Selasa, 12 Januari 2021

Bilderberg Club : Kelompok Rahasia yang Mengendalikan Dunia Termasuk Sektor Kesehatan


Selama beberapa puluh tahun, mereka yang meyakini teori konspirasi berusaha menguak Bilderberg Group — kelompok yang rutin melakukan pertemuan tahunan, yang diyakini beranggotakan tokoh-tokoh paling kuat di dunia.

Bilderberg Group diyakini telah melakukan pertemuan rahasia untuk membahas segala hal, mulai dari pasang surutnya komunisme, perang nuklir, hingga cybersecurity.

Sekitar 130 elite politik dan tokoh senior dari industri, keuangan, akademisi, tenaga kerja, dan media diundang.

Tapi selain mereka ada juga kalangan Politisi kondang dan pimpinan lembaga Internasional yang pengaruhnya powerful. Beberapa CEO, dan Bankir.

Tokoh bisnis dari korporasi dan industri yang vital mempengaruhi hajat hidup umat sejagat. Kalangan Akademisi dan ilmuwan. Serta sejumlah celebrity kondang sedunia.

Sejumlah petinggi Media yang dikenal sebagai filantropis, juga tercatat rutin hadir, sebagai anggota inti di hajatan tahunan tersebut. Termasuk di antaranya, adalah Bill Gates (Microsoft), Jeff Bezos (Amazon dan pemilik baru Washington Post) serta Eric Emerson Schmidt (Google).

Awalnya kelompok yang didirikan pada 1954 tersebu dibuat untuk menciptakan lebih banyak kerja sama antara Eropa dan Amerika Utara selama Perang Dingin.

Dengan nama diambil dari lokasi pertemuan pertama mereka, Hotel De Bilderberg di Oosterbeek, Belanda, forum tersebut beranggotakan orang-orang ternama, politisi, pemikir, dan pemimpin bisnis terkemuka dunia yang bertemu tiap tahun di sejumlah lokasi di Eropa dan Amerika Utara. Semuanya terpencil dan jauh dari keramaian.

Tren Wabah dan Pandemi

Apa yang sebenarnya dibicarakan di sana, tak ada yang tahu. Tak ada media yang boleh mengakses pertemuan itu. Publik yang ingin mendekat tak mampu menembus barikade pengamanan dengan operasi keamanan yang berskala luas.

Jababeka industrial Estate

Apa pun surat kabar yang Anda baca, saluran TV yang Anda tonton, atau lini masa media sosial yang Anda ikuti, Anda tidak akan membaca laporan dari jurnalis mana pun dari dalam konferensi — semuanya dilarang.

Hal itu memicu timbulnya teori konspirasi yang mengklaim bahwa kelompok tersebut merancang ‘new world order’ atau tatanan dunia baru dan menjadi ‘pengendali’ dunia.

Terkait topik Bilderberg Group Meeting, topik tentang kesehatan adalah yang paling ramai diperdebatkan kalangan analis.

Ini terkait dengan tren wabah dan pandemik yang masih, sedang dan akan terjadi ke depan. Harap diingat, beberapa tokoh yang mewakili industri farmasi, adalah anggota aktif Bilderberg Group –yang berkepentingan memastikan agar ke depan, produk dan brand buatannya, sebanyak-banyaknya bisa terserap pasar.

Karena, seperti halnya logika bisnis dan perdagangan umumnya, industri medis, farmasi dan alat kesehatan, pun juga mengacu pada logika supply-demand.

Semakin ‘permintaan’ bisa dikondisikan, tentu pasokan obat, bahan farmasi dan pendukung kesehatan, makin banyak bisa ‘disalurkan’ bukan?. Bagaimana pun, tak ada satu pun manusia di jagat ini yang mau sakit, bukan?

Diplomasi atau konspirasi?

Tapi apakah Bilderberg Group sekadar kesempatan bagi kalangan elite dunia untuk berbicara dengan satu sama lain secara pribadi dan santai, atau apakah ini, seperti yang diklaim para pengkritik terbesarnya, komplotan rahasia tertutup yang berupaya merusak demokrasi global?

Para penganut teori konspirasi, yang sangat memegang pandangan yang kedua, menuduh Bilderberg Group melakukan segala kejahatan mulai dari sengaja menciptakan krisis keuangan hingga menyusun rencana untuk membunuh 80% populasi dunia.

BACAAN TERKAIT