118) dengan tema ‘Econophysics and Big Data Analytics in Global Socio-Economic Complexity’.

Adapun, topik yang diambil dalam kompetisi ini adalah implementasi big data sebagai solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosio ekonomi yang terjadi saat ini, terutama pemulihan ekonomi pada masa pandemi dan juga masa depan.

“Lomba ini mengajak semua mahasiswa mengeluarkan ide-idenya dengan memanfaatkan tool yang diajarkan di kuliah ini yaitu econophysics, big data analytics, artificial intelligence untuk menyelesaikan beragam permasalahan sosial dan ekonomi”, ujar Acep.

International Idea-thon terbuka bagi mahasiswa yang mengembangkan teknologi untuk membuka usaha rintisan atau startup. Menurutnya, ilmu ini sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalah sosial dan ekonomi di Indonesia, regional maupun global.

Tool ini juga selaras untuk membantu analisis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang merupakan kesepakatan global dan amanat badan PBB.

Sebagai informasi, International Virtual Course (IVC-118) dengan tema ‘Econophysics and Big Data Analytics in Global Socio-Economic Complexity’ adalah salah satu program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh ITB. Program ini berlangsung pada 16-27 Agustus 2021.

Jababeka industrial Estate

Mahasiswa Indonesia maupun asing dapat mengambil mata kuliah Etnofisika di ITB dengan bobot 2 SKS. Mata kuliah ini juga diajarkan oleh 12 dosen profesor asing berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Korea Selatan, China, India, Malaysia, Turki, Jepang dll.

Sumber : detik.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT