Connect with us

Business

Harga Minyak Melonjak, Pasca Dua Kilang Minyak Arab di Serang Drone Peledak

Published

on


Harga Minyak Melonjak, Pasca Stasiun Pompa Minyak Arab di Serang Drone Peledak

Finroll.com – Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih dalam sebuah pernyataan mengatakan, telah terjadi serangan tak berawak di stasiun pompa mereka telah menggerek harga minyak dunia. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah setelah kapal tanker minyak Arab Saudi mengalami sabotase pada akhir pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Selasa (14/5), Futures naik 1% di New York, membalikkan penurunan Senin. Drone tak dikenal menyerang dua stasiun pompa milik Saudi Aramco, memaksa perusahaan minyak negara tersebut menunda operasi di daerah itu. Itu menyusul kerusakan tanker minyak yang berlabuh di Uni Emirat Arab pada hari Minggu.

Volatilitas minyak telah melonjak bulan ini karena minyak mentah dihantam oleh momok perang perdagangan dari sisi permintaan, sementara gejolak Timur Tengah dan gangguan produksi dari Norwegia ke Nigeria membuat prospek pasokan minyak diragukan.

Kegiatan pengeboran AS dan keputusan yang ditangguhkan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya tentang apakah pembatasan produksi akan diperpanjang bisa menjadi pemicu berbagai krisis.

“Kami menyaksikan pergolakan antara kekhawatiran ekonomi dan pengetatan neraca pasar minyak,” kata Tamas Varga, seorang analis di PVM Oil Associates Ltd. di London.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik 58 sen menjadi US$ 61,62 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 8:42 waktu setempat. Kontrak ditutup turun 62 sen menjadi $ 61,04 pada hari Senin.

Brent untuk penyelesaian Juli naik 1,3% menjadi US$ 71,17 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, setelah kehilangan sebanyak 0,4% sebelumnya. Kontrak benchmark global diperdagangkan dengan premi US$ 9,37 untuk WTI.

Stasiun pompa delapan dan sembilan di jalur pipa Timur-Barat, yang membawa minyak dari provinsi timur Arab Saudi ke pelabuhan Laut Merah Yanbu, diserang oleh drone bersenjata memicu kebakaran yang menyebabkan kerusakan kecil pada stasiun nomor delapan, tetapi akhirnya dikendalikan.

Ekspor Berlanjut

Aramco mengambil tindakan pencegahan dan sementara menghentikan aktivitas serta mengevaluasi situasi dan bekerja untuk memulihkan operasi. menurut pernyataan itu. Ekspor minyak mentah dan produk terus seperti biasa, kata Al-Falih.

Pemberontak Houthi di negara tetangga Yaman yang telah lama menerima dukungan dari Iran, mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah menargetkan instalasi utama Saudi dengan drone.

Sementara sifat serangan pada stasiun pompa atau tanker masih belum jelas, mereka meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Antagonisme antara AS dan Iran semakin meningkat bulan ini setelah Presiden Donald Trump mengakhiri pengecualian terhadap sanksi atas penjualan minyak Iran.

Republik Islam tersebut sebelumnya telah mengancam untuk memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika sanksi menghentikan ekspor energinya. AS mengirim kapal induk, pesawat pembom, dan rudal pertahanan ke wilayah itu pekan lalu.

 

sumber: kontan

Investasi

Bagaimana Dampak Revisi UU KPK ke Iklim Investasi di Indonesia?

Published

on

By

Meski menuai pro dan kontra, DPR bersama pemerintah telah merevisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Keputusan yang sudah disahkan DPR ini dianggap sejumlah pihak sebagai upaya melemahkan KPK dalam memberangus tindak pidana korupsi.

Poin yang disebut akan melemahkan itu yakni keberadaan Dewan Pengawas KPK, aturan penyadapan, kewenangan penghentian penyidikan perkara (SP3), dan status pegawai KPK yang menjadi ASN.

Lalu, apakah revisi UU tersebut berpengaruh terhadap perekonomian khususnya investasi?
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan langkah yang diambil DPR dan pemerintah dengan merevisi UU KPK malah membawa dampak buruk dari segi investasi.

“Dampaknya justru negatif ke kepercayaan investor yang mau masuk ke Indonesia. Masalah utama daya saing di Indonesia itu kan soal pemberantasan korupsi di dalam ranking daya saing global,” kata Bhima saat dihubungi kumparan, Rabu (18/9).

Bhima merasa para investor sebelum berinvestasi tentu akan melihat kepastian hukum yang ada. Ia mengungkapkan bisa saja investor enggan masuk ke Indonesia karena khawatir biayanya yang mahal karena ada praktik korupsi.

“Investor mau masuk ke suatu negara mempertimbangkan biaya-biaya silumannya. Kalau korupsinya marak terjadi artinya investasi lebih mahal, karena harus suap oknum pejabat sana sini,” ujar Bhima.

Hal itu, kata Bhima, yang membuat Incremental Capital Output Ratio atau ICOR Indonesia berada di atas angka 6 yang berarti tidak efisien. Selain itu, Bhima mencontohkan dampak secara nyata buruknya investasi karena revisi UU KPK terlihat dari larinya dana asing sampai Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir.

“Sekarang pemberantasan korupsi malah mau dilemahkan. Reaksi investor sudah jelas tidak setuju, dan terlihat larinya dana asing Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir, salah satunya karena polemik KPK,” tutur Bhima.

Sementara itu, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menganggap dampak revisi UU KPK lebih bergantung kepada bagaimana sikap masyarakat menanggapi perubahan tersebut. Ia merasa investasi tidak akan terganggu kalau masyarakat tidak gaduh.

“Kalau kita menyikapinya dengan tenang tidak muncul kegaduhan. Mencari solusi terbaik tanpa kegaduhan, saya kira investasi tidak akan terpengaruh signifikan,” terang Piter.

Menurutnya, permasalahan revisi ini adalah internal di Indonesia. Sehingga tidak begitu berpengaruh sepanjang tidak ada permasalahan seperti demonstrasi yang membuat gaduh. Kegaduhan tersebut, kata Piter, adalah yang bisa membuat pengaruh buruk terhadap investasi.

“Tapi kalau response masyarakat sangat negatif, memunculkan berbagai demo yang cenderung tidak produktif bahkan anarkis, tidak hanya memunculkan riak di tataran politik tetapi juga ketidaknyamanan bisnis, maka investasi otomatis akan terganggu,” ungkap Piter.

Continue Reading

Business

Biayai Wahana Baru, PT Jaya Ancol Dapat Kucuran Pinjaman Rp300 Miliar

Published

on

Finroll.com — Gunakan untuk membiayai proyek wahana baru. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PPIA) mendapatkan pinjaman dari Bank DKI sebesar Rp 300 miliar. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu 24 bulan, terhitung sejak jatuh tempo pinjaman sebelumnya, yakni pada 20 September 2019.

Corporete Secretary Division Head  Pembangunan Jaya Ancol Agung Praptono mengatakan, kredit tersebut akan digunakan sebagai sumber dana capital expenditure (capex) dan operational expenditure (opex) perusahaan di sisa tahun ini.

“Capex akan digunakan untuk membiayai proyek wahana baru, diantaranya adalah Haunted Coaster di Dunia Fantasi, Ancol Bird Park, serta revitalisasi restoran, bangket, dan kolam di Putri Duyung Ancol.

“Capex juga digunakan untuk merancang Masjid Apung serta perbaikan-perbaikan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung,” katanya dilansir dari Kontan, Rabu (18/9/2019).

Dana opex sementara akan digunakan untuk membiayai kegiatan dan acara yang akan berlangsung pada kuartal IV-2019. Pelaksanaan kegiatan mingguan dan akhir tahun di unit-unit rekreasi ini dijalankan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Pasalnya, per Juni 2019, pendapatan tiket pintu gerbang PJAA menurun 8,06% secara tahunan menjadi Rp 148,19 miliar, dari sebelumnya Rp 161,19 miliar. Menurut Agung, menurunnya pemasukan tiket pintu gerbang pada semester I-2019 adalah efek tsunami pada penghujung 2018.

Oleh karena itu, PJAA mengadakan kegiatan Music Special tiap minggunya sejak  Mei 2019. “Saat ini kegiatan tersebut sudah membentuk awareness   pengunjung. Harapannya, pendapatan dari tiket pintu gerbang bisa naik dibanding tahun lalu pada kuartal III-2019,” ucap dia.(red)

Continue Reading

Business

Bank Mandiri Mencatat Lebih Dari 12 Juta Transaksi Daring Melalui Layanan Dagang-el

Published

on

Finroll.com — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan kinerja gemilang dari trasnsaksi belanja daring.

Laporan catatan per Agustus 2019, BMRI sudah mencatatkan lebih dari 12 juta transaksi daring melalui layanan dagang-el. Sementara itu,  sales volume  yang dicatat naik 38% secara tahunan ( year-on-year /yoy) menjadi lebih dari Rp10 triliun.

Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales BMRI Thomas Wahyudi, perseroan melihat hal ini sebagai kegiatan belanja daring melalui ragam penawaran yang menarik.

“Dengan adanya kegiatan promo belanja online, masyarakat akan terdorong untuk mencoba melakukan pembelian barang di  e-commerce  hingga melakukan pembayaran secara  online ,” ujarnya seperti dikutip Bisnis, Selasa (17/9/2019).

Sementara Thomas juga menyebut sejak gencarnya promo belanja daring bulanan pada akhir 2018 lalu seperti promo 10.10, 11.11, hingga 12.12 pada transaksi dagang-el, membuat perseroan mencatatkan peningkatan hingga 45% dibanding rerata transaksi bulanan pada semester I/2018.

Pada tahun ini diharapkan ada peningkatan transaksi daring menjadi sebesar 49% dibanding 2018 atau sebesar 23 juta transaksi.

Lebih lanjut Thomas menyebut sebagian besar pembayaran transaksi daring melalui
BMRI masih dilakukan menggunakan sumber kartu kredit. Perbandingan penggunaan kartu kredit dibanding debit mandiri yaitu 70 : 30.

Terkait layanan terbaru,
BMRI bersama Himpunan Bank Negara, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan Telkomsel, serta beberapa perusahaan BUMN lainnya, telah berkolaborasi untuk mendukung Finarya dalam pengembangan aplikasi LinkAja.

LinkAja merupakan uang elektronik berbasis aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan isi saldo dan menggunakannya untuk berbagai transaksi baik untuk tenan luring maupun daring.Ke depannya aplikasi ini juga akan berfungsi sebagai dompet elektronik.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending