Connect with us

Sepakbola

Gol Debut Eden Hazard Bawa Real Madrid Kalahkan Salzburg

Published

on


Eden Hazard Resmi Diperkenalkan Real Madrid, Masih Kalah Ramai Dari Ronaldo

Finroll.com – Real Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0 kala bertandang ke markas Red Bull Salzburg, Red Bull Arena dalam laga persahabatan pramusim, Kamis (8/8/2019) dini hari WIB.

Gol tunggal kemenangan Real Madrid dicetak oleh bintang anyar mereka, Eden Hazard. Ini merupakan gol debut Hazard berseragam Los Blancos semenjak digaet dari Chelsea.

Real Madrid kini tinggal menyisakan satu laga pramusim lagi, yakni menghadapi AS Roma di Stadio Olimpico pada Senin (12/8) dini hari WIB mendatang.

Jalannya Pertandingan

Entrenador Zinedine Zidane menurunkan skema yang cukup baru bagi Real Madrid, yakni 3-4-3. Sederet pemain utama pun langsung dimainkan sejak menit pertama.

Real Madrid pun sudah memimpin ketika laga berjalan 19 menit. Menerima umpan Karim Benzema dalam skema serangan balik, Hazard menggiring bola sebelum melepas tembakan kaki kanan keras yang menghujam gawang Cican Stankovic.

Sejumlah peluang didapat Real Madrid, terutama dari Benzema. Namun tak ada gol tambahan tercipta, skor 1-0 untuk keunggulan El Real pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah mengganti seluruh pemain mereka dengan penggawa yang lebih fresh. Di sisi lain, Zidane hanya mengganti beberapa pemain saja.

Skor 1-0 rupanya tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Real Madrid pun membawa pulang kemenangan dari lawatan mereka ke Austria.

Susunan Pemain

Red Bull Salzburg: Stankovic (Miguel 46′); Kristensen (Farkas 59′), Silva (Vallci 46′ (Van der Werff 75′)), Onguene (Mensah 46′), Ulmer (Okugawa 46′); Minamino (Mwepu 46′), Samassekou (Ashimeru 46′), Bernede (Junuzovic 46′)), Szoboszlai (Diarra 46′ (Camara 76′)); Koita (Hwang Hee-chan 46′), Haaland (Daka 46′).

Real Madrid: Courtois; Varane, Ramos, Militao (Nacho 46′); Carvajal (Odriozola 76′), Casemiro (Valverde 46′), Kroos, Marcelo; Hazard (Jovic 62′), Benzema (Vinicius 76′), Isco (Vazquez 76′).

Sepakbola

Hubungan Messi – Barcelona Retak?

Published

on

By

Finroll.com –  Lionel Messi baru saja blak-blakan dengan sebuah media Spanyol. Kabarnya, Barcelona kurang sreg dengan jawaban sang megabintang. Benarkah?

Wawancara tersebut dilakukan striker Argentina itu dengan media yang berbasis di Barcelona, Sport. Messi membahas tentang sejumlah isu, termasuk usaha Barcelona dalam mendatangkan kembali Neymar dari Paris St. Germain.

Menurut pemain terbaik dunia lima kali itu, Messi tidak yakin apakah Barca sudah mati-matian untuk mewujudkan transfer bintang sepakbola Brasil itu. Messi santer dikabarkan menjadi salah satu pemain yang ngebet agar Neymar kembali diboyong ke Camp Nou.

Juru bicara Barca Josep Vives buru-buru meredam isu keretakan Messi dengan klub. Selain itu, Vives menegaskan bahwa Barca sudah berusaha keras mengeluarkan Neymar dari PSG, tapi toh tetap gagal.

“Itu adalah wawancara yang sepenuhnya wajar,” Vives mengatakan dilansir Marca. “Dia melakukannya dengan transparansi yang besar, kami puas dengan bagaimana dia mengekspresikan dirinya.”

“Tidak ada keretakan antara Messi dengan klub. Dia telah membuat beberapa evaluasi yang menarik. Messi, pada Neymar, dia mengatakan bahwa dia tidak yakin apakah segalanya mungkin [untuk Neymar kembali], karena dia memang tidak terlibat dalam negosiasi-negosiasi itu.”

“Dia juga mengatakan bahwa PSG menyulitkan untuk mencapai kesepakatan. Realitanya memang klub sudah melakukan yang terbaik, seperti yang dikatakan presiden [Josep Maria Bartomeu], dan pada akhirnya kami tidak bisa merekrut dia,” terang Vives.

Continue Reading

Sepakbola

5 Kandidat Kuat Top Skorer Liga Champions 2019-2020

Published

on

By

Finroll.com – Kompetisi Liga Champions 2019-2020 bakal segera bergulir. Selama sembilan bulan ke depan, 32 klub terbaik Eropa harus saling mengalahkan.

Liverpool musim lalu menjadi juara Liga Champions. Klub-klub besar Eropa lainnya pun berhasrat merebut tahta tersebut dari The Reds.

Meski menjadi juara, Liverpool tidak punya mesin gol khusus di Liga Champions musim lalu. Adalah penyerang Barcelona, Lionel Messi yang menyabet penghargaan top skorer Liga Champions 2018-2019.

Padahal, Barcelona tersingkir di babak semifinal usai kalah agregat 3-4 dari Liverpool. Tapi, gelontoran gol dari Messi tak terhindarkan sepanjang musim.

Menyambut Liga Champions musim baru, terdapat sejumlah nama yang patut diperhitungkan sebagai calon kuat top skorer. Berikut 5 calon kuat peraih sepatu emas Liga Champions musim ini, seperti dilansir Sportskeeda.

5. Sergio Aguero (Manchester City)
Dengan torehan 170 gol, Sergio Aguero adalah pemain aktif dengan torehan gol tertinggi di Premier League. Jumlah itu menempatkan Aguero di urutan keenam dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League.

Aguero secara total sudah mencetak 401 dalam sepanjang kariernya untuk klub dan negaranya. 237 gol di antaranya dicetak bersama Manchester City. Ia mencetak 27 gol di Liga Champions dalam 37 pertandingan.

Namun, meski sudah meraih kesuksesan di kompetisi lain, pemain Argentina itu belum bisa berbuat banyak di Liga Champions. Ia baru tampil sekali di babak semifinal sampai saat ini.

4. Neymar (Paris Saint-Germain)
Neymar datang ke Paris Saint-Germain (PSG) dengan memecahkan rekor transfer untuk membantu klub menjuarai Liga Champions. Tapi, Neymar diganggu cedera dan masalah di luar lapangan.

Pemain berusia 27 tahun itu juga ingin kembali ke Barcelona pada musim panas ini. Sayangnya, transfer itu tak terwujud dan Neymar mesti tetap membela PSG.

Di luar semua kontroversi, Neymar tetap pencetak gol andal. Musim lalu, Neymar menjaringkan lima gol untuk Les Parisiens di Liga Champions 2018-2019.

Dia juga pernah meraih Sepatu Emas Liga Champions 2015 kala masih berseragam Barcelona. Kala itu, dia mencetak 10 gol dan bersanding dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai pemain tersubur.

3. Robert Lewandowski (Bayern Munchen)
Robert Lewandowski sudah biasa mencetak gol dan meraih penghargaan Sepatu Emas, setelah melakukannya berkali-kali di Bundesliga Jerman selama kariernya, baik bersama Bayern Munchen atau Borussia Dortmund.

Keahliannya dalam mencetak gol juga terbukti di Liga Champions di mana kapten Polandia itu adalah pencetak gol terbanyak keenam sepanjang masa di kompetisi tersebut dengan torehan 53 gol hanya dalam 38 pertandingan.

Namun, para fans sekarang merasa frustrasi karena Bayern masih belum bisa memenangkan Liga Champions lagi sejak tahun 2013.Bayern sudah meningkatkan kekuatan skuatnya secara signifikan pada musim panas ini.

Bayern pastinya mengincar Liga Champions juga pada musim ini. Lewandowski akan menjadi pemain andalan mereka di lini depan.

2. Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo telah menunjukkan ketajamannya selama berkiprah di Liga Champions. Sehingga tidak lengkap rasanya tidak memasukkan nama Ronaldo sebagai calon kuat top skorer Liga Champions musim ini.

Sejumlah rekor di Liga Champions tercatat atas namanya. Bahkan, Ronaldo merupakan top skorer sepanjang masa di Liga Champions.

Pemain Timnas Portugal tersebut telah menyarangkan 126 gol di Liga Champions. Ronaldo juga memenangkan Sepatu Emas Liga Champions dalam tujuh kesempatan, termasuk enam kali berturut-turut antara 2013 dan 2018.

Bersama Juventus, Ronaldo masih memperlihatkan tajinya kendati usianya menginjak 34 tahun. Dia tentu berupaya keras untuk kembali memenangkan sepatu emas Liga Champions.

1. Lionel Messi
Lionel Messi menikmati periode dominasi yang hampir tak terbendung antara 2009 dan 2012. Messi memenangkan Sepatu Emas Liga Champions selama empat musim berturut-turut bersama Barcelona.

Sayangnya, torehan golnya tersebut gagal membawa Barcelona menjadi juara Liga Champions. Dengan koleksi 112 gol, Messi merupakan pencetak gol tertinggi kedua dalam sejarah Liga Champions.

Sudah menjadi kebiasaan Messi mencetak banyak gol untuk Blaugrana. Namun, ambisinya sekarang adalah membantu Barcelona kembali juara Liga Champions.

Continue Reading

Sepakbola

‘Simon Out!’ Menggema di GBK, Begini McMenemy Membela Diri

Published

on

By

Finroll.com –  Teriakan “Simon Out!” menggema tatkala peluit akhir pertandingan Timnas Indonesia melawan Thailand berbunyi. Itu merupakan wujud kekecewaan suporter terhadap Simon McMenemy lantaran performa skuat Garuda tak kunjung meyakinkan sejak ia latih.

Pada pertandingan sebelumnya, Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. Sementara pada Selasa (10/9/2019) ini, Evan Dimas dan kolega keok dengan skor telak 0-3 dari tim ‘Gajah Putih’.

Penampilan para pemain Indonesia jelas menjadi sorotan karena hasil-hasil itu. Tapi, sorotan paling tajam salah satunya dialami oleh McMenemy sendiri.

Sang pelatih lantas buka suara. Ia berusaha untuk memaklumi berbagai seruan “out!” terhadapnya.

Menurut dia, semua orang berhak berpendapat, termasuk para suporter. Ia mengaku tak bisa melakukan kontrol terhadap hal itu.

Namun, untuk saat ini McMenemy menegaskan bahwa ia masih layak mengarsiteki tim Merah Putih. Hanya, ia mengaku butuh waktu.

“Ya, tentu saja,” katanya singkat pada sesi jumpa pers usai laga melawan Thailand. “Setiap orang punya opini masing-masing, termasuk suporter. Saya di sini mewakili 250 juta penduduk yang ada dan tentu tidak semua sependapat dengan saya.”

“Saya tahu ini sepakbola, memang seperti ini. Saya sudah menduganya akan ada momen-momen seperti ini,” lanjutnya.

Hal lain yang McMenemy tegaskan adalah soal ekspektasi. Ia berujar bahwa para suporter mesti sadar soal lawan yang dihadapi. Karenanya, target yang dimiliki tak boleh serampangan.

Perlu diingat pula soal kondisi para pemain saat ini. Menurut McMenemy, sistem dan terutama liga yang ada tak mendukung langkah pemain untuk bergerak ke depan.

Soal jadwal, misalnya, yang terhitung padat dan baru memasuki tengah musim. Ini berbeda dengan Malaysia, misalnya, yang bahkan sudah berakhir sejak dua bulan lalu.

“Saya agak kaget dengan cemoohan suporter. Tapi saya tetap percaya dengan kemampuan saya. Sangat percaya,” tegas McMenemy.

“Masalahnya, mungkin terkadang ekspektasi tidak realisitis. Kalau bisa realistis, saya pikir saya akan siap mengerahkan segalanya.”

“Tapi, kalau ada pertanyaan seperti: ‘Coach, kenapa kita tidak menjuarai Piala Dunia?’ Jawabannya adalah mungkin kita tidak berada di pesawat yang sama,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending