Selasa, 8 September 2020

China akan kembali rajai pasar kendaraan listrik pada akhir 2020


China akan kembali merajai pasar kendaraan listrik pada akhir tahun ini, menurut analisis pasar yang dirilis oleh Pusat Riset Otomotif Jerman (Center for Automotive Research/CAR) pada Senin (7/9).

FINROLL.COM – Penjualan mobil listrik di Eropa pada paruh pertama tahun ini naik tipis, namun “faktor (Elon) Musk” akan mendukung perkembangan pasar China yang tidak akan melepaskan posisi puncaknya di pasar mobil listrik untuk 50 tahun ke depan, menurut perkiraan CAR.

Secara total, hampir 400.000 mobil yang sepenuhnya ditenagai listrik (fully electric) dan hybrid plug-in terjual di Eropa pada paruh pertama tahun ini. Sementara di China, kendaraan listrik yang terjual pada periode yang sama hanya memiliki selisih 7.200 unit lebih sedikit dibandingkan Eropa, sebut CAR.

China membuat “lompatan besar” dalam kendaraan yang sepenuhnya menggunakan listrik bersama Tesla. Menurut CAR, gigafactory Tesla di Shanghai menyumbang penjualan hampir 50.000 mobil listrik di China pada paruh pertama tahun ini.

Berkat premi pembelian yang tinggi untuk mobil listrik di banyak negara Eropa, penjualan kendaraan fully electric dan hybrid plug-in di Eropa “meningkat secara signifikan,” ungkap CAR.

China dan Eropa “sangat menentukan terobosan global dalam mobilitas listrik,” kata Direktur CAR Ferdinant Dudenhoefer dalam sebuah pernyataan, menyebut bahwa kedua kawasan itu “secara signifikan mendukung mobilitas nol emisi.”

Sang direktur mengatakan kepada Xinhua bahwa 1,2 juta kendaraan listrik telah terjual di China pada 2019, terbanyak di dunia.

Dalam hal penjualan kendaraan fully electric pada paruh pertama tahun ini, China telah menjadi pemimpin pasar, sementara penjualan mobil hybrid plug-in di Eropa semakin meningkat, imbuh CAR. (Xinhua)

BACAAN TERKAIT