Senin, 4 Februari 2019

Keluarga Kerajaan Inggris Siap Dievakuasi Jika Brexit Alami Hambatan


Ratu Elizabeth II beserta anggota kerajaan Inggris akan dievakuasi bila terjadi kerusuhan di London akibat proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (EU) atau Brexit mengalami hambatan.

Finroll.com – Laporan Sunday Times menyitir Reuters, Minggu (3/2/2019) para pejabat Inggris telah menghidupkan kembali rencana darurat Perang Dingin untuk mengevakuasi keluarga kerajaan.

“Rencana evakuasi darurat ini telah ada sejak Perang Dingin. Tetapi kini telah dirancang ulang jika terjadi kekacauan sipil setelah Brexit yang tidak disetujui,” lapor koran Sunday Times, mengutip sumber tanpa nama dari Kantor Kabinet pemerintah, yang menangani masalah administrasi sensitif.

Dikutip dari The Straits Times pada Minggu (3/2), laporan itu juga mengklaim mengetahui akan dibawa ke mana keluarga kerajaan Inggris, khususnya Ratu Elizabeth II, untuk mencapai lokasi aman di luar London.

Harian Mail on Sunday pada Ahad juga mengatakan pihaknya mendengar beberapa rencana untuk memindahkan keluarga kerajaan, termasuk Ratu Elizabeth II, ke sejumlah lokasi aman yang jauh dari London.

Pemerintah Inggris tengah berjuang untuk mendapatkan dukungan parlemen untuk menyetujui kesepakatan transisi dengan EU sebelum batas waktu Brexit pada 29 Maret mendatang. Pada saat yang sama, pemerintah dan pelaku bisnis juga menyiapkan rencana cadangan bila Brexit tidak menghasilkan kesepakatan.

Kelompok-kelompok bisnis telah memperingatakan kerusuhan kemungkinan akan terjadi bila terjadi penundaan panjang terhadap impor EU akibat pemeriksaan baru bea cukai. Mereka juga memperingatkan kemungkinan kelangkaan pangan dan obat-obatan.

Pidato tahunan Ratu, yang berusia 92 tahun tersebut, kepada organisasi-organisasi perempuan setempat pada bulan lalu secara luas dianggap sebagai seruan bagi para politikus untuk mencapai kesepakatan Brexit.

Namun, menurut Jacob Rees-Mogg, seorang anggota parlemen Konservatif dan pendukung Brexit, rencana penyelamatan Ratu Inggris dinilai menunjukkan kepanikan yanh tidak perlu jika Brexit terjadi tanpa kesepakatan.

Rees-Mogg beralasan bahwa setelah pemboman Perang Dunia II, keluarga Kerajaan Inggris dan bangsawan senior tetap berada di London.

“Kepanikan untuk mengungsikan Ratu karena Brexit adalah hal yang berlebihan,” ujar Rees-Mogg.

Jababeka industrial Estate

Tapi, Sunday Times mengatakan seorang mantan perwira kepolisian yang ditugaskan mengawal keluarga kerajaan, Dai Davies, memperkirakan Ratu Elizabeth II akan dipindakan ke luar London jika terjadi kerusuhan.

“Jika terjadi masalah di London, sudah pasti Anda akan memindahkan keluarga kerajaan menjauh dari lokasi-lokasi penting itu,” kata Davies. (Berbagai Sumber)

BACAAN TERKAIT