Connect with us

Nasional

Gelap Maya di Tanah Papua

Published

on


Finroll.com – Kabar dari tanah Papua sejak Rabu, 21 Agustus 2019 mulai samar. Musababnya jaringan internet di Bumi Cenderawasih itu diblokir pemerintah.

Lewat pengumumannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi itu dilakukan hingga Tanah Papua kembali kondusif dan normal.

Papua membara sejak Senin, 19 Agustus 2019. Letupan itu dimulai dari Manokwari, Papua Barat. Massa yang tumpah ke jalan membakar Gedung DPRD Papua Barat.

Kerusuhan merembet ke Kota Sorong. Di sini massa merangsek ke Bandara Domine Eduard Osok, Sorong. Mereka merusak beberapa fasilitas yang ada di sana. Beberapa kendaraan juga dibakar massa.

Kerusuhan di Manokwari dan Sorong itu dipicu kabar dari Malang dan Surabaya. Pada Kamis 15 Agustus 2019, unjuk rasa yang digelar mahasiswa Papua di Kota Malang dihadang sejumlah organisasi massa. Bentrok tak terhindarkan, beberapa mahasiswa Papua terluka.

Video dan gambar mahasiswa Papua yang terluka di Kota Malang menyebar cepat di dunia maya. Kabar lain datang dari Surabaya. Asrama mahasiswa di kota itu dikepung ormas dan polisi. Hal itu dipicu kabar adanya tiang bendera yang patah di depan asrama mahasiswa Papua Surabaya.

Kabar itu dibumbui cerita bendera merah putih yang dibuang ke selokan. Menurut kronologi yang dibuat oleh LBH Surabaya, setelah kabar itu datang seorang aparat berpakaian militer ke asrama itu.

Di sinilah semua berawal. Aparat itu kemudian menggedor-gedor pintu asrama mahasiswa sambil mengucapkan kata-kata berbau rasial seperti babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Tak lama setelah itu, datang anggota ormas yang melempari asrama dengan batu dan meneriakkan yel-yel agar mahasiswa diusir dari Surabaya.

Insiden di Surabaya itu cepat menyebar lewat media sosial. Inilah yang diduga memicu aksi unjuk rasa lanjutan di berbagai kota di Papua. Aksi massa itu kemudian diwarnai kerusuhan di Manokwari hingga Fakfak.

Kementerian Informasi dan Komunikasi sebelumnya juga sempat memperlambat akses internet di Papua. “Seperti Manokwari, Jayapura, dan beberapa tempat lain,” kata Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu pada 19 Agustus 2019.

Upaya ini ternyata tak menyurutkan aksi massa di Tanah Papua. Massa muncul di beberapa wilayah lain menyuarakan penolakan terhadap rasisme. Mereka juga menuntut kemerdekaan Papua.

Kominfo kembali menggelapkan Papua dari dunia maya. Ferdinandus Setu mengatakan ada dua syarat layanan telekomunikasi kembali dipulihkan.

“Syaratnya, pertama kami melihat situasi normal,” ujar Ferdinandus alias Nando saat dihubungi Tempo pada Kamis, 22 Agustus 2019.

Nando mengatakan, situasi bakal dipandang normal bila tensi demonstran mereda. Tandanya ialah tidak ada lagi kerusuhan dan aksi di jalanan.

Kedua, jumlah penyebaran konten-konten hoaks di Papua yang mengandung narasi provokatif menurun. Nando mengatakan, dalam tiga hari, telah ditemukan 62 akun yang aktif menyebarkan konten sensitif dan memantik kericuhan.

Konten-konten tersebut tersebar melalui platform WhatsApp Group, Instagram, dan Facebook. “Kalau jumlah item hoaks secara jumlah cuma 2-3 terkait dengan penculikan dan mahasiswa papua yang dinyatakan tewas,” ujarnya. Namun, konten provokatif tersebar dengan intensitas yang rapat.

Nando belum dapat memastikan kapan Kominfo akan mencabut kebijakan blokir. Saat ini kementerian mengevaluasi setiap 3 jam.

Adapun Polri mencatat ada lima akun yang diduga menyebarkan konten provokatif terkait berita bohong atau hoaks yang menjadi penyebab ricuh di Papua dan Papua Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan lima akun tersebut berasal dari Twitter.

“Untuk Twitter bertambah kurang lebih ada lima akun lagi, untuk akun Instagram dan Youtube ada beberapa akun lagi, semua masih di-profiling oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim,” kata Dedi melalui pesan singkat, pada Kamis, 22 Agustus 2019.

Menurut Dedi sebagian besar akun tersebut bersifat anonim, sehingga tidak mudah melacaknya. Namun Dedi meyakinkan pihaknya bisa segera mendapatkan identitas pemilik akun dan menangkapnya.

Pemerintah Diminta Cabut Blokir

Langkah pemerintah memblokir internet di Papua dan Papua Barat ditentang berbagai elemen masyarakat.

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menilai tindakan pemerintah yang memperlambat akses Internet (throttling) setelah kerusuhan terjadi di beberapa titik di wilayah Papua, melanggar hak konstitusional masyarakat.

Bahkan, Dewan HAM PBB, kata ELSAM mengecam praktik penutupan internet sebagai tindakan disruptif terhadap akses terhadap informasi online. “Rentetan tindakan penutupan internet tersebut merupakan catatan buruk dalam tata kelola internet di Indonesia, yang seharusnya konsisten dengan penghormatan hak asasi manusia dan demokrasi,” ujar ELSAM seperti dikutip dari siaran pers, Kamis, 22 Agustus 2019.

ELSAM membeberkan sejumlah contoh dampak atas penutupan internet, seperti terputusnya akses masyarakat untuk bertukar informasi penting terkait keamanan, menghalangi masyarakat untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dalam hal darurat, terhambatnya kerja-kerja jurnalisme, dan tingginya dampak negatif penutupan internet terhadap ekonomi sebuah negara.

“Pemerintah, alih-alih mengembalikan keadaan menjadi kondusif dan normal, internet shutdown justru menyebabkan meningkatnya intensitas kekerasan saat berlangsungnya unjuk rasa,” ucap ELSAM.

Terlebih lagi, tindakan penutupan internet di Papua tidak sesuai dengan prinsip pembatasan hak sebagaimana diatur dalam Pasal 19 Kovenan Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR), yang telah diadaptasi oleh Indonesia, melalui UU No. 12/2005.

Kendati demikian, ELSAM menjelaskan sebenarnya dalam keadaan darurat negara memang diperbolehkan adanya tindakan pembatasan (termasuk akses informasi), dalam rangka pemeliharaan keselamatan, kesehatan, dan ketertiban umum.

Namun, dalam kasus Papua, ELSAM menilai, pemerintah Indonesia gagal menerjemahkan unsur pembatasan, terutama dengan alasan ‘keadaan darurat’. Bahkan, siaran pers Kementerian Komunikasi dan Informatika juga tidak menjelaskan keadaan daruratnya secara gamblang.

Atas dasar itu lah, ELSAM mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memulihkan akses terhadap informasi di Papua dan Papua Barat dengan menghentikan penutupan internet di kedua wilayah tersebut.

“Kami juga mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memberikan dan mempublikasikan penjelasan yang memadai terkait alasan hukum, yang menjadi dasar bagi tindakan penutupan internet di Papua dan Papua Barat,” kata ELSAM.

Southeast Asia Freedom of Expression Network atau SAFEnet menuntut pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, untuk segera menyalakan kembali jaringan internet di Papua dan Papua Barat.

Sebab, pemblokiran dan pembatasan akses informasi ini melanggar hak digital, terutama hak warga negara untuk dapat mengakses informasi.

“Tuntutan ini akan menjadi salah satu jalan yang akan ditempuh untuk mengupayakan agar internet di Papua dan Papua Barat dinyalakan lagi secepatnya,” ujar Executive Director SAFEnet Damar Juniarto melalui siaran pers, Kamis, 22 Agustus 2019.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemblokiran internet di Provinsi Papua dan Papua Barat demi kebaikan bersama. “Iya itu semuanya untuk kepentingan, kebaikan kita bersama,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 22 Agustus 2019.

tempo.co
FRANSISCA CHRISTY/ANDITA RAHMA

Nasional

Pangkohanudnas Tutup Latihan Perkasa “D” Tahun 2019

Published

on

Keterangan Gambar : Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., beserta staf di ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” melalui video conference (vicon) dengan seluruh Kosekhanudnas dan unsur-unsur Hanud Kosekhanudnas IV, Biak, Papua, di Ruang Yudha Popunas, Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (23/9). 

Finroll.com — Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” melalui video conference (vicon) dengan seluruh Kosekhanudnas dan unsur-unsur Hanud Kosekhanudnas IV, Biak, Papua, di ruang Yudha Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), Makohanudnas, Halim Perdanakusuma Selasa (24/9).

Panglima didampingi Kas Kohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa beserta pejabat Kohanudnas. Melalui vicon tersebut Pangkohanudnas selain menyampaikan apresiasi atas terlaksanananya latihan dengan aman juga memberikan arahan serta menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” tahun 2019.

Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., selaku Direktur Latihan (Dirlat) menyatakan “Selama beberapa hari para peserta Latihan Hanudnas Perkasa “D” telah mencurahkan tenaga dan pikirannnya semaksimal mungkin, untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditentukan. Dari dinamika latihan, kita mengetahui dan memahami pentingnya koordinasi dan mengasah kemampuan secara terus-menerus agar kemampuan kita mengaplikasikan perangkat lunak maupun perangkat keras hanud dapat diwujudkan secara nyata.

Selain itu juga dari pelaksanaan Latihan Hanudnas Perkasa “D” ini dapat ditemukan berbagai permasalahan yang terkait dengan kesiapan hardware serta software yang dimiliki, untuk dijadikan bahan pemikiran dalam upaya pembangunan kemampuan dan kekuatan, jika dihadapkan pada tugas-tugas yang sebenarnya di masa mendatang”, tegas Pangkohanudnas.

Lebih lanjut disampaikan “melalui latihan ini profesionalisme kita diuji seberapa baik kita mengimplementasikan perangkat lunak dan perangkat keras Hanud serta menjalin koordinasi dan interoperabilitas dengan unsur-unsur Hanud juga pihak terkait lainnya. Mengingat tugas-tugas kedepan akan terus berkembang, maka wajib bagi kita untuk terus belajar dan meng up date pengetahuan maupun keterampilan, sehingga kita professional dalam bidang tugas kita.

Personel terlibat dalam latihan tersebut yang meliputi personel dari Kosekhanudnas IV, Satrad jajaran Kosekhanudnas IV (Satrad 242, Satrad 243, Satrad 244 dan Satrad 245), juga unsur-unsur hanud seperti unsur tempur 1 flight SU 27/30 dari Lanud Hasanuddin, 1 flight Fokker 28 dari Lanud Pattimura, 1 Heli Penerbad dan SAR Paskhas dari Lanud Hasanuddin serta 1 Heli Penerbad dan SAR Paskhas di Lanud Pattimura.(red)

Continue Reading

Nasional

Analisa Siapa Dibalik #Turunkan Jokowi yang Menjadi Trending Topic Saat Ramai Demo Mahasiswa

Published

on

By

Gerakan tagar di Twitter yang memprotes kinerja pemerintah beberapa hari ini makin menguat. Beberapa waktu lalu, muncul tagar #MahasiswaBergerak yang disusul #GejayanMemanggil seiring aksi pada Senin 23 September 2019.

Setelah kedua tagar tersebut, muncul tagar #TurunkanJokowi. Siapa sih di balik gerakan tagar ini? Apa narasi yang dibawa pada tagar ini?

Pantauan analisis percakapan media sosial Drone Emprit menunjukkan tagar #TurunkanJokowi ternyata sudah muncul sejak kemarin lho, namun menjelang Senin tengah malam 23 September 2019 baru muncul di trending topic Twitter. Penasaran informasi dibalik #TurunkanJokowi? Simak data temuan dari Drone Emprit ini ya.

Kapan muncul #TurunkanJokowi

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mengungkapkan, tagar #TurunkanJokowi muncul pada Senin 23 September 2019 pukul 11.00. Pada pukul 21.00, tagar ini naik pesat dan menjelang tengah malam kian melambung.

Satu kluster

Dari peta analisis media sosial Drone Emprit, ujar Ismail, tagar #TurunkanJokowi ini punya kluster sendiri yang disokong oleh akun-akun yang berbeda dengan akun penggerak tagar #GejayanMemanggil lho.


Bukan klaster #GejayanMemanggil

Jika dibandingkan dengan kluster percakapan #GejayanMemanggil, Drone Emprit menunjukkan tagar #Turunkan Jokowi bukan bagian dari mereka yang mengangkat tagar #GejayanMemanggil.

Ismail menduga tagar #TurunkanJokowi digulirkan oleh kelompok oposisi, beda dengan #GejayanMemanggil yang dimotori mahasiswa dan kaum akademik.


Akun influencer #TurunkanJokowi

Kalau dilihat dari data Drone Emprit tuh, tagar ini digawangi oleh akun influencer yaitu @opposite6890, @localhost911, do_ra_dong, @candraidw_md, dan @Aisyadiaa.


Relasi kuat

Meski beda kluster, namun gerakan kedua tagar tersebut, menurut pantauan Drone Emprit, punya relasi kuat. Lha kok bisa ya?

Relasi itu terlihat di peta analisis percakapan media sosial. Relasi menandakan dukungan oposisi pada gerakan #GejayanMemanggil. Tapi oposisi memilih melahirkan tagar baru #TurunkanJokowi.

“Akun mahasiswa tidak mengamplifikasi tagar ini (#TurunkanJokowi)” tulis Ismail.

Nah tahu kan, artinya mahasiswa sejauh ini masih fokus dengan agenda mereka. Tak mau ikut larut di luar fokus mereka.


Untuk itu, Ismail mengingatkan agar gerakan mahasiswa hati-hati dengan narasi yag mencoba menyusup pada agenda di luar fokus mereka. Waspadai penyusup di media sosial maupun saat aksi di lapangan.
Share

Sumber: viva.co.id

Continue Reading

Nasional

33 Penerbangan Dibatalkan Karena Kabut Asap Di Pekanbaru

Published

on

Finroll.com — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengakibatkan 33 penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru batal pada Senin (23/9/2019).

“Saat ini yang batal karena cuaca sebanyak 33 penerbangan, yakni 17 keberangkatan dan 16 kedatangan,” ujar Petugas Jasa (OIC) Bandara SSK II Benni Netra seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Benni menyebutkan kabut asap pekat menyelimuti Pekanbaru sehingga jarak pandang hanya tersisa 500 meter. Namun, pada sore hari, jarak pandang berangsur membaik. Terlebih, hujan turun di sekitar Bandara SSK II sekitar pukul 16.00 WIB.

“Alhamdulillah di Bandara SSK II sedang diguyur hujan dan asap segera hilang,” katanya.

Executive General Manager Bandara SSK II Yogi Prasetyo menambahkan tidak semua penerbangan dibatalkan karena secara berangsur ada yang sudah mendarat di Pekanbaru.

Misalnya, pesawat Lion Air JT 124 dari Kuala Namun, Sumatera Utara, sempat dialihkan ke Bandara Minangkabau Padang pada Senin siang, dan kini sudah melanjutkan penerbangan ke Pekanbaru.

“Yang dialihkan sepanjang hari ini cuma satu, yakni JT 124 dari Kuala Namu dialihkan ke Padang, sekarang pesawatnya sudah kembali ke Pekanbaru,” jelasnya.

Selain itu, terdapat satu pesawat tujuan Pekanbaru yang kembali ke bandara asal (return to base/RTB), yakni pesawat dari maskapai Scoot 252 dari Singapura. Pesawat tersebut, sambung ia, sempat berputar-putar di angkasa sebelum akhirnya kembali ke Bandara Changi Singapura.

Pembatalan sejumlah penerbangan menyebabkan konsumen maskapai Citilink mengantre di loket maskapai Group Garuda Indonesia itu. Pesawat yang batal terbang di antaranya tujuan Jakarta, Medan, dan Yogyakarta.

Para penumpang terlihat mengeluh karena sudah menunggu sejak Senin (23/9) pagi. Bahkan, ada yang sudah tiba di Bandara SSK II sejak Minggu (22/9) malam lantaran rumahnya jauh dari bandara.

Antrean di loket terjadi karena pihak maskapai menjanjikan pengembalian 100 persen uang akibat pembatalan tersebut. Beberapa dari mereka mengeluhkan kabut asap yang mengganggu penerbangan. Padahal, mereka ingin naik pesawat untuk mengungsi.

“Kabut asapnya di Pekanbaru sangat pekan dan berbahaya, makanya saya mau mengungsi ke Yogyakarta. Saya memesan tiket Citilink tetapi batal penerbangannya,” kata Rini, seorang konsumen Citilink.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending