Selasa, 4 Desember 2018

Amerika Serikat Gencar Kampanyekan Pergantian Nama Sebuah Jalan Menjadi ‘Jamal Khashoggi’


Amerika siap melakukan pergantian nama di salah satu kota di Washington menjadi Jalan Jamal Khashoggi. Hal ini dilakukan untuk menghormati jurnalis ternama yang tewas dibunuh tersebut.

Finroll.com – Upaya pergantian nama menjadi Jamal Khashoggi ini tertuang dalam sebuah resolusi gagasan Advisory Neighborhood Commission 2A yang disepakati komisi tersebut pada pekan lalu. Setelah disepakati bersama, resolusi ini akan dibawa ke dewan kota Washington, D.C. Yang kemudian bakal membahasnya selama kurang lebih sembilan bulan.

Jika disetujui dewan kota, resolusi itu akan diserahkan ke Kongres. Nantinya, Kongres akan memutuskan untuk mengesahkan resolusi itu menjadi aturan resmi atau tidak.

Seorang komisioner dari lembaga tersebut, James Harnett mengatakan, upaya penggantian nama jalan ini perlu digencarkan. Sebagai bentuk protes atas pembunuhan Khashoggi dan sikap Presiden Donald Trump dalam menanggapi isu tersebut.

“Kekhawatiran kami dan kepentingan kami adalah untuk mengangkat isu ini yang membawa dampak internasional. Kami sangat kecewa dengan kekurangan perhatian atas tanggapan Gedung Putih mengenai insiden ini,” ucap Harnett yang dilansir dari CNN.

Sejak Saudi mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di dalam gedung konsulat mereka di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu, Presiden Donald Trump memang sangat berhati-hati mengeluarkan pernyataan mengenai dugaan keterlibatan langsung Pangeran Mohammed bin Salman.

“Kami yakin ketika ada kekosongan kepemimpinan, seseorang harus mengambil alih dan memastikan masyarakat tahu bahwa ada hal yang harus kita sikapi dengan serius,” kata Harnett.

Ini bukan kali pertama AS mengubah nama jalan di depan kedutaan besar negasa asing di Washington, D.C.

Pada awal tahun ini, Dewan Kota Washington meloloskan resolusi untuk mengganti nama di depan Kedubes Rusia menjadi Boris Nemtsov.

Nemtsov adalah tokoh oposisi di Rusia yang tewas ditembak saat sedang berjalan bersama kekasihnya di sebuah jembatan di dekat Kremlin pada Februari 2015 lalu. (cnnindonesia)

BACAAN TERKAIT