Connect with us

Science & Technology

Harga Sama, Ini Beda Realme C2, Samsung Galaxy A10 dan Redmi 7

Published

on


Finroll.com – Smartphone terbaru Realme C2 resmi dirilis di Indonesia. Smartphone tersebut ditujukan untuk segmen pasar entry level. Realme C2 dihargai Rp 1 jutaan yang menghadirkan berbagai fitur menarik untuk keseharian.

Selain Realme C2, Tempo berusaha merangkum beberapa smartphone dengan harga serupa, yaitu Samsung Galaxy A10 dan Redmi 7. Berikut detail spesifikasi dati ketiga ponsel pintar itu:

1. Realme C2
Realme C2 mendefinisikan ulang segmen entry level dan menjadi penerus Realme C1. Realme C2 hadir dengan layar dewdrop notch berukuran besar, sehingga cocok menikmati konten video. Dengan layar full screen sebesar 6,1 inci, beresolusi 720 x 1560 piksel dan rasio aspek 19,5:9.

Realme C2 dirilis di Indonesia pada Rabu, 8 Mei 2019 dan disenjatai oleh chip MediaTek Helio P22 2GHz octa-core. Ponsel ini menjalankan user interface ColorOS 6.0 berbasis Android 9.0 atau Pie. Dengan daya 4.000 mAh, smartphone ini bisa digunakan satu hari penuh.

Dual kamera yang terpasang dalam Realme C2 di bagian belakang memiliki sensor 13 MP dengan aperture f/2.2 ditambah sensor sekunder 2 MP beraperture f/2.4 yang sudah dibekali teknologi AI. Sedangkan kamera depan memiliki sensor 5 MP dengan aperture f/2.0 yang ditambah fitur efek bokeh.

Untuk harga, Realme C2 dihargai Rp 1,499 juta untuk 2GB/16GB dan varian 3GB/32GB Rp 1,699 juta. Perangkat tersedia dalam dua varian warna, yaitu Nitro Blue dam Lighting Purple.

Smartphone sudah di-presale mulai hari ini, Kamis-Jumat, 9-10 Mei 2019, pukul 11.00 WIB secara eksklusif di toko daring Lazada. Sedangkan penjualan perdana akan dilakukan pada 11 Mei 2019 di seluruh toko ritel yang bekerka sama dengan Realme.

2. Samsung Galaxy A10
Galaxy A10 memiliki layar HD+ masing-masing berukuran 6,2 inci resolusi 720×1520 dengan Infinity-V Super AMOLED, yang didesain dengan bentuk Sleek and Glossy Design. Ponsel pintar ini dipasang chip Exynos 7884B octa-core, dengan chip grafis GPU Mali G71 MP2.

Chip tersebut didampingi oleh kapasitas RAM dan memori internal 2 GB/ 32 GB, yang bisa diperluas dengan microSD hingga kapasitas 512 GB. Galaxy A10 dirilis pada 23 Maret 2019 lalu di Indonesia bersamaan dengan seri A lainnya seperti Galaxy A20, A30 dan A50.

Dari segi kamera, A10 memiliki satu kamera belakang dengan sensor 13MP beraperture f/2.0, dan kamera depan 5MP aperture f/1.9. Galaxy A10 hanya 3400 mAh. Galaxy A10 dilengkapi dengan fitur face recognition, Samsung Pay, speaker Dolby Atmos, Samsung Knox dan One UI.

Untuk harga, ponsel pintar itu memiliki harga yang berbeda, Galaxy A10 dibanderol seharga Rp 1,799 juta dan sudah mulai dijual sejak awal bulan lalu, 4 April 2019.

3. Redmi 7
Redmi 7 menggunakan layar IPS LCD berukuran 6.26 inci bezelless beresolusi 1520 x 720p berasio 19:9. Layar juga sudah dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 5 yang membuat antigores pada layar. Dengan kamera depan beresolusi 8 MP yang menyatu dengan notch dan memgusung dua kamera belakang beresolusi 12 MP plus 5MP.

Smartphone itu dilengkapi prosesor Octacore 1.8Hz dan memakai Qualcomm Snapdragon 632 dengan pilihan memori 2 GB RAM dan 16 GB internal, 3/32, dan 4/64. Untuk keamanan, ponsel ini dipasangkan sensor sidik jari di belakang ponsel.

Redmi 7 di Indonesia hadir dengan tiga varian warna, yakni Comet Blue, Lunar Red, Eclipse Black. Sedangkan desain bagian belakang memiliki lengkungan 3D yang membuat nyaman digenggam dan bentuknya cukup tipis, dengan warna gradien yang menarik.

Tidak seperti ponsel lain yang sudah dirilis, ponsel ini belum dilengkapi dengan USB Type-C dan masih menggunakan Micro USB sebagai sumber isi dayanya. Redmi 7 juga sudah menjalankan user interface MIUI 10 berbasis sistem operasi Android 9 atau Pie.

Harga dari Redmi 7 adalah Rp 1,599 juta untuk varian RAM/memori internal 2GB/16GB, dan varian 3GB/32GB dihargai Rp 1,899 juta. Penjualan mulai pada 2 Mei 2019.

Science & Technology

Layaknya X-Ray Ponsel China Tarik Filter Bisa Tembus Pandang

Published

on

Finroll – Jakarta, Perusahaan ponsel China OnePlus mengumumkan menarik filter Autumn pada perangkat OnePlus 8 Pro karena muncul kabar fitur mampu mendukung kamera bisa tembus pandang material plastik dan baju. Hal ini tak biasa pada ponsel kebanyakan dan dianggap sebagian konsumen di China melanggar privasi.

Kamera OnePlus 8 Pro bisa tembus pandang mendadak ramai diperbincangkan karena bisa menembus material plastik layaknya X-Ray.

Salah satu penggiat gawai Unbox Therapy pun sempat mengunggah video review One Plus 8 Pro di akun Youtube-nya. Di dalam video itu, ia mengunggah foto saat ia memasukkan kotak iPhone ke dalam baju lalu foto diubah menggunakan filter Autumn.

Alhasil, setelah diposisikan pada filter Autumn, bagian depan kotak iPhone terlihat samar-samar. Ia juga mencoba menerawang ‘jeroan’ remote tv dan joystick gim konsel, dan hasilnya samar-samar terlihat bagian dalam komponen tersebut.

Permohonan maaf disampaikan perusahaan di akun Weibo. Perusahaan menyatakan akan mengkaji ulang masalah privasi yang dialamatkan pada filter baru mereka.

“Baru-baru ini, ada banyak diskusi di Internet soal kemampuan filter kamera Autumn OnePlus yang telah memunculkan keprihatinan terkait masalah privasi bagi para pengguna kami. Kami mohon maaf,” tulis OnePlus seperti diunggah di akun Weibo resmi perusahaan seperti dikutip Android Police.

Perusahaan berdalih bahwa saat merencanakan pembuatan filter Autumn, OnePlus berusaha untuk memahami karakteristik cahaya inframerah demi memberikan tekstur dan gaya fotografi yang unik bagi para pengguna mereka.

Namun karena banyak umpan balik negatif yang diterima, perusahaan menegaskan kembali akan meniadakan filter Autumn untuk sementara waktu melalui pembaruan perangkat lunak ponsel.

Meskipun mendapat sejumlah kecaman dari beberapa pengguna, perusahaan tetap melakukan pembelaan bahwa masih ada pengguna yang menyukai filter Autumn dengan mengunggah foto-foto menggunakan filter itu ke platform media sosial.

“Saat ini, ada juga deskripsi tentang kemampuan perspektif filter lensa yang tidak sesuai dengan fakta. Kami juga akan mengambil hukum untuk gambar-gambar palsu di Weibo,” tegas perusahaan.

Usai memperbaiki masalah privasi dan kemampuan filter Autumn, perusahaan memastikan akan meluncurkan kembali dan menunggu keputusan dari tim OnePlus Global, seperti dikutip Gizmo China.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Google Play Music Akan Ditutup Akhir Tahun 2020

Published

on

Finroll – Jakarta, Google mengkonfirmasi layanan pemutar musik streaming, Google Play Music akan ditutup akhir tahun 2020 dan mentransisikan pelanggan mereka ke layanan terbaru yaitu Youtube Music.

Menurut Manajer Produk untuk Youtube Music dan Google Play Music, Brandon Bilinski, pihaknya telah meluncurkan alat untuk mulai mentransfer kumpulan music dari Google Play ke Youtube Music.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah meningkatkan pengalaman pengguna terhadap Youtube Music. Mulai hari ini (Selasa, 12 Me 2020), kami resmi mengundang para pelanggan Google Play Music untuk mentransfer daftar putar ke Youtube Music sebagai rumah yang baru,” tulis Bilinski seperti dikutip laman blog resmi Youtube.

“Kami ingin memastikan semua orang punya waktu untuk mentransfer konten dan terbiasa dengan Youtube Music. Jadi kami akan memberikan banyak pemberitahuan sebelum pengguna tidak lagi memiliki akses ke Google Play Music akhir tahun ini,” lanjut dia.

Lebih lanjut Bilinski menjelaskan bagaimana pengguna dapat mentransfer music dari Google Play ke Youtube Music.

Perusahaan telah menyematkan alat yang diberi nama ‘Transfer’ dan ditempatkan di Youtube Music. Artinya, pengguna mesti mengunduh terlebih dahulu layanan tersebut.
Setelah pengguna mengklik opsi ‘Transfer’, maka akan secara otomatis sistem menambahkan daftar lagu dan album dari Google Play ke Youtube Music.

Pihak Youtube Music juga akan mengirim email kepada pengguna ketika proses transfer sudah selesai dan daftar musik mereka telah sepenuhnya ditambahkan ke tab ‘Library’ atau Perpustakaan dalam aplikasi, seperti dikutip The Next Web.

Demi meningkatkan pengalaman pengguna, Bilinski dan tim telah menambahkan sejumlah fitur ke dalam Youtube Music seperti meningkatkan kapasitas penyimpanan lagu dari 1.000 menjadi 5.000 lagu.

Youtube Music saat ini tengah membayangi para kompetitor mereka yaitu Spotify, Apple Music, dan Amazon Music.

Jika jumlah pelanggan berbayar Google Play dan Youtube Music digabungkan, perusahaan menyebut ada sekitar 20 juta pelanggan, seperti dikutip Tech Crunch.

Dari sisi biaya berlangganan, Youtube Music mematok harga mulai dari US$9,99 sampai US$11,99. Sementara Spotify dan Apple Music sama-sama mengenakan biaya US$9,99 per bulan, sedangkan biaya berlangganan Apple Music US$7,99 per bulan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Ubah Nama Jadi Poco, Xiaomi Rilis Ponsel Poco F2 Pro

Published

on

Finroll – Jakarta, Awal 2020, Xiaomi memutuskan untuk mengubah nama anak merek perusahaan dari Pocophone menjadi Poco. Menyambut nama merek baru, perusahaan menandainya dengan peluncuran Poco F2 Pro yang merupakan suksesor dari Pocophone F1, Selasa (12/5).

Salah satu keunggulan yang ditawarkan ponsel ini adalah dari sisi fotografi dengan membawa sensor kamera besar yakni 64MP.

“Sudah terlalu lama, akhirnya kami kembali,” kata Eksekutif POCO, Angus Ng dikutip Tech Crunch, Rabu (13/5).

Poco F2 Pro memiliki desain layar HD+ AMOLED notchless berukuran 6,67 inci 2400×1080 piksel. Bodi ponsel dibalut Corning Gorilla Glas 5 dengan tingkat kecerahan layar sampai 500 nits. Selain itu layar juga dilindungi blaster IR, seperti dilansir Engadget.

Beralih ke sisi fotografi, ponsel memiliki total lima sensor kamera. Empat kamera belakang mengusung desain quad-camera dan kamera depan pop-up atau menyembul ke atas.

Kamera utama Poco F2 Pro sebesar 64MP dengan dukungan teknologi Sony IMX686, kamera ultra-wide 13MP, kamera makro 5MP, dan depth sensor 2MP.

Sementara kamera depan ponsel memiliki sensor 20MP. Perekaman video F2 Pro dapat menghasilkan gambar sampai 8K pada pengaturan 24fps dan resolusi 4K dalam pengaturan 60fps.

Ponsel didukung prosesor andalan Qualcomm yaitu octa-core Snapdragon 865 dengan GPU Adreno 650, dipadukan dengan memori 6GB+128GB dan 8GB+256GB.

Beralih ke sisi fotografi, ponsel memiliki total lima sensor kamera. Empat kamera belakang mengusung desain quad-camera dan kamera depan pop-up atau menyembul ke atas.

Kamera utama Poco F2 Pro sebesar 64MP dengan dukungan teknologi Sony IMX686, kamera ultra-wide 13MP, kamera makro 5MP, dan depth sensor 2MP.

Sementara kamera depan ponsel memiliki sensor 20MP. Perekaman video F2 Pro dapat menghasilkan gambar sampai 8K pada pengaturan 24fps dan resolusi 4K dalam pengaturan 60fps.

Ponsel didukung prosesor andalan Qualcomm yaitu octa-core Snapdragon 865 dengan GPU Adreno 650, dipadukan dengan memori 6GB+128GB dan 8GB+256GB.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending