Senin, 25 Januari 2021

Teori Konspirasi Tenggelammnya Kapal Titanic Mulai Menyeruak


Seperti tragedi-tragedi lainnya, orang mulai berspekulasi jika ada cerita terselubung di balik tenggelamnya Titanic.

Titanic adalah sebuah kapal penumpang superBritania Raya yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 menabrak gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City mengakibatkan kematian sebanyak 1.514 orang dalam salah satu bencana maritim masa damai paling mematikan sepanjang sejarah.

Titanic merupakan kapal terbesar di dunia pada pelayaran perdananya. Satu dari tiga kapal samudra kelas dioperasikan oleh White Star Line. Kapal ini dibangun pada 1909 sampai 1911 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast. Kapal ini sanggup mengangkut 2.224 penumpang. Namun tragisnya Titanic menabrak sebuah gunung es, ditambah parahnya dengan cuma adanya 20 sekoci di kapal sedangkan jumlah penumpang ribuan.

Seperti tragedi-tragedi lainnya, orang mulai berspekulasi jika ada cerita terselubung di balik tenggelamnya Titanic. Kabarnya, kapal tersebut sengaja ditenggelamkan karena membawa beberapa penumpang penting, yakni John Jacob Astor IV, Benjamin Guggenheim, dan Isador Strauss. Ketiganya merupakan sosok ternama yang menentang pendirian bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve Bank. Kematian ketiganya disebut-sebut memang diniatkan untuk memuluskan pendirian bank sentral tersebut pada tahun berikutnya, yakni 1913.

Sayangnya, tak diketahui pasti siapa sutradara atau dalang utamanya. Ada sejumlah teori yang mengatakan, pendiri atau pihak yang terkait dengan bank tersebut merupakan tersangka di balik tenggelamnya kapal.

Bangkai Kapal Titanic

Salah satu teori lain yang menarik adalah, mungkin bukan Titanic yang menabrak gunung es pada 14 April 1912, melainkan Kapal Olympic. Titanic dibangun, White Star Line juga membuat kapal besar lainya yang diduga ‘kembaran’ Titanic.

Perbedaan antara Olympic dan ‘kembarannya’ terletak pada lorong jalan dek A Titanic yang dibuat dengan sekat baja dan jendela geser. Perubahan itu memungkinkan lebih banyak ruang di bagian depan kapal. Selanjutnya lorong pada dek B Titanic juga dikurangi, agar memungkinkan lebih banyak ruangan digunakan untuk kabin. Olympic memulai pelayaran pertamanya pada 15 Juni 1911 mengarungi rute perjalan yang sama dengan Titanic, dan sampai dengan selamat di New York pada 21 Juni 1911.

Kecelakaan itu mengakibatkan dua lubang besar ‘menganga’ di sisi kanan kapal dan air laut membanjiri 2 kompartemen kedap air. Tidak hanya itu, baling-baling kapal juga rusak. Meski babak belur, Olympic bisa kembali ke Southampton. Teori tertulis dalam buku ‘Titanic: The Ship that Never Sink’, Robin Gardinier, HMS Hawke menyalahkan Olympic atas kecelakaan yang menimpa kedua kapal itu. Akibatnya White Star Line dibanjiri tagihan biaya hukum, perbaikan, dan kerugian selama Olympic tak beroperasi. Sementara itu perusahaan asuransi yang digunakan White Star Line, Lloyd’s of London, diduga menolak untuk membayar klaim. Sehingga menyebabkan keterlambatan perbaikan dan keberangkatan pertama Titanic.

Teori lain dikemukakan oleh jurnalis sekaligus penulis asal Irlandia, Senan Molony menduga ada kebenaran yang sengaja ditutup-tutupi dari kasus tersebut. Kata dia, berhantaman dengan gunung es saja tak akan membuat kapal tenggelam. Hal itu bisa terjadi jika ada komponen penting yang mengalami kerusakan.

Dugaan yang diungkap Molony didasarkan pada jejak gelap yang terlihat di sisi kanan kapal pada sejumlah foto yang belum lama ini dilelang. Berdasarkan kisah yang banyak beredar, akibat tabrakan, ada bekas robekan di tubuh terluar kapal. Namun saat bangkai Titanic diperiksa, tak satupun yang mampu menemukan jejak tersebut.

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT