Rabu, 1 April 2020

Bank Dunia Estimasi Pertumbuhan Asia Pasifik Bisa Anjok 0,5-3,5%


Bank Dunia menyatakan pandemi Corona atau Covid-19 bakal memukul perekonomian Asia Timur dan Pasifik.
Bank Dunia menyatakan pandemi Corona atau Covid-19 bakal memukul perekonomian Asia Timur dan Pasifik. Estimasi pertumbuhan ekonomi regional Asia Timur dan Pasifik atau East Asia and Pacific (EAP) bakal anjlok di kisaran 2,1 persen dalam skenario normal atau baseline. Nilainya juga diperkirakan masih bisa lebih buruk hingga serendah minus 0,5 persen di tahun 2020.
Dengan demikian estimasinya semakin jauh di bawah capaian tahun 2019 yang tumbuh 5,8 persen. Di China sebagai tempat pandemi Corona bermula diestimasikan pertumbuhan ekonomi negara itu melambat di angka 1,3 persen sebagai baseline melambat dari pertumbuhan 2019 di angka 6,1 persen. Nilai itu masih bisa turun lagi dengan menyisakan pertumbuhan ekonomi Cina di angka 0,1 persen di tahun 2020.
Bagi negara EAP di luar Cina, Bank Dunia mengestimasi mereka akan melambat hingga angka 1,3 persen sebagai baseline dari pertumbuhan tahun 2019 di angka 4,7 persen. Kemungkinan terburuknya pertumbuhan ekonomi negara EAP selain Cina kontraksi atau minus 2,9 persen di tahun 2020. “Pertumbuhan ini diperkirakan akan pulih secara bertahap di tahun 2021 ketika efek virus telah diatasi,” ucap laporan Bank Dunia yang dikutip, Selasa (31/3/2020).
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Estimasi Bank Dunia bagi Indonesia masih akan tumbuh 2,1 persen dengan skenario baseline. Kemungkinan terburuknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa kontraksi di angka minus 3,5 persen. Dengan demikian jauh melambat dari capaian tahun 2019 di angka 5 persen.
Namun, skenario yang dimiliki Indonesia bisa jadi lebih baik dari estimasi bagi Malaysia yang memiliki baseline minus 0,1 persen dan terburuk di angka minus 4,6 persen. Lalu Thailand yang baseline-nya minus 3 persen dan skenario terburuk minus 5 persen. Bank Dunia pun mengingatkan agar keadaan ini harus cepat diatasi.
Lembaga itu merekomendasikan agar negara di EAP berinvestasi lebih pada sistem Kesehatan mereka. Lalu yang tidak kalah penting menerbitkan kebijakan fiscal terukur sperti subsidi bagi yang sakit dan biaya perawatan. Bank Dunia memperkirakan untuk estimasi pertumbuhan sesuai baseline saja, akan ada 24 juta orang lebih sedikit di regional EAP yang mampu keluar dari kemiskinan.
Jika keadaan berlarut-larut dan menyentuh skenario terburuk, maka kemiskinan di EAP dapat meningkat 11 juta orang. Di luar itu, Bank Dunia menyarankan agar tiap negara membuka seluas-luasnya Kerjasama internasional.
Terutama dalam menjaga pasokan alat Kesehatan dan menjaga stabilitas sektor keuangan selama krisis. Lalu yang tidak kalah penting Bank Dunia berpesan agar negara menjaga likuditas perusahaan agar dapat bertahan dan tetap membuka akses kredit demi menjaga konsumsi selama pandemi.
Sumber berita : Tirto.id

BACAAN TERKAIT