Selasa, 7 Januari 2020

Shin Tae-yong Menangani Timnas Indonesia, Fakhri Husaini Kritik PSSI


Jakarta – Keputusan PSSI menetapkan Shin Tae-yong sebagai manajer pelatih Timnas Indonesia berbuntut polemik. Nantinya, juru taktik asal Korea Selatan tersebut bakal bertugas sebagai supervisi untuk seluruh level timnas, termasuk U-22, U-20, dan U-16.

Shin Tae-yong juga akan membawa staf kepelatihan untuk diplot sebagai pelatih kepala di setiap level timnas, kecuali timnas U-16 yang masih dipimpin Bima Sakti Tukiman. Pelatih lokal kemungkinan hanya mendapatkan bagian menjadi asisten.

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, mengaku telah dihubungi oleh Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, untuk meminta kesediaannya sebagai asisten pelatih di timnas U-20 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2020.

Hanya saja, pria yang juga menduduki posisi Manager Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Pupuk Kaltim ini menolaknya mentah-mentah.

“Di situ saya bilang kalau saya sebagai asisten, tidak ada tantangan. Kalau mencari aman, posisi itu saya ambil. Tapi, saya bukan tipe seperti itu. Saya tidak akan meninggalkan pekerjaan dan keluarga. Saya bukan merendahkan Shin Tae-yong. Saya yakin akan dapat banyak ilmu. Tapi buat saya bukan seperti itu,” jelas Fakhri ketika dihubungi wartawan.

“Rasa hormat PSSI kepada pelatih lokal harus dijaga. Apakah sudah ada jaminan pelatih asing akan sukses. Saya merasa tanpa komunikasi yang jelas, buat saya sepertinya sangat meremehkan,” imbuh Fakhri.

Pengorbanan

Fakhri Husaini menilai jabatan asisten pelatih akan membuat pengorbanannya sia-sia. Apalagi jika memgambil tawaran itu, pelatih asal Lhokseumawe, Aceh, ini bakal meninggalkan pekerjaannya di PT Pupuk Kaltim.

Bersama Timnas Indonesia U-19 pada tahun lalu, Fakhri mampu membawa anak buahnya lolos ke Piala AFC U-19 2020. Namun, kehadiran Shin Tae-yong membuat nasibnya kian tidak jelas.

“Kalau saya jadi asisten, tidak ada yang saya berikan untuk negara. Sedangkan saya sudah meninggalkan keluarga dan pekerjaan. Saya ingin ada tantangan. Saya beserta teman-teman lain yang meloloskan Timnas Indonesia U-19 ke Piala AFC U-19 2020. Kemudian kalau saya jadi asisten, lalu asisten saya sebelumnya ke mana? Saya tidak ingin selamat sendirian,” tuturnya. (Bola.com/GPH)

BACAAN TERKAIT