Selasa, 9 Juli 2019

Gagal Bayar Utang, BEI Siap Panggil Manajemen PT. Jababeka


Keterangan foto : Ilustrasi kawasan industri Jababeka

Finroll.com — PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) saat ini sedang dalam mengalami kondisi keuangan yang terancam default atau gagal membayar utang.

Saat ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu penjelasan dari manajemen PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) terkait potensi default atau gagal bayar. Hal ini untuk mengetahui secara pasti kondisi keuangan perusahaan.

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna, mengatakan “Pertama yang dilihat materialitasnya, secara umum kami lakukan permintaan penjelasan (dari KIJA), kami ingin ada klarifikasi berita tersebut. Setelah itu kami masuk ke substansi untuk penyelesaian masalah,” jelasnya.

Terlebih lagi, pihak otoritas pasar modal itu sudah melakukan suspensi sebab KIJA dinilai memiliki risiko besar tak mampu membayarkan utangnya dalam bentuk notes pada waktu dekat. Kondisi tersebut memungkinkan perseroan berada dalam keadaan lalai atau default.

“Sejak kemarin BEI belum mendapatkan informasi sehingga protokol yang dilakukan adalah menghentikan sementara saham KIJA,” kata Nyoman.

Nyoman mengatakan, suspensi dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi KIJA menyampaikan responnya. Untuk itu, hari ini BEI melakukan hearing dengan memanggil direksi KIJA untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Nyoman menyarankan untuk tidak melakukan judgment terlebih dahulu dan tunggu saja hasil pertemuan hari ini.

Sebagai informasi pengumuman tentang potensi gagal bayar surat utang senilai US$ 300 juta berbuntut panjang. Belakangan tersingkap hubungan di antara para pemegang saham tidak harmonis.

Pada pertemuan KIJA bersama awak media Senin (8/7) kemarin, Direktur Utama KIJA Budianto Liman menyatakan, sejumlah direksi merasa menjadi korban dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang di luar dugaan.

Pada RUPST tersebut, PT Imakota Investindo yang memegang 6,39% saham dan Islamic Development Bank sebagai pemegang saham 10,84% saham KIJA menyetujui pengangkatan Sugiarto sebagai direktur utama KIJA dan Aries Liman sebagai komisaris.

CIMB NIAGA

Keputusan ini ditengarai sebagai acting in concert atau kerja sama pihak tertentu yang menyebabkan terjadi pengubahan pengendalian sehingga menyebabkan Jababeka International BV berkewajiban menggelar buyback kepada para pemegang notes dengan harga pembelian sebesar 101% dari nilai pokok notes sebesar US$ 300 juta ditambah kewajiban beban bunga.

Sedangkan jumlah kas internal KIJA sendiri tidak mencukupi untuk membayar notes tersebut. Pada perdagangan sesi II Senin (8/7) saham KIJA resmi dihentikan sementara oleh BEI.(red)

BACAAN TERKAIT