Sabtu, 24 November 2018

Ini dia Pesan Terakhir Misionaris AS yang Dibunuh Suku Terkucil di India


Finroll.com – John Allen Chau, 27, pria Amerika Serikat (AS) yang dibunuh kelompok suku yang hampir punah di pulau terpencil di India, telah menjadi pemberitaan global. Sebelum melakukan perjalanan ke “pulau maut”, dia menuliskan beberapa pesan di Instagram dan catatan.

Chau dikenal sebagai seorang misionaris muda. Selama melakukan perjalanan ke Pulau Sentinel Utara, India, dia membawa Alkitab yang dikemas tahan air. Media AS menduga kuat, misinya ke pulau terlarang itu untuk menyerbakan agama kepada Suku Sentinelese yang menolak kehadiran orang asing.

Suku itu selama ribuan tahun menghindari kontak dengan orang luar pulau, bahkan pihak berwenang India sekali pun.

“Tuhan lindungilah saya dan samarkan saya terhadap penjaga pantai dan angkatan laut,” tulis Chau ketika pertama kali mendekati pulau tersebut.

Kapal-kapal aparat berwenang India kerap mengawasi perairan di sekitar pulau itu sebagai upaya untuk memastikan orang luar tidak mendekati Suku Sentinelese.

Namun, Chau nekat memasuki pulau tersebut untuk melakukan kontak dengan Suku Sentinelese. Ketika pertama kali masuk ke pulau, dia disambut dengan tembakan panah. Menyadari dalam bahaya, dia berenang kembali ke perahu nelayan yang sudah dia atur untuk menunggunya di lepas pantai. Anak panah itu, tulis dia, menghantam Alkitab yang dibawanya.

“Kenapa anak kecil harus menembak saya hari ini?,” tulis dia. “Suaranya yang tinggi masih terngiang di kepala saya.”

Polisi India mengatakan Chau tahu bahwa penghuni pulau Sentinel menolak semua kontak dengan orang luar. Jurnal berisi catatan-catatan terakhir pria AS itu dipublikasikan oleh surat kabar India pada hari Kamis dan telah dikonfirmasi oleh polisi.

“Kalian mungkin berpikir saya gila dalam semua ini, tetapi saya pikir itu berharga untuk menyatakan Yesus kepada orang-orang ini,” tulis Chau dalam catatan terakhir kepada keluarganya tertanggal 16 November, yang dikutip Washington Post, Jumat (23/11/2018). “Ya Tuhan, saya tidak ingin mati.”

Dalam tulisannya Instagram, Chau menulis bahwa dia menemukan Pulau Sentinel yang terpencil di Teluk Benggala. Dia menyebut pulau itu menginspirasi, tetapi menakutkan.

Jababeka industrial Estate

“Mengapa tempat yang indah ini harus memiliki begitu banyak kematian di sini?,” tulis dia. “Saya harap ini bukan salah satu dari catatan terakhir saya, tetapi jika (yang terakhir) ini adalah ‘to God be the Glory’.”

(sumber sindo)

BACAAN TERKAIT