Connect with us

Business

Guna Penyaluran Program Bantuan Pangan, Bulog Isi 3 Juta Ton Beras di Gudang

Published

on


Finroll.com — Guna penyaluran program bantuan pangan, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menargetkan gudang berasnya dapat terisi 3 juta ton hingga akhir tahun. Jumlah tersebut mempertimbangkan persiapan peningkatan penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Budi Waseso selaku Direktur Utama Perum Bulog mengungkapkan, per hari ini, pasokan beras di seluruh gudang Bulog mencapai kurang lebih 2,5 juta ton.

“Sampai akhir tahun saya targetkan penyerapan bisa lebih dari target. Artinya, kami bisa punya stok beras sampai 3 juta ton,” ujarnya, Kamis dilansir dari CNN Indonesia (15/8/2019).

sebagai informasi saja, penyaluran beras BPNT pernah menuai polemik. Pasalnya, pemerintah menyerahkan penyaluran beras BPNT yang merupakan pengalihan dari Bantuan Sosial Beras Sejahtera (rastra) pada 2017 itu, kepada pihak swasta. Sebelumnya, Bulog memasok seluruh kebutuhan rastra sejak 2015.

Budi Waseso, beberapa kali sempat mengeluhkan kebijakan tersebut. Bahkan, ia mengaku siap mundur dari jabatannya jika Kemensos sebagai pengelola BPNT siap mengambil alih 100 persen penyaluran beras.

Sebagai solusi, Menteri Sosial Agus Gumiwang akhirnya meningkatkan porsi penyaluran beras Bulog untuk program BPNT. Agus bilang porsi Bulog bakal ditambah menjadi lebih dari 70 persen. Adapun keputusan sementara hasil rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian memutuskan Bulog akan menyalurkan sebanyak 700 ribu ton beras untuk BPNT.

Dengan kepastian itu, Buwas menyatakan Bulog bakal lebih semangat dalam menyerap beras petani. Per hari ini, ia menuturkan serapan Bulog mencapai kurang lebih 900 ribu ton.

“Kami akan lebih banyak menyerap karena ada kepastian bahwa BPNT itu diserahkan ke Bulog. Maka 700 ribu ton akan keluar, sehingga kami bisa mengembalikan lagi 700 ribu ton,” paparnya.

Bahkan, lanjutnya, penyerapan beras petani tahun ini bisa melebih target yang dipatok sebesar 1,8 juta. Namun demikian, ia tidak menyebutkan potensi kelebihan penyerapan itu. Peningkatan penyerapan akan ditopang oleh periode panen raya di beberapa wilayah, khususnya Sulawesi, sebagian Jawa Timur, dan Lampung.

“Dengan kepastian, kami bisa mengeluarkan beras program BPNT yang notabene sampai Desember sebesar 700 ribu ton. Berarti, kami berani menyerap lebih dari itu,” tuturnya.

Sementara itu, penyaluran Bulog untuk BPNT baru mencapai 120 ribu ton per hari ini. Ia mengaku optimistis penyaluran beras BPNT bisa mencapai target 700 ribu ton lantaran Bulog akan menyalurkan BPNT secara penuh ke seluruh Indonesia pada 1 September mendatang.

“Saya tetap berkeras, karena itu (penyaluran beras BPNT) perintah presiden. Siapa yang melawan perintah presiden itu adalah lawan negara, ya kami lawan ramai-ramai,” tuturnya.(red)

Advertisement

Business

Gojek Dapat Lampu Hijau Beroperasi di Malaysia

Published

on

By

Finroll.com – Pemerintah Malaysia memberi lampu hijau kepada perusahaan aplikasi asal Indonesia, Gojek, untuk beroperasi di negara tersebut. Menteri Pengembangan Wirausaha Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof mengatakan izin prinsip ini telah disepakati seluruh kabinet dalam rapat yang digelar Rabu, 21 Agustus 2019.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Perhubungan telah diminta bekerja bersama dan membahas payung hukum yang perlu diubah atau dibuat. Regulasi itu memungkinkan layanan (Gojek) diimplementasikan di negara ini,” katanya seperti dikutip dari Malaymail.

Yusof mengatakan payung hukum bakal segera dirembuk untuk melindungi keamanan usaha Gojek bila perusahaan bervaluasi Unicorn itu sudah beroperasi di Malaysia. Adapun alasan pemerintah mengizinkan Gojek beropersi ialah untuk mengembangkan ekonomi, khususnya bagi milenial.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Abdul Rahman telah mengumumkan kabar izin operasi Gojek di Malaysia melalui akun Instagram pribadinya.

“Kabinet sebulat suara meluluskan modal Ekonomi Gojek-DegoRide. Terima kasih kepada semua yang membantu dalam merealisasikan impian ini, khususnya YAB Dr Mahathir Mohamad & Menteri Pengangkutan, Anthony Loke,” tulisnya, yang langsung disambut ribuan respons dari warganet.

Syed Saddiq berharap beroperasinya Gojek di Malaysia akan membuka peluang kerja bagi puluhan ribu warga. Selain itu, Gojek melalui sejumlah layanannya juga digadang-gadang dapat mendorong pertumbuhan wirausaha masyarakat sekelas UMKM.

Vice President Gojek Indonesia Kristy Nelwan mengatakan entitasnya mengapresiasi peluang izin operasi dari Malaysia. Gojek, ujar dia, dapat menciptakan iklim usaha positif di negeri jiran tersebut.

“Gojek akan membawa pilihan bagi pelanggan, membuka kesempatan kerja baru bagi para pelaku ekonomi mandiri, dan membantu SME Malaysia untuk berkembang,” ujarnya dalam pesan pendek kepada Tempo, Kamis, 22 Agustus 2019.

Saat ditemui di kantornya pada Juli lalu, Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo mengatakan proses menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Malaysia tak terlampau mudah. Ia mengaku perusahaannya telah beberapa kali berkomunikasi dengan pemerintah setempat.

Di Malaysia, Gojek bersaing dengan setidaknya tiga perusahaan serupa. Pesaing beratnya ialah Grab, yakni perusahaan penyedia aplikasi lokal yang juga telah berekspansi ke sejumlah negara di ASEAN.

Continue Reading

Keuangan

BPJS Kesehatan Alami Defisit Keuangan Hingga Rp28,1 Triliun

Published

on

Finroll.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat mengalami alami defisit keuangan. Pasalnya defisit yang harus ditanggung untuk tahun 2018 lalu saja belum tercover sepenuhnya. Ditambah lagi dengan angka defisit tahun ini yang jumlahnya cukup besar.

Kemal Imam Santoso selaku Direktur Keuangan BPJS Kesehatan, mengatakan hingga Agustus 2019 defisit keuangan mencapai Rp19 triliun. Sementara untuk defisit tahun lalu mencapai Rp9,1 triliun. Dengan begitu angka defisit tercatat sebesar Rp28,1 triliun.

Diperkirakan angkanya akan semakin bertambah mengingat bulan berjalan sampai akhir tahun masih empat bulan lagi.

“Estimasi kita (defisit) pada current running sekitar Rp28 triliunan. Ini bawaan dari tahun lalu Rp9,1 triliun, ditambah yang ada tahun ini kan Rp19 triliun,” ujar Kemal dalam keterangan persnya, Jumat (23/8/2019).

Terus membengkaknya defisit ini diakibatkan oleh banyak hal. Salah satunya ialah rendahnya tingkat kepatuhan peserta bukan penerima upah (PBPU) dalam membayar iuran.

Sampai dengan saat ini masih ada 15 juta peserta mandiri yang menunggak pembayaran iuran.

Selain itu, Kemal menilai perlu adanya peninjauan kembali terkait besaran iuran peserta BPJS . Pasalnya, besaran iuran saat ini sudah tidak relevan lagi. “Kebutuhan (peninjauan iuran) memang cukup mendesak,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hal yang senada. Menurut dia, besaran iuran yang tidak pernah berubah sejak 2016 perlu ditinjau kembali.

Selain melakukan peninjauan kembali besaran iuran, Ani juga mendorong BPJS Kesehatan meningkatkan kepatuhan pembayaran. Hal ini sejalan dengan fungsi dibentuknya badan penjamin kesehatan negara tersebut.

“Kewajiban peserta adalah membayar iuran, yang tidak mampu ditanggung pemerintah. Yang mampu maka mereka harus disiplin membayar iuran dan itulah fungsinya BPJS diberi wewenang, hak, dan kekuasaan untuk enforcement,” ucap Sri Mulyani.(red)

Continue Reading

Keuangan

Solusi Tepat BNI Syariah Smart Lewat “Umroh Duluan Cicil Belakangan”

Published

on

Finroll.com — BNI Syariah dalam mengakomodir tingginya minat masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, namun terbatas secara finansial.

Dirut Arrayyan Multi Kreasi (AMK) Bambang Hamid Sujatmiko pemiliki travel haji dan umroh manggandeng BNI Syariah dengan menggelar BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019 untuk merespon dan mempercapat serta memudahkan masyarakat mewujudkan mimpinya dalam meningkatkan religiusitas pribadi dan keluarganya.

Lewat slogan “Umroh Duluan Cicil Belakangan” agaknya memudahkan masyarakat yang selama ini menunggu kesempatan untuk pergi umroh agar lebih cepat.

“Kalau menabung terlebih dahulu, mungkin masih memerlukan waktu cukup lama, tetapi dengan slogan “Umroh Duluan Cicil Belakangan” – solusi tepat BNI Syariah smart, masyarakat akan lebih cepat mewujudkan mimpi-mimpinya,” kata Bambang.

Lamanya waktu tunggu umroh tak lepas dari tinggginya minat masyarakat untuk mempertebal keimanannya dengan cara umroh ke Tanah Suci.

Saat ini, sekitar sejuta penduduk muslim Indonesia melakukan umroh setiap tahunnya, dan realitas ini menempatkan Indonesia sebagai negara kedua paling banyak yang mengirim jamaah umroh setelah Pakistan.

BNI Syariah pun menyadari fenomena itu. Menurut Bambang, dengan semakin banyaknya jumlah jamaah umroh di Tanah Air, sudah selayaknya mereka memperoleh informasi dari bisnis layanan umroh secara transparan.

“Di ajang BNI Syariah Islamic Tourism Expo ini semua travel agent yang terlibat memiliki kualifikasi dan resmi, sehingga bisa memberikan layanan yang baik dan profesional kepada para jamaah,” tambahnya.

Sementara Corporate Secretary BNI Syariah Rima Dwi Permatasari, menjelaskan, pameran ini merupakan satu diantara sekian bentuk komitmen BNI Syariah dalam mengembangkan ekosistem halal, dimana industri halal termasuk wisata halal memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai US$10 miliar.

Selain itu, kata Rima, pameran ini digelar untuk menjawab antusiasme masyarakat Indonesia beribadah haji dan umroh. Bahkan, lanjut Rima, kuota haji Indonesia saat ini terbesar di dunia dengan 231 ribu jamaah.

Lebih lanjut Rima menambahkan, melalui event yang berisi berbagai macam industri ini dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dan sarana konsultasi, terutama dalam menjalankan ibadah haji dan umrah serta wisata halal.

“Kami berharap dapat mempertemukan para stakeholders dari negara-negara tujuan wisata halal di dalam satu kegiatan pameran bertaraf internasional serta mengedukasi masyarakat mengenal perjalanan haji dan umroh,” katanya.

Dalam event ini akan ada berbagai promo paket umroh, haji khusus, dan wisata halal dengan harga terbaik.

“Demi memudahkan masyarakat dalam beribadah haji dan umroh, kami juga menyediakan program umrah duluan-cicil belakangan,” papar Rima.

Dalam pameran ini ratusan tenant supply chain yang menyokong kegiatan haji umroh dan membentuk ekosistem halal turut berpartisipasi.

Diantaranya adalah perusahaan yang bergerak di bidang haji dan umroh yaitu penyedia jasa hotel, transportasi, visa, katering dan telekomunikasi; perusahaan penyelenggara resmi perjalanan umroh dan haji khusus; serta perwakilan negara-negara sahabat dari tujuan wisata halal yang datang dari negara-negara di Timur Tengah, Central Asia, Eropa dan Asia.

Untuk menambah kemeriahan selama pameran berlangsung, akan ada talkshow dan seminar bagi para profesional, pelaku bisnis, serta masyarakat umum diantaranya destinasi wisata muslim dari NTO (National Tourism Organization), government talk bidang pengembangan wisata dari Bekraf, dan product knowledge dari BNI Syariah. (Red)

Continue Reading
Advertisement

Trending