Senin, 15 Februari 2021

Tips Aman Mencari Kerja Online


Finroll – Di Era Digital saat ini semua orang lebih mengandalkan untuk melakukasn kegiatan sehari-hari dengan melalui media Online seperti telepon seluler. Hal ini juga dimanfaatkan oleh para pencarai Kerja untuk memanfaatkan Media Digital untuk mencari pekerjaan secara Online tanpa bolak-balik menanyakan lowongan kerja pada setiap kenalan atau perusahaan.  

Namun, ada hal-hal yang harus kamu perhatikan ketika mencari pekerjaan di internet agar tetap aman. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebocoran data pribadi atau terjebak kasus penipuan lowongan kerja.

Untuk melamar pekerjaan lewat situs cari kerja, kamu biasanya akan diminta untuk membuat akun dan menyertakan beberapa data pribadi. 

Yang Wajib Diperhatikan saat Cari Kerja Online

1. Pilah-pilih data pribadi yang kamu bagikan 

Pertanyaannya, data seperti apa yang umum dibutuhkan dan yang tidak boleh kamu berikan pada situs cari kerja?

Do :

1.     Nama Lengkap

2.     Email yang aktif

3.     Pengalaman Kerja

4.     CV/ Portofolio

Don’t

1.     Kartu Keluarga

2.     KTP

3.     NPWP

4.     Akte Kelahiran

 

2. Amankan akunmu

Untuk meningkatkan keamanan akunmu pada situs cari kerja, pastikan kamu

melakukan hal-hal berikut:

ganti password secara berkala

tidak menggunakan satu password yang sama untuk semua akun digital

tidak membagikan password-mu ke siapa pun

3. Riset posisi dan perusahaan yang akan dilamar

Sebelum mengirimkan lamaran, perhatikan baik-baik lowongan yang dibuka dan latar belakang perusahaan. 

Periksa kejelasan hal-hal berikut:

deskripsi pekerjaannya 

persyaratan yang diminta

gaji yang ditawarkan

situs resmi perusahaan

alamat operasional

kontak rekruter atau perusahaan

Kalau tak ada informasi apa pun yang kamu dapatkan dari risetmu, sebaiknya berhati-hati. 

4. Pahami prosedur rekrutmen dari situs cari kerja online dan perusahaan

Salah satu keuntungan cari kerja online adalah kamu bisa memantau status lamaranmu.

Setiap perkembangan ini akan langsung ter-update di akunmu, bahkan sampai ketika kamu ditawarkan posisi di perusahaan tersebut dan sudah rsmi direkrut.

5. Cek kontak rekruter

Bila perusahaan mempertimbangkan kamu sebagai kandidat, langkah selanjutnya yaitu kamu akan diundang untuk wawancara oleh pihak perusahaan itu sendiri atau diminta menjalani tes tertentu. 

Ketika kamu dihubungi oleh perekrut dari perusahaan, periksa hal-hal ini: 

nama dan jabatan rekruter

alamat email rekruter

nomor HP rekruter

 

6. Jangan ragu untuk bertanya

Kebijakan rekrutmen online setiap perusahaan bisa berbeda. Maka, saat mencari kerja online jangan ragu untuk bertanya lebih jauh dan sedetailnya pada perwakilan perusahaan yang menangani lamaranmu. 

Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu

Setelah memahami langkah-langkah cari kerja online yang aman, waspadai juga adanya penipuan lowongan kerja. 

Berikut ciri-ciri lowongan kerja palsu yang harus kamu perhatikan:

1. Penulisan yang ceroboh

Bila tata bahasa yang digunakan banyak kesalahannya, bisa jadi lowongan tersebut palsu. Mulai dari kesalahan ejaan, tanda baca, penulisan huruf kapital, dan lainnya. 

2. Tanpa syarat pengalaman kerja atau pendidikan terakhir

Lowongan kerja palsu biasanya tidak mensyaratkan pengalaman kerja tertentu atau pendidikan terakhir. Syaratnya hanya membawa dokumen-dokumen yang diminta. 

Ini karena mereka menyasar sebanyak mungkin pencari kerja online yang bisa dijebak. 

3. Meminta banyak data pribadi kandidat 

Meminta dokumen lamaran kerja yang relevan seperti surat lamaran, CV, foto,  portofolio, fotokopi ijazah, dan surat rekomendasi tentu wajar. 

Yang tidak wajar bila perusahaan minta terlalu banyak data pribadi yang tidak relevan untuk proses cari kerja online seperti dokumen asli Kartu Keluarga (KK), NPWP, nomor keanggotaan asuransi, nomor rekening, dan sebagainya. 

4. Menjanjikan reimbursement untuk biaya perjalanan kandidat

Perusahaan mungkin menjanjikan untuk mengganti semua biaya transportasi dan akomodasi kandidat untuk datang wawancara atau tes.

Mereka akan meminta kandidat untuk membeli tiket melalui agen khusus yang telah ditunjuk dengan janji nanti akan di-reimburse. 

Awas, ini adalah salah satu modus penipuan untuk pencari kerja online yang paling marak. 

5. Memungut biaya atau minta uang tebusan

Penipuan bermodus lowongan kerja biasanya meminta bayaran seperti uang jaminan, biaya surat lulus wawancara atau tes, biaya fasilitas pelatihan kerja, biaya administrasi untuk wawancara atau tes, dan sejenisnya. 

Dalam beberapa kasus, penipu juga akan menahan dokumen-dokumen asli milik kandidat. Untuk menebus dokumen-dokumen tersebut, perusahaan akan memintamu membayar sejumlah uang.  

6. Informasi perusahaan tak sesuai dengan kenyataan di lapangan 

Menurut informasi yang kamu dapatkan dari surat panggilan wawancara atau saat cari kerja online, perusahaan memiliki 5.000 orang karyawan.

Namun, setibanya di lokasi, perusahaan tersebut beroperasi hanya di sebuah ruko dua lantai yang tampak sepi, tidak banyak karyawan, atau tidak ada aktivitas kantoran pada umumnya. 

Mungkin juga di lokasi tidak tampak plang, identitas, atau nama perusahaan yang memanggilmu wawancara sama sekali. Kamu patut waspada. 

Bagaimana kalau Dapat Penipuan Lowongan Kerja?

Cari kerja online lewat situs pencari kerja yang resmi umumnya aman.

Akan tetapi, segera laporkan bila kamu:

mendapat panggilan wawancara yang mencurigakan

dihubungi orang yang mengaku rekruter padahal kamu tak pernah melamar untuk pekerjaan tersebut

mencurigai adanya penipuan lowongan kerja.

Sumber : glints.com

 

BACAAN TERKAIT