Jakarta (ANTARA) – Tim pemuncak klasemen sementara Formula 1 Red Bull pada Selasa mengakhiri kontrak pebalap cadangan Juri Vips pada Selasa menyusul hasil investigasi terkait komentar rasis yang dilontarkan sang pebalap Estonia ketika sesi livestreaming.

Pebalap berusia 21 tahun yang turun di Formula 2 itu diskors oleh Red Bull menyusul video yang diunggah di media sosial memuat komentarnya ketika bermain game di platform Twitch. Dia kemudian meminta maaf atas bahasanya yang “sungguh tak bisa diterima.”

Baca juga: Nelson Piquet disorot menyusul komentar rasis terhadap Lewis Hamilton

“Menyusul investigasi terhadap insiden online yang melibatkan Juri Vips, Oracle Red Bull Racing telah memutus kontrak Juri sebagai pebalap tes dan cadangan,” demikian pernyataan resmi tim di Twitter jelang Grand Prix Inggris.

“Tim tidak mendukung segala bentuk rasisme.”

Vips telah membalap di Formula 2 bersama tim Hitech Grand Prix asal Inggris dan pada bulan lalu berada di balik kemudi mobil F1 Red Bull saat sesi latihan bebas pada Jumat di GP Spanyol.

Red Bull saat ini memimpin klasemen pebalap dan konstruktor dan Vips tadinya disiapkan untuk mendukung juara dunia Max Verstappen dan Sergio Perez, demikian Reuters.

Baca juga: Pola pikir kuno itu harus berubah, kata Hamilton sikapi komentar rasis
Baca juga: Sukses Max Verstappen di GP Kanada diharapkan berlanjut ke Silverstone

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2022