Senin, 2 September 2019

BKPM : Belum Ada Investor Yang Berminat Investasi di Ibu Kota Baru


Finroll.com — Melalui pantauan Online Single Submition (OSS). Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) mencatat belum ada investor yang berminat melakukan investasi di Ibu kota baru, Kalimantan Timur.

Husen Maulana selaku Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM mengatakan bahwa pihaknya belum melihat investor melakukan investasi di Kalimantan Timur melalui perizinan invetasi melalui digital atau Online Single Submition (OSS). Di mana saat ini investor masih cenderung menanamkan investasi di luar Kalimantan Timur.

“Kelihatanya belum ya. Belum kelihatan kalau minat investor ke arah sana (Kalimantan Timur). Apabila di media-media sudah kelihatan mungkin ada investor yang tertarik untuk membangun infrastruktur di sana,” ujar Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Husen Maulana di lansir dari Okezone, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut Husen, tren investasi di tahun 2019 pasti akan meningkat di banding 2018 yang ada kendala-kendala. “Salah satunya perang dagang antara China dan AS,” ungkapnya

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memperkirakan anggaran tahap awal pembangunan infrastruktur ibu kota baru mencapai Rp865 miliar. Pembangunan infrastruktur ibu kota baru akan dimulai pada 2020.

[yarpp]

“Jadi untuk program ibu kota, kita mulai paling cepat pertengahan tahun depan. Dan kami sedang menghitung kebutuhan uang muka,” ujar Basuki dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR Jakarta.

Sementara wacana pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta menuju Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan catatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Timur pada Agustus 2019 ini terkendali. Hal tersebut terlihat dari catatan inflasi di dua kota, yakni Samarinda dan Balikpapan.

Infografis pemindahan ibu kota baru. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi di Samarinda pada Agustus 2019 ini tercatat sebesar 0,07%. Sedangkan Balikpapan justru mengalami deflasi sebesar 0,52%.

“Pada bulan Agustus ini inflasi Samarinda 0,07%, rendah. Sementara di Balikpapan justru mengalami deflasi sebesar 0,52%” ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat BPS.

Pergerakan harga pada Agustus 2019 secara nasional tercatat inflasi sebesar 0,12% month to month (mtm). Nilai inflasi Agustus lebih terkendali dibandingkan Juli 2019 yang tercatat 0,31% mtm. Adapun inflasi tahun kalender 2019 tercatat sebesar 2,48% year to date (ytd) dan inflasi tahun ke tahun Agustus 2019 sebesar 3,49% year on year (yoy).

CIMB NIAGA

“Dari 82 kota IHK (Indeks Harga Konsumen), sebesar 44 kota mengalami inflasi. Sementara, sebanyak 38 kota mengalami deflasi,” katanya.

BACAAN TERKAIT