Selasa, 24 September 2019

Minyak Terus Menguat Didorong Ketakutan Seputar Pasokan Saudi


Finroll.com — Karena berlarutnya kekhawatiran atas pasokan global, minyak dunia terus menguat, Senin, setelah melambung hampir 7% pekan lalu, setelah serangan 14 September terhadap fasilitas minyak Saudi mengimbangi prospek untuk pemulihan lebih cepat dari perkiraan output  Kerajaan itu dan tanda-tanda perlambatan ekonomi Eropa.

Menurut sumber, yang memberikan penjelasan singkat tentang perkembangan terbaru dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi, kepada Reuters. Arab Saudi memulihkan sekitar 75% dari produksi minyak mentah yang hilang dalam serangan yang melumpuhkan 5,7 juta barel per hari, atau lebih dari setengah produksi minyak Kerajaan itu.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 40 sen menjadi USD64,68 per barel, sementara patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), meningkat 0,95% untuk menetap di posisi USD58,64 per barel.

Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates mengatakan, “Meski pasar relatif tenang dalam sesi baru-baru ini, kami masih merasa bahwa itu telah melayang ke kisaran perdagangan yang baru dan lebih tinggi mengingat hilangnya produksi Saudi yang telah berkembang, dan kebutuhan untuk premi risiko yang cukup besar untuk memperhitungkan kemungkinan bahwa serangan  drone  lainnya bisa saja terjadi lagi,” katanya di Galena, Illinois.

Survei yang menunjukkan pertumbuhan bisnis zona euro terhenti pada bulan ini, terseret oleh penyusutan aktivitas di Jerman di mana resesi manufaktur di luar dugaan semakin dalam, juga membebani minyak dan pasar lainnya seperti ekuitas.

“Harga minyak mengikuti pasar Eropa yang lebih rendah…dimengerti terpukul oleh data manufaktur menyedihkan dari blok itu dan implikasinya untuk pertumbuhan dan permintaan global,” kata Craig Erlam, analis OANDA.

Namun, Brent masih meningkat lebih dari 19% tahun ini, dibantu oleh pakta pembatasan pasokan yang dipimpin Organisasi Negara Eksportir Minyak, meski kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi membatasi penguatannya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak serangan terhadap Saudi. Pentagon memerintahkan pasukan tambahan AS untuk dikerahkan ke kawasan Teluk guna memperkuat pertahanan udara dan rudal Arab Saudi.

Inggris yakin Iran bertanggung jawab atas serangan itu dan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu Eropa dalam tanggapan bersama, kata Perdana Menteri Boris Johnson. Amerika Serikat dan Arab Saudi juga menyalahkan Iran, yang menyangkal bertanggung jawab.

Serangan Saudi itu memfokuskan kembali perhatian investor pada prospek gangguan pasokan di produsen OPEC lainnya. Investor kurang peduli tentang risiko pasokan karena persediaan yang mencukupi.(red)

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT