Kamis, 16 September 2021

Jepang Beri Warning Warganya di RI, Ini Kronologi



Peringatan kepada warga Jepang tidak hanya berlaku di Indonesia, tapi Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan Myanmar.

“Ada risiko yang meningkat dari bom bunuh diri,” tulis Kementerian Luar Negeri Jepang sebagaimana dikutip Associated Press (AP), awal pekan ini.

Dalam himbauan itu, Jepang juga mendesak warganya untuk memperhatikan informasi lokal dan berhati-hati “untuk saat ini”. Sayangnya info itu tidak memberikan kerangka waktu tertentu atau detail lainnya.

Di Malaysia, Kedutaan Jepang juga memosting peringatan ini dalam laman resminya. Konfirmasi juga telah diberikan pejabat kedutaan.

“Ada informasi bahwa kemungkinan serangan bom bunuh diri akan meningkat di tempat-tempat yang banyak orang berkumpul, seperti tempat ibadah,” bunyi pengumuman yang di-posting di website.

“Kami meminta semua warga Jepang untuk tetap waspada terhadap serangan teroris.”

Sementara itu dalam update terbaru, Kedutaan Jepang di Filipina juga mengiyakan. Hal ini dilaporkan wartawan CNN Filipina dan diunggah di Twitternya.

“Kedutaan Jepang di Manila mengonfirmasi bahwa pemerintah Jepang telah menerima informasi kemungkinan serangan teror di enam negara termasuk Filipina,” tulis Tristan Nodalo di akun Twitternya.

Di Singapura, meski tak ada respons langsung kedutaan, hal ini mendapat respons dari Negeri Singa. Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD) mengatakan tidak melihat hal spesifik terkait ancaman teror yang ‘diramal’ terjadi di negeri itu.

ISD juga mengatakan telah menghubungi Jepang terkait ini. “Mereka juga tak memiliki data intelijen spesifik,” kata lembaga itu dikutip dari Strait Times.

Jababeka industrial Estate

Meski demikian, badan itu mendesak semua warga Singapura untuk tetap waspada. Termasuk menghubungi hotline kontra terorisme jika melihat aktivitas mencurigakan.

Di Indonesia, Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah juga mengatakan hal serupa. Ia menegaskan Kedutaan Jepang di Indonesia tidak mengeluarkan peringatan tersebut.

“Sudah dikonfirmasikan dengan Kedubes Jepang di Jakarta dan dijelaskan bahwa Kedubes Jepang tidak mengeluarkan warning seperti itu,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Sumber : cnbcindonesia.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT