Kamis, 22 November 2018

Mengenang Kembali Tragedi Penembakan Presiden Amerika John F Kennedy


Pada Jumat (22/11/1963) seluruh wilayah AS di kagetkan dengan peristiwa penembakan Presiden John F Kennedy.

Finroll.com – Tepat di hari ini (22/11/2018), 55 tahun sudah Presiden Amerika John F Kennedy itu tewas tertembak di pangkuan sang istri dalam iring-iringan mobil kepresidenan di Dallas.

Kennedy adalah Presiden keempat AS yang tewas dibunuh. Ketiga presiden lainnya adalah Abraham Lincoln (Presiden ke-16), James A Garfield (Presiden ke-20), dan William McKinley (Presiden ke-25). Adapun dua presiden lagi, yaitu Theodore Roosevelt dan Ronald Reagan, selamat dari percobaan pembunuhan.

John Fitzgerald Kennedy lahir pada 29 Mei 1917 di Brookline, Massachusetts, di tengah-tenga keluarga kaya dan terhormat. Kakek dari keluarga ayahnya, P.J. Kennedy, adalah bankir kaya dan pedagang minuman keras.

Sedangkan nenek dari keluarga ibunya, John E. Fitzgerald, yang memiliki julukan “Honey Fitz,” adalah seorang politisi handal yang bekerja sebagai anggota kongres dan sebagai Walikota Boston.

Ibu Kennedy, Rose Elizabeth Fitzgerald adalah seorang wanita kelas tinggi di Boston. Sedangkan ayahnya, Joseph Kennedy Sr, adalah seorang bankir sukses yang memperoleh keuntungan besar dari pasar saham setelah Perang Dunia I. Joe Kennedy Sr. Kemudian melanjutkan karier pemerintahannya sebagai Ketua Securities and Exchange Commission dan sebagai Duta Besar untuk Inggris.

Meski tragedi itu dianggap sebagai salah satu lembar tergelap dalam sejarah AS. Sebagian besar warga negera itu masih mengingat dengan jelas peristiwa naas itu. Di seluruh Amerika, warga mengenang sosok kharismatik yang kata-katanya menjadi inspirasi rakyat Amerika Serikat.

Ribuan dokumen rahasia terkait pembunuhan Presiden John F Kennedy yang dikenal dengan JFK pada 1963 telah dirilis oleh pemerintah AS.

Setelah dokumen dipublikasikan, Presiden Donald Trump mengatakan akan merilis seluruh dokumen. Kecuali yang menyebut nama dan alamat seseorang yang sampai saat ini masih hidup. Sejumlah dokumen telah disimpan atas permintaan instansi pemerintah.

Setelah memeriksa seluruh 2.800 dokumen yang telah dirilis, inilah poin-poin yang paling menarik sampai saat ini. Banyak dokumen yang berisi informasi intelejen yang mentah dan belum diverifikasi.

FBI khawatir dengan teori konspirasi

Dalam sebuah memo yang ditulis di hari pembunuhan JFK, Lee Harvey Oswald tewas, direktur FBI J Edgar Hoover menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyebaran teori konspirasi.

CIMB NIAGA

“Satu hal yang saya khawatirkan yaitu harus mengeluarkan sesuatu jadi kita dapat meyakinkan publik bahwa Oswald merupakan pembunuh yang sebenarnya,” kata dia.

Sebuah memo dari badan intelejen AS CIA, yang berdasarkan pada penyadapan percakapan telepon, menduga Oswald berbicara dengan seorang pejabat KGB ( agen rahasia Rusia) di kedutaan besar Rusia di Kota Meksiko.

Memo itu menyebutkan pada 28 September 1963 dia berbicara dengan Valery Vladimirovich Kostikov, seorang “diidentifikasikan sebagai pejabat KGB”. Yang bekerja untuk sebuah departemen yang “bertanggung jawab terhadap sabotase dan pembunuhan”.

Oswald kemudian menelpon kedutaan besar dan, dalam “bahasa Rusia yang tidak lancar”, bertanya tentang apakah ada “sesuatu yang baru terkait telegram ke Washington”.

Oswald, yang menembak dan membunuh Presiden Kennedy, dengan cepat ditahan dan didakwa dalam kasus tersebut. Tetapi dua hari kemudian Oswald ditembak mati di ruang bawah tanah departemen polisi Dallas police oleh Jack Ruby, seorang pemilik klub malam lokal.

Kematian Kennedy membuat Uni Soviet khawatir

Gagasan tentang Amerika Serikat tanpa pemimpin sama sekali tidak menarik bagi para pejabat Soviet.

Para pejabat Soviet “takut jika tanpa kepemimpinan, sejumlah jenderal Amerika Serikat yang tidak bertanggung jawab meluncurkan sebuah rudal ke Uni Soviet”, menurut sebuat memo.

Memo itu juga menyebutkan bahwa Soviet “yakin pembunuhan tersebut tidak dilakukan oleh satu orang pria.” Tetapi merupakan sebuah “kampanye yang direncanakan dengan hati-hati di mana sejumlah orang memiliki peranan”.

BACAAN TERKAIT