Kamis, 22 Juli 2021

AS-China Segera Bertemu ‘Empat Mata’, Bahas Apa?


Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Pemerintah China akan melaksanakan sebuah pertemuan pada 25 hingga 26 Juli mendatang. Pertemuan itu akan dilaksanakan di kota Tianjin, China.

Mengutip Japan Times, ini merupakan inisiatif dari Washington. Nantinya pertemuan itu akan dihadiri oleh Wakil Menlu AS Wendy Sherman dan beberapa pejabat dari Beijing seperti State Counsellor Wang Yi dan Wamenlu China Xie Feng.

“Pembicaraan China akan menjadi bagian dari upaya AS yang sedang berlangsung untuk mengadakan pertukaran jujur … untuk memajukan kepentingan dan nilai-nilai AS dan untuk mengelola hubungan secara bertanggung jawab,” kata Departemen Luar Negeri pada pengumuman Rabu (21/7/2021) malam.

Financial Times melaporkan pertemuan ini juga bagian dari tur diplomat AS ke Asia, termasuk Jepang, Korsel dan Mongolia. Beberapa pejabat menyebut, ini untuk membuka jalan agar Presiden AS Joe Biden bisa bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping dalam waktu dekat di KTT G20 di Italia, Oktober.

Sementara itu, melalui Global Times Kamis (22/7/2021), China membenarkan kunjungan ini. China, dilaporkan media pemerintah itu, akan mengesampingkan buruknya hubungan bilateral untuk berbicara lebih lanjut dengan AS dan bekerja sama.

“Tetapi (China) tetap akan meletakkan garis dalam hubungan bilateral,” kata Kementerian Luar Negeri.

“China akan menyatakan posisinya dalam pengembangan hubungan kedua negara dengan ‘sikap tegas’ guna menjaga kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan, serta menuntut agar AS berhenti mencampuri urusan dalam negeri China.”

Sementara itu para analis menilai bahwa pertemuan ini tidak akan berjalan dengan sebuah kesepakatan yang konkret. Pasalnya China terus menyatakan bahwa campur tangan AS dalam beberapa isu domestik seperti Hong Kong dan Xinjiang tidak dapat ditoleransi.

Pertemuan ini hanya akan mengulang ‘kesalahan’ pertemuan Alaska beberapa bulan lalu. Saat itu delegasi AS-China bertemu di AS tanpa membuahkan hasil dan dalam situasi saling sindir satu sama lain.

“Jika AS berharap untuk mengajukan lagi pertanyaan tentang Xinjiang dan Hong Kong, mereka harus tahu bahwa mereka membuang-buang waktu, seperti di Alaska,” kata Lü Xiang, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China dalam kesempatan yang sama.

CIMB NIAGA

Hubungan antara Washington dan Beijing tetap memanas di era Biden. Terbaru, Biden mengeluarkan perintah eksekutif untuk pembatasan investasi dari AS di beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan upaya pengembangan kemampuan militer China karena isu HAM di Xinjiang dan demokrasi Hong Kong.

Tercatat ada 59 perusahaan Negeri Tirai Bambu yang terjaring perintah itu. Selain itu Gedung Putih juga sedang mendorong investigasi tentang asal-usul Covid-19 oleh WHO.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT