Selasa, 7 Juli 2020

Perusahaan AS di India Belum Siap Bayar Pajak Digital, Kenapa ?


Finroll.com ­– Anggota lobi yang mewakili perusahaan tekhnologi Amerika Serikat mengatakan bahwa para anggotanya belum siap untuk melakukan pembayaran pertama pajak digital di India pada pekan ini serta mendesak New Delhi untuk menunda cara tersebut.

Pada bulan Maret lalu India telah mengatakan bahwa semua tagihan asing untuk layanan digital yang disediakan akan dikenakan pajak sebesar 2 persen mulai 1 April 2020 lalu. Hal ini merupakan sebuah langkah untuk membuat perusahaan tekhnologi AS lengah ketika mereka sedang menghadapi masalah pandemi Covid-19.

Pajak tersebut berlaku untuk transaksi e-niaga di situs web seperti Amazon, dan khususnya Google yang membuat kekhawatir terkait pajak yang berlaku untuk pendapatan iklan yang diperoleh di luar negeri jika iklan itu menargetkan pelanggan di India.

Sementara itu, pajak tersebut seharusnya sudah jatuh tempo pada Selasa ini. Namun, anggota lobi Forum Kemitraan Strategis AS-India (USISPF) telah mendesak Kementerian Keuangan untuk menunda pajak atau menunda tanggal pembayaran.

“Ada kesulitan praktis dalam memenuhi tenggang waktu ini,” tulis USISPF kepada Kementerian Keuangan dalam suratnya, yang ditinjau oleh Reuters.

Nivedita Mehra, Direktur pelaksana USISPF untuk India, mengatakan bahwa organisasi itu sudah mengirim surat tersebut ke Kementerian Keuangan dalam menyelesaikan masalah yang dialami perusahaan anggota mereka.

Selain itu, dalam suratnya tersebut mengatakan persyaratan baru pemerintah untuk memperoleh nomor identifikasi pajak penghasilan untuk pembayaran pajak akan menimbulkan “tantangan administratif” bagi beberapa perusahaan asing.

Foto : Pexels

BACAAN TERKAIT