Waspadai masalah kesehatan ibu hamil yang sebabkan anak stunting

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) – Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH memaparkan ada beberapa masalah kesehatan ibu hamil yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan stunting atau gagal tumbuh pada anak.

“Satu adalah anemia. Dua, jika ibu hamil dalam usia remaja. Tiga, darah tinggi baik pada awal hamil atau di sepanjang kehamilan. Empat, jika ibu obesitas. Lima, kurang energi kronik, berat badannya kurang dari 45 kilogram di awal kehamilan, apalagi jika menderita penyakit kronis seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV,” kata Dwiana dalam sebuah webinar pada Senin.

Dwiana mengatakan, kondisi-kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan janin terhambat sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilan, hingga berpotensi persalinan prematur.

Baca juga: Hargai 1.000 hari pertama kehidupan agar anak terbebas masalah gizi

Menurut dia, semakin muda usia ibu hamil maka semakin besar risikonya untuk menderita anemia. Selain berpotensi menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan persalinan prematur, anemia pada ibu hamil juga disebutkan Dwiana dapat menyebabkan keguguran, ketuban pecah, persalinan menjadi sulit atau distosia, hingga pendarahan.

Untuk itu, Dwiana mengatakan, persiapan hamil yang sehat harus dimulai sejak sebelum hamil, bahkan saat perempuan masih berusia remaja.

“Pada saat usia remaja, dia harus rajin olahraga. Ibu-ibu yang punya anak remaja, anak perempuan, pastikan jaga kesehatan tubuhnya sehingga suatu saat dia hamil kita berharap dia dalam kondisi terbaik, kemudian bisa membesarkan kandungan dalam kondisi baik, dan merawat bayinya secara baik,” ujar dia.

“Tapi kalau dari awal dia sudah anemia, menderita hipertensi, kurang energi, bahkan menderita penyakit-penyakit, maka bisa saja nanti kelahirannya bisa prematur, bayi dalam kandungannya tidak tumbuh dengan baik, dan ini bisa menyebabkan stunting,” sambungnya.

Berikutnya, saat hamil, Dwiana mengatakan ibu perlu mendapatkan gizi yang seimbang dari segi jumlah dan variasi makanan yang dikonsumsi.

“Jangan cuma nasi aja, tapi perlu ikan dan telur, perlu tempe atau tahu, perlu sayur, buah-buahan, dan batasi makan minyak dan gula. Ini semua ada di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak),” kata Dwiana.

Kemudian, dia melanjutkan, ibu juga perlu konsumsi suplemen secara rutin dan sesuai anjuran dokter karena kebutuhan suplemen pada ibu hamil akan meningkat. Pastikan juga bahwa kenaikan berat badan harus sesuai, serta rutin berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: BKKBN sarankan jarak kehamilan ideal minimal tiga tahun

Baca juga: BKKBN: Pengentasan stunting butuh komitmen kuat keluarga

Baca juga: BKKBN: Hari Keluarga Nasional momentum bangun keluarga berkualitas

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->