Senin, 21 Oktober 2019

Saham Boeing hingga Data Ekonomi China Negatif, Wall Street Anjlok


Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street jatuh pada penutupan akhir pekan lalu. Berita negatif tentang Johnson & Johnson dan Boeing, ditambah dengan data ekonomi China yang suram memberikan dampak negatif pada investor.

Dilansir Reuters, Senin (21/10), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 255,68 poin atau 0,95 persen menjadi 26.770,2, indeks S&P 500 (SPX) kehilangan 11,75 poin atau 0,39 persen menjadi 2.986,2 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 67,31 poin atau 0,83 persen menjadi 8.089,54.
Saham Boeing Co (BA.N) dan Johnson & Johnson (JNJ.N) memimpin penurunan S&P 500 dan Dow.

Boeing turun 6,8 persen, setelah Reuters melaporkan adanya pesan teks antara dua karyawan yang menyarankan pembuat pesawat itu menyesatkan administrasi penerbangan terkait keselamatan pesawat 737 MAX.

Sementara Johnson & Johnson mengumumkan akan menarik produk bedak bayi di AS setelah regulator menemukan adanya asbes dalam sampel, mengirimkan sahamnya turun 6,2 persen.
Pertumbuhan ekonomi China sebesar 6 persen di kuartal III 2019, melambat ke laju terendahnya dalam hampir 30 tahun. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh perang dagang dengan AS.

“Kelemahan pasar hari ini berkaitan dengan berita dari pertumbuhan ekonomi China, Boeing, dan Johnson & Johnson,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Musim pendapatan kuartal III hampir selesai, dengan 73 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerjanya. Sebanyak 83,6 persen emiten mencatatkan kinerja di atas perkiraan rata-rata.

Namun, analis saat ini melihat laba S&P 500 turun 3,1 persen dibandingkan dengan tahun lalu, yang akan menandai kontraksi pertama sejak resesi pendapatan yang berakhir pertengahan 2016.

Pendapatan Coca-Cola Co (KO.N) mengalahkan ekspektasi analis dan sahamnya naik 1,8 persen.
Kansas City Southern (KSU.N) melonjak 7,3 persen setelah operator kereta api itu juga mengalahkan ekspektasi laba analis, akibat peningkatan pengiriman minyak bumi ke Meksiko.
American Express Co (AXP.N) melaporkan laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan karena konsumen meningkatkan pengeluaran mereka. Namun, saham penerbit kartu kredit ini turun 2,0 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,24 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,55 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

BACAAN TERKAIT