Mengenal ‘Survival’ Lewat Bivak Dan Tarp Tent

  • Bagikan

Dalam situasi darurat atau kondisi tertentu, seorang petualang atau penjelajah alam bebas wajib memiliki pengetahuan bertahan hidup. Salah satu cara bertahan adalah membuat tempat tinggal sementara untuk berteduh dan berlindung dari bahaya alam yang mengancam.

Tempat berlindung sementara ini biasa juga disebut bivak, yang berasal dari bahasa Prancis: Bivouac.

Bivak sendiri terdiri dari tiga jenis, yaitu bivak alami, bivak buatan dan bivak semi buatan yang merupakan perpaduan material dari alam dan bahan industri.

 

 

Bivak Alami

Bivak jenis ini merupakan bivak yang dibuat dengan menggunakan material yang tersedia di alam. Beberapa contoh bivak alam yaitu:

  1. Goa, yaitu tumpukan bebatuan atau lubang yang cukup luas di sebuah batu besar. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan goa tersebut aman dan bukan tempat berlindung satwa
  2. Bivak yang dibuat dari pohon yang telah tumbang
  3. Bivak yang dibuat dari bambu
  4. Bivak yang berasal dari akar-akar pohon/ranting pohon hingga dedaunan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan setiap material dari alam yang dipilih memiliki kekuatan dan keamanan.

Bivak Buatan

Bivak jenis ini dibuat dengan memanfaatkan rain coat, ponco, plastik, flysheet (kain waterproof) tergantung pada keadaan dan jenis material yang kita miliki.

Apabila kita hendak mendirikan sebuah bivak buatan, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Menentukan tempat dan memilih lokasi terlindung dari terpaan angin
  2. Mencari tempat yang kering dan bukan jalur air
  3. Ketika kita hendak membangun dibawah pohon, pastikan tempat itu aman dan pohon tersebut cukup kuat sebagai penopang.
  4. Jangan mendirikan bivak di tempat dengan tekstur tanah bergelombang, dan jika memungkinkan dirikan bivak pada lokasi yang dekat dengan sumber air.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam membangun bivak antara lain :

  1. Jangka waktu bivak digunakan
  2. Jumlah penghuni yang tinggal di dalam bivak
  3. Memastikan lokasi tempat yang kita pilih sebagai tempat membangun bivak aman dari serangan binatang buas atau sarang serangga tertentu.

TARP TENT

Tarp tent sebenarnya termasuk dalam jenis  bivak buatan. Namun seiring perkembangan dunia para petualang alam, tarp tent tak hanya berfungsi sebagai shelter/tenda darurat saja, namun juga sebagai alternatif sebagai penganti tenda konvensional.

Tarp tent menjadi pilihan bagi para petualang yang tidak suka terlalu direpotkan ketika mendirikan tenda. Hal ini karena ukuran dan berat tarp tent lebih ringan, juga sederhana.

 

 

Di dalam perkembangannya, ada beberapa jenis tarp tent yang menjadi pilihan petualang alam, yaitu jenis single layer (tanpa lapisan dalam) dan double layer (mengunakan lapisan dalam) dengan bermacam bentuk, kapasitas, bahan dan berat berbeda.

Tarp tent ada yang tidak menggunakan rangka penyangga (Frameless). Sebagai gantinya didirikan mengunakan Trekking pole atau batang kayu sebagai tiang penyangga.

Tarp tent single layer memiliki keunggulan pada keringanan, ukuran, dan kemudahannya. Namun untuk mendirikan tarp tent menggunakan flysheet, disarankan memilih yang memiliki 16 Loop/lubang.

Kelemahan tarp tent jenis ini adalah lapisannya yang rentan terhadap serangan serangga dan reptil.

Sedangkan Tarp tent double layer walaupun memiliki bentuk dan ukuran yang lebih berat serta tidak lebih sederhana dari jenis single layer, namun memiliki keunggulan pada tingkat keamanan dari serangan serangga dan reptil.

Saat ini, cukup banyak produsen yang menjual tarp tent single layer ataupun double layer. Tergantung pilihan kita, apakah sudah siap untuk menggunakan tarp tent sebagai pengganti tenda. Catatan penting bagi kita adalah memperhatikan cara kita membangun bivak dan tarp tent tanpa merusak alam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->