Senin, 4 Oktober 2021

Delapan Benda Buatan Tiongkok yang Mengejutkan Dunia Barat


Saking banyaknya barang yang kita pakai sekarang dibuat dari Tiongkok, ada ungkapan lucu terkait ini. Sebuah lelucon berbunyi, “God created the world and everything else is made in China.”

“Tuhan menciptakan dunia ini dan semua sisanya dibuat oleh Tiongkok,” begitulah kurang lebih artinya.

Banyak barang yang kita gunakan di zaman modern ini yang dibuat dari Tiongkok. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang Tiongkok adalah para pekerja keras yang sangat kreatif dan mampu menciptakan banyak barang.

Ternyata, sejak dulu orang-orang dari Tiongkok memang terkenal kreatif dan pencipta ulung. Setidaknya ada delapan barang buatan Tiongkok kuno yang tak pernah terpikirkan oleh dunia barat.

Benda-benda yang mereka ciptakan ini tak hanya mengundang decak kagum dari dunia barat, tapi juga dunia internasional. Bahkan, benda-benda itu masih dipakai hingga sekarang.

Berikut ini adalah benda-benda tersebut, sebagaimana dikutip dari Ancient Origins.

  1. Kertas

Penemuan kertas memungkinkan penemuan tiga hal bermanfaat lainnya, yakni tisu toilet, uang kertas, dan kertas menu. Jadi, mari kita masukkan keempatnya ke dalam satu kategori sebagai penemuan kertas.

Selama berabad-abad, orang-orang Eropa membeli papirus dari Mesir dan menggunakan perkamen di saat orang-orang Tiongkok telah menggunakan kertas asli. Catatan sejarah mengaitkan penemuan pembuatan kertas dengan Cai Lun, seorang kasim istana kaisar. Meskipun secara resmi diakui bahwa pembuatan kertas lahir pada tahun 105 Masehi, penyelidikan terbaru telah melacaknya kembali ke abad ke-2 Sebelum Masehi.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa papirus telah diproduksi di Mesir sejak 3000 Sebelum masehi dan berfungsi dengan baik selama berabad-abad. Namun, pada abad 14-15 Eropa pada akhirnya juga memilih menggunakan kertas.

Jelas, jika Tiongkok adalah penemua pembuatan kertas, mereka pasti juga pencipta tisu toilet. Penggunaan tisu toilet di Tiongkok tercatat setidaknya pada 851 Masehi, selama dinasti Tang. Namun popularitas kertas toilet di kalangan istana kekaisaran baru meningkat pada Dinasti Ming (1368-1644).

CIMB NIAGA

Pada abad ke-9 Masehi orang-orang Tiongkok juga mulai menggunakan kertas untuk mencetak uang. Tagihan kertas pertama berfungsi sebagai catatan kredit atau pertukaran. Pedagang dapat menerimanya untuk menyimpan koin logam, tanpa kehilangan nilai “uang tunai” tersebut.

Tiongkok selalu menjadi pedagang besar, menyambut pedagang dan petualang dari seluruh dunia. Banyaknya orang asing yang tidak dapat berbicara bahasa Mandarin dikatakan sebagai alasan untuk menciptakan menu restoran pada awal zaman dinasti Song (960–1279). Orang-orang Tiongkok sudah memiliki kertas, jadi menggunakannya untuk membuat kertas menu adalah ide yang masuk akal.

  1. Alat Percetakan

Terlepas dari ketersediaan artefak pencetakan yang jauh lebih awal di Timur Jauh, Sutra Intan dianggap sebagai buku pertama yang dicetak di atas kertas dengan ukuran biasa. Menurut catatan, buku itu dibuat pada 868 Masehi, selama dinasti Tang. Pada saat itu percetakan balok kayu mulai populer, menyederhanakan penyebaran teks-teks agama tanpa modifikasi.

Para empu awal menaruh tinta pada balok-balok kayu bertulisan. Tinta berguling di atas permukaan karakter yang terukir di kayu. Setelah dicetak, gambar terbalik dari balok kayu tertinggal di atas kertas yang mudah terjiplak tinta. Satu balok bisa menghasilkan sekitar 20.000 eksemplar.

Satu abad kemudian Bi Sheng meningkatkan teknik ini dengan memperkenalkan percetakan tipe bergerak. Karakter individu yang dapat dipindahkan, diukir pada potongan tanah liat dan dikeraskan dengan api, dapat dilekatkan pada pelat besi untuk mencetak satu halaman teks. Itu kemudian dipecah dan diatur ulang untuk mencetak halaman lain.

Sebagai perbandingan, di dunia barat Johann Gutenberg baru menggunakan teknologi yang hampir sama untuk mencetak Alkitab pertama pada tahun 1450-an.

  1. Alkohol

Penelitian tahun 2004 oleh University of Pennsylvania mengklaim bahwa Tiongkok mungkin adalah negara pertama yang menemukan proses fermentasi dan penyulingan yang digunakan untuk membuat alkohol. Tim ilmuwan mempelajari bahan organik kering yang mereka temukan di sebuah stoples kuno. Hasil analisis yang kompleks memungkinkan mereka untuk menyatakan bahwa orang-orang Tiongkok minum minuman beralkohol sejak 9.000 tahun yang lalu.

Legenda mengatakan bahwa Yi Di, istri Yu Agung, yang merupakan kaisar dari dinasti mistik Xia, adalah orang pertama yang menyiapkan minuman beralkohol untuk suaminya. Itu mungkin terjadi sekitar 2000 Sebelum Masehi. Jadi, sejarah pembuatan anggur dan bir berakar dari Tiongkok.

  1. Garpu

Sumpit menjadi bagian tak terpisahkan dari eksotika Tiongkok. Namun temuan dari penggalian makam Qin Shihuang baru-baru ini, kaisar non-mitos pertama Tiongkok (259 Sebelum Masehi – 210 Sebelum Masehi), membuktikan bahwa orang-orang Tiongkok telah menciptakan garpu dengan desain yang cukup modern ratusan tahun yang lalu. Mengapa orang-orang Tiongkok sekarang tidak banyak menggunakan garpu seperti menggunakan sumpit dalah pertanyaan lain.

Meskipun demikian, dunia Barat dapat berterima kasih kepada bangsa Tiongkok atas kreativitas dan kepraktisan mereka. Sebab, sulit rasanya membayangkan jika saat ini kita harus makan steak tanpa menggunakan garpu.

  1. Kompas

Kompas adalah salah satu penemuan Tiongkok kuno terbesar. Benda ini dibuat sekitar abad ke-3 Sebelum Masehi dan awalnya digunakan oleh para peramal. Para navigator Tiongkok mulai menggunakannya di kapal tidak lebih awal dari pada masa Dinasti Song, yaitu sekitar abad ke-10 Masehi.

Ngomong-ngomong, tidak seperti kompas modern yang menunjuk ke utara, kompas Tiongkok kuno menunjuk ke selatan. “Jarum” kompas Tiongkok terbuat dari batu magnet dalam bentuk sendok. Batu magnet itu secara alami menunjuk ke selatan, dan itu memberi para pelaut Tiongkok keuntungan strategis tambahan: selatan selalu menjadi arah matahari saat tengah hari. Jadi tidak heran mengapa navigasi pintar Tiongkok menjadi model bagi seluruh dunia.

  1. Jam Mekanik

Prototipe jam tangan dan jam mekanis kita juga diciptakan pertama kali di Tiongkok. Penciptanya adalah biksu Buddha Yi Xing. Dia menciptkan model pertama dari jam mekanik pada tahun 725 Masehi, dua abad sebelum gagasan itu hadir di dunia Barat.

Menurut desainnya, tetesan air menggerakkan roda besar yang membuat satu putaran penuh dalam satu hari – 24 jam.

Selama dinasti Song, pejabat Su Song memodernisasi jam sehingga tidak hanya menunjukkan waktu dalam sehari, tetapi juga hari dalam sebulan, fase Bulan, dan posisi beberapa bintang dan planet. Su Song membangun menara jam dan menambahkan mekanisme penggerak rantai ke sistem roda gigi dan roda canggih yang membuat jam berputar.

  1. Detektor Gempa

Kita mungkin mengenalnya lebih baik sebagai seismograf. Namun hampir 2.000 tahun yang lalu alat pendeteksi gempa itu lebih mirip vas perunggu yang cantik.

Di dalam vas itu terdapat bandul yang dapat digerakkan oleh getaran bumi. Ayunan bandul menggerakkan tuas internal di dalam vas. Hal ini memicu pelepasan bola kecil yang dipegang oleh seekor naga yang menghadap ke arah pusat gempa. Bola ini jatuh ke mulut katak tepat di bawahnya sehingga menandakan bahaya.

Di Tiongkok, gempa bumi sering terjadi, jadi perangkat pendeteksi gempa yang cantik ini memang berdiri kokoh di negara itu selama ratusan tahun.

Prototipe seismograf modern yang digunakan dunia barat dirancang di Persia pada abad ke-13 dan di Prancis tidak lebih awal dari pada awal abad ke-18. Jadi jelas Tiongkok telah lebih dulu menciptakan detektor gempa.

  1. Roket

Pencapaian Tiongkok baru-baru ini dalam eksplorasi luar angkasa sangat mengesankan. Mungkin, pada abad ke-3 Masehi, para penemu roket bahkan tidak bisa bermimpi bahwa keturunan mereka akan melihat Bumi dari langit. Tetapi ingatan dan catatan sejarah tentang inovasi mereka menginspirasi generasi jauh untuk membangun pesawat luar angkasa yang besar dan kuat.

Kekuatan lontaran yang diperlukan untuk menggerakkan roket dihasilkan oleh bubuk mesiu yang dinyalakan, yang sebenarnya merupakan penemuan Tiongkok lainnya. Misalnya, selama Dinasti Song, orang-orang Tiongkok mengisi tabung kertas dengan bubuk mesiu dan menempelkan tabung ini ke panah yang akan meluncur saat bubuk mesiu itu dinyalakan.

Penemuan “metode peluncuran roket” seperti ini banyak digunakan di militer dan terkesan mengerikan. Namun, bentuk ringan dari penemuan ini terus menjadi bagian integral dari hiburan tradisional Tiongkok, yakni kembang api.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT