Rabu, 28 November 2018

Ratusan Warga Tunisia Unjuk Rasa Memprotes Kunjungan Kenegaraan Mohammed bin Salman


Kunjungan kenegaraan Pangerang Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ditentang oleh ratusan warga Tunisia. Para demonstran turun ke jalan memenuhi jalan Habib Bourguiba tadi malam (27/11).

Finroll.com – Diketahui Mohammed bin Salman melakukan rangkaian kunjungannya ke beberapa Negara mitra Arab Saudi, baik di tingkat regional maupun global dan Tunisia adalah salah satunya. Kunjungan ini adalah yang pertama sejak pangeran terseret pada kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

“Tidak Ada Sambutan Untuk bin Salman” dan “Katakan Tidak Untuk Pembunuh Khashoggi di Tunisia,” tulisan para demonstran yang turun ke jalan.  Tidak sedikit juga dari mereka yang mengecam invasi Arab Saudi ke Yaman, yang menewaskan 85.000 anak-anak dalam tiga tahun terakhir.

Tidak hanya di jalan utama, aksi demo yang lebih kecil juga digelar di balai kota. Di sana para demonstran memainkan sandiwara satir untuk menyindir MBS atas pembunuhan Khashoggi.

Sebuah spanduk besar bergambarkan seorang pria yang memegang gergaji terbentang di gedung Kantor Serikat Jurnalis Tunisia, pria yang terdapat dalam gambar tersebut adalah manifestasi dari MBS. Spanduk yang dibentangkan lengkap dengan tulisan, “Katakan Tidak Pada Penodaan Tunisia, Tanah Revolusi”.

Demonstrasi ini diprediksi akan bertambah besar melihat warga kota-kota lainnya turut melakukan aksi serupa.

“Ini berbahaya bagi transisi demokrasi. Di negara seperti Tunisia, yang ingin bergerak menuju demokrasi, yang ingin membangun masyarakat demokratis -kami tidak dapat menerima atau menyambut Pangeran Mahkota yang tidak dapat dipercaya itu,” kata Soukaina Abdessamad selaku Sekretaris Jenderal Serikat Jurnalis Tunisia, dilansir dari laman Middle East Monitor, Rabu (28/11).

Pendapat senada disampaikan oleh politisi partai oposisi Tunisia Hamma Hammami yang menyebut kunjungan bin Salman adalah penghinaan bagi Tunisia, sikap revolusionernya, dan prinsip yang dianut Tunisia.

“Kami tidak akan menyambut penghancur Yaman dan rakyatnya, orang yang dicurigai berada di balik pembunuhan mengerikan Khashoggi, dan pemimpin normalisasi dengan entitas Zionis dengan mengorbankan rakyat Palestina,” kata Hammami dalam wawancara dengan stasiun radio lokal.

Partai Progresif Demokratik juga menolak kunjungan pangeran itu, dengan menyatakan bahwa hal itu bertentangan dengan prinsip kebebasan dan hak asasi manusia revolusi untuk semua.

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi telah menekankan bahwa Tunisia mengecam pembunuhan Khashoggi dan menginginkan penyelidikan penuh, tetapi menambahkan bahwa pemerintah tidak ingin pembunuhan itu digunakan untuk mengacaukan Arab Saudi.

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT