Connect with us

Entertainment

Gundala, Era Baru Superhero Tanah Air

Published

on


Finroll.com – Bioskop-bioskop di Tanah Air harus mulai bersiap diramaikan dengan film pahlawan super edisi lokal. Setelah sekian lama memampang poster dan film-film adiwira alias superhero rekaan Hollywood, sebentar lagi akan dimulai gelombang serbuan para jagoan dari dalam negeri.

Pada Ahad (18/8), sehari selepas perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia, Jagat Sinema Bumilangit Jilid I diluncurkan. Ini seperti satu seri panjang superhero made in Indonesia. Dalam jadwal, mereka bakal dibuat tujuh film adiwira yang akan berada dalam jalinan film yang berada di dalam satu cerita.

Jagat Sinema Bumilangit dibuka dengan Patriot pertama, yaitu Gundala, yang filmnya akan tayang pada 29 Agustus 2019. Film besutan sutradara Joko Anwar ini berdasarkan komik Gundala Putera Petir yang digarap Harya Suraminata (Hasmi).

Ini bukan film Gundala yang pertama. Sebab, pada 1981 pun sudah tayang film serupa dengan judul Gundala Putra Petir. Kala itu film Gundala dibintangi oleh Teddy Purba dan disutradari oleh Lilik Sudijo. Film ini bukan kelanjutan maupun awal dari film tersebut. Djoko Anwar dan timnya membangun Gundala dari awal lagi dengan konteks kekinian.

Film ini diproduksi oleh Screenplay Films, Legacy Pictures, bekerja sama dengan pemilik hak cipta Gundala, Bumilangit Studios. Bumilangit Studios yang berdiri sejak tahun 2003 telah mengelola sekitar 1.000 lebih karakter ciptaan komikus legendaris Indonesia. Filmnya akan bercerita tentang Sancaka (Abimana Aryasatya), anak jalanan yang dikaruniai kekuatan super.

Jagat Bumilangit akan dimulai sejak Letusan Toba ribuan tahun lalu. Jagat itu terbagi atas empat era, yaitu Era Legenda, Era Jawara, Era Patriot, dan Era Revolusi. Era Jawara adalah eranya para pendekar di masa kerajaan nusantara. Jagat Jawara memiliki 500 karakter dengan 50 judul komiknya yang telah diterbitkan, di antaranya Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala.

Sedangkan, Era Patriot adalah eranya para jagoan. Mereka ada pada masa saat ini, terdiri atas 700 karakter dan 110 judul komik yang telah diterbitkan dan dijual. Sepanjang sejarahnya, komik-komik ini telah terjual lebih dari 2 juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari 10 juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya adalah Gundala, Sri Asih (adiwira pertama Indonesia yang diciptakan pada 1954), Godam, Tira, Sembrani, dan masih banyak lagi lainnya.

Aktor dan aktris Indonesia papan dipastikan terlibat di Jagat Sinema Bumilangit. Di antaranya Abimana Aryasatya yang berperan sebagai Gundala dan Pevita Pearce sebagai Sri Asih yang digadang-gadang menjadi film kedua setelah Gundala.

Selain itu, ada Chicco Jerikho sebagai Godam, Chelsea Islan sebagai Tira, Tara Basro sebagai Merpati, Asmara Abigail sebagai Desti Nikita, Hannah Al Rashid sebagai Camar, Kelly Tandiono sebagai Bidadari Mata Elang, Joe Taslim sebagai Mandala, Della Dartyan sebagai Nila Umaya, Ario Bayu sebagai Ghani Zulham, Dian Sastrowardoyo sebagai Dewi Api, Nicholas Saputra sebagai Aquanus, dan lainnya.

“Bila film-film superhero Hollywood berhasil merajai perfilman nasional, maka saya berharap sudah waktunya film-film superhero Indonesia dapat diterima dengan baik di negeri sendiri, bahkan bila memungkinkan di negara lain.” ujar Erick Thohir, salah satu executive producer Jagat Sinema Bumilangit dalam keterangan pers yang diterima Republika, Ahad (18/8).

Menurut dia, film-film Jagat Sinema sudah melalui riset bertahun-tahun, disesuaikan dengan cerita yang sudah lama ada di bumi Indonesia, dipadukan dengan teknologi terkini. “Semoga karya Jagat Sinema Bumilangit dapat diterima, diapresiasi, dan didukung masyarakat Indonesia,” kata Erick.

Saga adiwira

Jagat adiwira dalam perfilman internasional dikapitalisasi oleh perusahaan Disney yang membeli hak untuk banyak tokoh komik Marvel belakangan, seperti Iron Man, Thor, Captain America, Hulk, Black Widow, Hawkeye, Ant Man, dan Black Panther. Sebanyak 23 film yang saling terkait telah diproduksi sejak 2008 hingga 2019. Dengan biaya pembuatan sekitar 4,5 miliar dolar AS, keuntungan dari film-film itu mencapai 22,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 315 triliun.

Film-film adiwira tersebut mengadaptasi tokoh-tokoh komik yang mula-mula muncul di Amerika Serikat pada 1930-an. Fenomena komik adiwira itu dimulai para imigran Yahudi, Joe Shuster dan Jerry Siegel, yang menciptakan tokoh Superman pada 1938 dan kemudian memulai DC Comics. Menyusul kemudian Stan Lee dan Jack Kirby, keduanya juga merupakan pemuda-pemuda imigran Yahudi yang menciptakan Fantastic Four, Iron Man, X-Men, dan banyak lagi adiwira Marvel Comic lainnya.

Di Indonesia, tren komik-komik adiwira dipelopori RA Kosasih yang menggambar tokoh komik Sri Asih pada 1954. Film adiwira pertama juga menampilkan Sri Asih yang diperankan Mimi Mariani dan disutradarai Turino Djunaedy pada tahun yang sama. Film adiwira Indonesia selanjutnya adalah Rama: Superman Indonesia yang dilansir pada 1974.

Komik adiwira Tanah Air mulai kencang berkibar pada 1968, dipelopori Hasmi dan Widodo NS yang menggambar para adiwira, seperti Gundala Putra Petir, Godam, Aquanus, Merpati, dan Kalong. Para adiwira itu sekilas mirip dengan adiwira Amerika Serikat. Gundala, misalnya, punya kemiripan dengan the Flash dan Shazam dari DC Comics, sedangkan Godam mirip dengan Thor dari Marvel Comics. Selain adiwira-adiwira modern, kala itu populer juga tokoh komik silat seperti si Buta dari Gua Hantu.

Beberapa dari tokoh-tokoh tersebut sempat juga difilmkan. Di antaranya Gundala Putra Petir (1981) dan Si Buta dari Gua Hantu (1970). Selepas itu, pada pertengahan 1980-an hingga akhir 1990-an, film-film adiwira dan film-film berkualitas secara umum kian jarang diproduksi di Tanah Air.

Terlepas dari komiknya, sempat muncul film Darna Ajaib (1980) diperankan Lydia Kandaw yang mirip dengan adiwira Wonder Woman di AS. Trio komedian Dono, Kasino, dan Indro pun tak ketinggalan dalam film adiwira kocak Manusia Enam Juta Dollar (1981) yang juga merupakan bikin ulang dari serial Hollywood The Six Million Dollar Man.

Pada pergantian abad, di layar kaca televisi sempat populer “Panji Manusia Milenium” dan “Saras 008” dengan kualitas sinema yang bisa dibilang pas-pasan. Masuk ke dekade kedua tahun 2000, beberapa sineas muda mulai berani bereksperimen dengan tema adiwira ini. Pada 2015 muncul film Garuda Superhero yang merupakan hasil kerja sama Indonesia-India.

Kemudian, tahun lalu muncul film adiwira hawa Valentine yang napasnya hanya sejenak di layar bioskop. Valentine berusaha mengikuti jejak film Hollywood Kickass 1 dan Kickass 2 yang berupaya mereformulasi adiwira anak muda di sana.

Jagoan lokal

Creative Producer Jagat Sinema Bumilangit Jilid I sekaligus sutradara Gundala Joko Anwar menekankan, ia tidak sedang membuat film adiwira layaknya Marvel Cinematic Universe (MCU) dan DC Extended Universe (DCEU). “Kita bikin film jagoan dari komik Indonesia dan tahun 1954. Kalau Marvel, baru-baru ini saja. Kita sudah lama, sebetulnya,” ujar Joko Anwar di Plaza Senayan, kemarin.

Film-film yang masuk dalam Jagat Sinema Bumilangit nantinya, seperti Gundala, Sri Asih, Godam dan Tira, Si Buta dari Gua Hantu, Patriot Taruna, Mandala, Gundala Putra Petir, dan Patriot, kata dia, akan memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan adiwira mancanegara.

Latar belakang cerita akan sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, kegelisahan, dan topik yang sedang dihadapi oleh rakyat Indonesia. “Di luar, Marvel sama DC enggak ada (ciri khas itu), berantem (terus). Makan mi ayam enggak ada,” kata dia.

Selain itu, pria kelahiran Medan, 3 Januari 1976, ini mengaku ingin menjadikan Jagat Sinema Bumilangit ini sebagai showcase untuk talenta-talenta terbaik Indonesia, baik di depan maupun di belakang kamera. “Jadi, selain harus cocok dengan karakternya, juga harus punya skill yang tinggi,” ujar Joko.

Production Manager Bumilangit Studios Imansyah Lubis sebelumnya mengatakan, memang masih terlalu awal untuk bisa menandingi film garapan Marvel Studio. “Masih terlalu dini kalau bilang bisa menyaingi pendapatan Avengers: Endgame, tapi kita sudah berusaha bikin film sebaik-baiknya. Semoga Gundala disukai dan ini baru awalnya,” kata Imansyah.

Entertainment

Duo Delima Rilis Single Kedua “Bocah Tua Nakal”

Published

on

Finroll.com — Sukses dalam album pertamanya yang berjudul ‘Goyang Dari Samping’ yang diproduksi oleh label CMP Record, Kini penyanyi dangdut cantik, Elma Fee dan Diana Putri, yang tergabung dalam grup Duo Delima, merilis single terbaru yang berjudul Bocah Tua Nakal (BTN).

Lagu karya Don Kinol tersebut, mengisahkan tentang curahan hati (curhat) para wanita dan remaja yang kerap menjadi sasaran modus atau tingkah kurang ajar para ‘om-om nakal’ atau pria hidung belang.

“Lagu Bocah Tua Nakal ini tuh mewakili perasaan aku, Diana dan mungkin sebagian remaja-remaja wanita lain yang sering kali menjadi korban tingkah kurang ajar para om-om nakal,” ungkap Elma Fee dalam jumpa pers yang digelar di Kantor CMP Record, Jakarta Timur, Rabu (29/7/2020).

Elma menyadari betul, profesinya sebagai penyanyi dangdut menuntut dirinya untuk berinteraksi dan menghibur para penggemar maupun penonton. Namun, dirinya sangat menyayangkan jika ada penonton yang kebablasan dan bertingkah kurang ajar.

“Aku pernah saat manggung off air ada penonton yang naik ke atas panggung bernyanyi dan berjoget bersama, tapi lama-kelamaan kok tangannya mulai kemana-mana, rasanya pengen aku tonjok,” lanjut Elma.

Senada dengan Elma, Diana juga mengisahkan, dirinya pernah mendapat pesan (DM) Instagram dari salah seorang pria yang menanyakan hal yang menurutnya sangat merendahkan dirinya.

“Pernah aku di DM sama om-om nakal yang nanya tarif. Awalnya aku pikir tarif manggung, tapi rupanya dia menanyakan tarif temenin dia tidur, jijik banget kan?” kata Diana.

Sementara itu, owner CMP Record, Maulina Silaen, menyampaikan, pihaknya berharap kehadiran single Bocah Tua Nakal dari Duo Delima ini bisa diterima masyarakat dan mengobati rasa rindu para pecinta musik dangdut tanah air.

“Kami berharap kehadiran single  terbaru Bocah Tua Nakal dari Duo Delima ini bisa menghibur dan diterima masyarakat, khususnya para pecinta dangdut tanah air di masa pandemi saat ini,” ujar Maulina.

Continue Reading

Entertainment

Agustus Mendatang BTS Bakal Rilis Lagu Berbahasa Inggris

Published

on

Finroll – Jakarta, BTS bakal merilis lagu berbahasa Inggris pertama pada 21 Agustus mendatang sebagai pembuka jalan untuk album baru mereka.

“Kami sedang mempersiapkan album untuk paruh kedua tahun ini, dan memutuskan untuk merilis sebuah lagu lebih dulu karena kami ingin menjangkau penggemar sesegera mungkin,” ujar BTS lewat pernyataan yang dikutip dari Variety, Minggu (26/6).

Pernyataan itu berlanjut, “Kami pikir lagu itu terdengar sempurna dalam bahasa Inggris. Kami merekam versi panduannya dan merasa hasilnya adalah sesuatu yang benar-benar baru dan segar.”

BTS memang sudah pernah merilis lagu yang mencampurkan bahasa Inggris dan Korea, di antaranya MIC Drop dan Waste It on Me hasil kolaborasi dengan Steve Aoki.

Namun, ini merupakan kali pertama mereka merekam lagu dengan lirik sepenuhnya bahasa Inggris. Mereka menganggap lagu ini sebagai tantangan baru.

“Kami butuh terobosan selama masa tak terduga ini. Ini juga merupakan tantangan baru bagi kami,” demikian pernyataan mereka.

Boyband pelantun lagu Boy with Luv ini juga menyatakan bahwa mereka ingin segera merilis lagu ini untuk memberikan semangat bagi para penggemar di tengah pandemi Covid-19.

“Karena Covid-19, orang-orang di seluruh dunia melalui masa-masa sulit dan kami ingin berbagi energi positif dengan penggemar kami,” tulis BTS.

BTS pertama kali mengungkap kabar perilisan lagu baru ini melalui siaran langsung di platform V Live akhir pekan lalu. Pihak agensi Big Hit Entertainment lantas mengonfirmasi soal lagu baru ini beberapa waktu setelahnya.

Boyband ini sendiri baru saja merilis album berbahasa Korea keempat, Map of the Soul: 7, pada Februari lalu. Album tersebut sempat menduduki posisi ke-4 tangga musik Billboard 200.

Lagu ‘ON’ dari album tersebut juga berada di posisi yang sama dalam Billboard Hot 100. Ini menjadi capaian tertinggi yang didapat grup asal Korea Selatan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Aktor Stranger Things Jadi Sopir Penculik di Trailer Spree

Published

on

Finroll – Jakarta, Musisi dan aktor yang dikenal berkat serial Stranger Things, Joe Keery, beraksi sebagai sopir penculik dalam trailer perdana film laga horror terbaru bertajuk Spree.

Dalam trailer berdurasi hampir dua menit itu, Keery terlihat berperan sebagai Kurt, seorang sopir taksi daring berusia 23 tahun.

Haus perhatian di jagat maya, Kurt menyiarkan semua kegiatannya sebagai sopir di jejaring sosial. Dari awalnya biasa saja, Kurt mulai beraksi melewati batas, seperti menculik hingga membunuh.

“Salah memperhitungkan popularitas yang datang dari tindakan mematikannya, keputusasaan Kurt terus bertumbuh sementara ia mencoba mencari cara untuk memperbaiki keburukan rencananya,” demikian sinopsis resmi Spree yang diterima NME.

Sinopsis itu berlanjut, “Di tengah kekacauan ini, seorang komedian (Sasheer Zamata) dengan agenda viralnya tersendiri bertemu dengan Kurt dan menjadi satu-satunya harapan untuk menghentikan semua kegilaannya.”

Spree seharusnya tayang perdana di Festival Film Sundance yang ternyata batal karena pandemi Covid-19. Film ini juga semestinya diputar di bioskop pada 14 Agustus, tapi juga batal akibat penyebaran virus corona.

Sementara itu, Keery juga seharusnya bersiap untuk syuting Stranger Things musim ketiga. Namun, proses persiapan juga teradang pandemi Covid-19.

Dalam Stranger Things, Keery berperan sebagai Steve yang bersahabat dengan Dustin. Persahabatan kedua karakter ini mencuri perhatian penggemar.

Sebagian penggemar lantas meminta Netflix membuat spinoff untuk membahas lebih lanjut mengenai kedua karakter tersebut. Namun, Keery enggan menggarap spinoff seperti itu.

“Akan sangat sulit. Kalian tidak akan mau mengecewakan orang lain, jadi bagi saya, lebih baik membiarkan orang menginginkan lebih ketimbang membuat acara baru dan orang malah kehilangan perhatian,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending