Sebagian Kawasan Amerika Serikat Dilanda Cuaca Dingin Ala Kutub

  • Bagikan
Amerika Serikat

Sejumlah kota di kawasan tengah barat Amerika Serikat dilanda cuaca dingin ala kutub yang menyebabkan suhu menembus minus 54 derajat Celsius.

Finroll.com – Selain itu, angin yang berhembus begitu luar biasa dingin dan berbahaya. Di Chicago, misalnya, suhu mencapai minus 21 derajat Fahrenheit. Angka tersebut mendekati rekor suhu terdingin yang pernah tercatat di kota itu pada 1985, dengan -27 derajat Fahrenheit.

Kondisi itu memaksa Layanan Pos AS (UPS) tidak beroperasi secara total di enam negara bagian. Dan beberapa wilayah di empat negara bagian lainnya. Layanan Pos AS menyatakan di Facebook bahwa karena prediksi kondisi cuaca memburuk di Midwest, pengiriman paket dan surat akan dihentikan di beberapa wilayah.

Daftar wilayah dan negara bagian yang terkena dampak penghentian operasional Layanan Pos itu adalah Illinois, Iowa, Minnesota, Dakota Utara, Dakota Selatan, Wisconsin, dan beberapa bagian Kansas, Missouri, Montana dan Nebraska.

Amerika Serikat

Para petugas di Chicago berupaya membuat transportasi umum seperti kereta komuter tetap beroperasi di tengah suhu udara yang sangat dingin. Api tampak membara di rel pada Selasa lalu untuk menjaga kereta komuter tetap dapat beroperasi.

Tapi tunggu dulu, laporan CNN menyebut petugas di Metra tidak sungguh-sungguh membakar rel. Nyala api itu berasal dari pemanas gas di sepanjang rel agar menjaganya tetap hangat.

Nyala api di rel komuter berasal dari pemanas gas di sepanjang rel agar menjaganya tetap hangat. Metra memakai sistem pemanas tubular dan peniup udara untuk menghangatkan lintasan yang dingin.

“Kapan saja ketika berada di bawah titik beku, alat ini digunakan,” ujar juru bicara Metra, Michael Gillis. Menurutnya, teknologi serupa juga sudah digunakan di wilayah Amerika Utara.

Pada akhir pekan ini, sebanyak 20 juta orang di daratan AS diperkirakan akan mengalami suhu minus 28 derajat Celsius atau lebih rendah.

Bagaimana kematian bisa terjadi dalam cuaca ini?

Pada Rabu (30/1), dua warga Michigan ditemukan meninggal dunia di kawasan permukiman mereka, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press.

Salah seorang di antara mereka, menurut aparat, mengalami disorientasi dan berjalan di tengah cuaca ekstrem tanpa busana yang mampu menahan dingin.

Sehari sebelumnya, pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal dalam kondisi membeku di Milwaukee, Wisconsin. Bagian forensik menyatakan orang tersebut “tampaknya kolaps setelah menyekop salju”.

Penyebab dari udara dingin ini dikabarkan karena adanya pusaran udara Arktik yang memisahkan diri dari pusaran kutub yang terdapat pada kutub utara.

“Angin dingin yang berbahaya dapat menyebabkan radang dingin pada kulit yang terpapar dalam waktu lima menit,” kata NWS.

Gubernur Michigan Gretchen Whitmer mengatakan kantor pemerintah akan tetap ditutup hingga Kamis. Karyawan yang tidak memiliki kepentingan diminta untuk tetap tinggal di rumah.

“Layanan Cuaca Nasional terus memprediksi suhu dingin di bawah nol yang berbahaya dan prioritas harus terus dipertahankan agar orang tetap aman,” kata Whitmer dalam sebuah pernyataan.

Namun, pusat-pusat pemanasan dibuka untuk penghuni rentan seperti lansia, tunawisma hingga 16.000 orang yang diperkirakan tinggal di jalanan Chicago. Di Chicago dan Minneapolis, beberapa bus berkeliling untuk digunakan sebagai tempat penampungan pemanasan untuk para tunawisma.

  • Bagikan
-->