Tahun Baru, Jihad Baru

  • Bagikan
Finroll.com-Happy-New-Year-2019

Finroll.com – Tak terasa tahun sudah berganti, cepat, sangat cepat. Terlepas begitu banyaknya peristiwa yang terjadi pada diri, keluarga, sahabat maupun masyarakat, bangsa dan negara kita bahkan seluruh dunia, semua terasa bagaikan sekejap.

Rentang waktu satu tahun, jika kita memejamkan mata dan mengingat kehidupan pribadi sejak awal 2018, semua seperti sebuah video yang berlangsung hanya beberapa detik. Ngga percaya? Coba deh pejamkan mata sekarang dan kosongkan pikiran lalu mulai mengalirkan memori sejak satu tahun lalu. Gimana, bener kan cuma sebentar? … Oke, melek lagi lah sekarang? Lanjut baca tulisan saya.

Biasanya, di tahun baru hampir setiap insan memiliki resolusi tahun baru, sebuah kata yang jujur aja saya tidak paham persis apa maknanya. Karena itu terpaksa saya membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut situs kamus tersebut, yang dikelola Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, resolusi memiliki tiga arti.

Izinkan saya copas arti resolusi dari situs tersebut pada tulisan ini.

re.so.lu.si1 /résolusi/:  n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu — yang akan diajukan kepada pemerintah

re.so.lu.si2 /résolusi/:  n Komp pengukuran tingkat ketajaman gambar yang dihasilkan oleh pencetak atau monitor

re.so.lu.si3 /résolusi/:  n proses atau tindakan memisahkan materi seperti senyawa kimia atau sumber radiasi elektromagnetik ke dalam bagian penyusunnya

Nah kan, ternyata pemahaman saya tentang resolusi selama ini kurang tepat. Sekian tahun baru saya lintasi dan selalu berpikir bahwa resolusi sama dengan keinginan, impian atau mungkin sekadar khayalan.

Masih nyerempet sih dengan pengertian pertama di kamus tersebut meskipun, seperti contoh di atas, saya tidak pernah bermusyawarah atau menuntut suatu hal kepada pihak lain apalagi kepada pemerintah kita, saat menjelang tahun baru. Kecuali di tahun 2019, saya “menuntut” untuk Ganti….(maaf kena sensor).

Demikianlah sekilas infonya. Semoga saya dan Anda semakin mengerti bahwa penting untuk mengetahui dan memahami sebuah kata dari bahasa kita sendiri apalagi jika kata tersebut adalah serapan dari bahasa asing. Jangan sampai cuma ikut-ikutan akhirnya malah berkontribusi membudayakan salah kaprah terhadap suatu hal.

Niat untuk terus belajar dan mempelajari sesuatu juga dapat menjadi sebuah jihad baru di tahun baru ini. Nah lho, pakai kata jihad nih, mau perang di tahun baru?

Memulai Jihad di Tahun Baru

Hmmm…kita buka KBBI lagi ya ditambah penjelasan dari seorang ustadz pada sebuah tulisannya di sebuah situs web bernuansa Islam.

KBBI menyebut kata jihad memiliki tiga arti seperti di bawah ini:

ji.had1n Isl usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan

ji.had2: n Isl usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga

ji.had3: n Isl perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam dengan syarat tertentu

Sementara itu Ustadz Kholid Syamhudi, Lc menjelaskan bahwa kata Jihad berasal dari kata Al Jahd yang bermakna kelelahan dan kesusahan atau dari kata Al Juhd yang bermakna kemampuan. Sehingga orang yang berjihad di jalan Allah SWT adalah orang yang mencapai “kelelahan” karena Allah SWT dan meninggikan kalimatNya yang menjadikannya sebagai cara dan jalan menuju surga. [1]

Di dalam tulisannya yang panjang tersebut, beliau juga menukil kalimat dari Ibnu Taimiyah, seorang ulama besar yang wafat sekitar 712 tahun lalu, yaitu “Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah” dan “Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal sholeh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan”.

Jadi setelah membaca penjelasan para ulama besar di dalam tulisan ustadz tersebut, menurut pemahaman saya yang awam dan jarang ngaji ini, berjihad sejatinya bukan berarti berperang kecuali jika ada alasan kuat yang sesuai dengan ketentuan syariah Islam. Jihad sesungguhnya berarti tekun berjuang memperbaiki diri di dalam segala aspeknya dan selalu melakukan kebaikan berlandaskan keikhlasan hanya karena Allah SWT.

Sekarang tahun sudah berganti karenanya disebut tahun baru. Lalu kita masih mau menikmati “Tahun Baru Rasa Lama”, hidup dan kehidupan dengan cara-cara atau gaya lama seperti yang sudah-sudah yang begitu berlalu terasa bagai sekejap mata? Jawabannya kembali kepada pribadi masing-masing.

Namun alangkah indahnya jika di tahun baru ini dan seterusnya kita semua mau berjihad – berdoa dan berjuang sekuat tenaga – memperbaiki segala aspek diri demi kehidupan yang lebih baik untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, sahabat bahkan bangsa dan negara. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita move on, bukan besok apalagi ‘kapan-kapan’.

Happy New Year 2019” buat semuanya.

  • Bagikan
-->